Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan

Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan

Kepalanya terkulai di bahu sopir rumah, matanya setengah terpejam. Di sela kesadarannya yang mengabur, bibirnya masih bergerak. "Arnie…" bisiknya lemah. "Jangan tinggalin aku…" Sirene ambulans memecah malam. Di balik mata yang terpejam, Daren masih mengejar bayangan wanita yang sudah pergi, wanita yang baru ia sadari adalah satu-satunya cinta tulus yang pernah ia miliki.
106.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 170 Beses bilang sans dream
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Mereka diam beberapa saat, cuma bunyi jangkrik yang kedengeran dari kejauhan. “Kamu takut?” tanya Rhea pelan. “Banget,” jawab Elio jujur. “Tapi kayaknya... kita udah kelewat jauh buat mundur.” *** Keesokan paginya, suara alarm darurat membangunkan seluruh markas. Luna lari ke ruang kontrol. “Apa yang terjadi?” Grayson menunjuk layar. Kamera gerak otomatis yang mereka pasang di utara menangkap sosok bayangan. Bukan zombie biasa. Cara jalannya terlalu tenang. Matanya terlihat... sadar.
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 51 Beses bilang sans dream
Read
+Library
Fantazia

Fantazia

jawab Jasper dengan santai. “Semua orang sudah tau tentang kebusukanmu, hanya menunggu waktu sampai kau di tangkap tuan Jasper,” ujarku percaya diri, sedikit aneh melihat dia sangat santai. “Apakah benar begitu tuan Hansel yang hebat, kulihat sepertinya artikelmu sudah hilang tanpa bekas,” sahutnya dengan nada mengejek kepadaku. Hah bagaimana mungkin artikelku bisa hilang dalam semalam seperti ini, karena bingung aku menoleh kepada ketua direksi.
102.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 53 Beses bilang sans dream
Read
+Library
REAL OR DREAM ( INDONESIA )

REAL OR DREAM ( INDONESIA )

gumam Danisha dan Dima melirik sekilas wanita yang kini memandang lurus ke arah luar jendela. "Kita akan nyusul mereka." Dima memberikan tanggapannya, sedang Danisha hanya menghembuskan napas. "Aku mau nanti kita honeymoon ke Afrika," kata Danisha yang berhasil membuat Dima berhenti membolak balikkan berkas ditangannya dan kini menatap kearah Danisha dengan tatapan horor. "Afrika? You are crazy? Big No!" Dima sedikit meninggikan suara, yang membuat Danisha mengangkat sebelah alisnya heran.
1062.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.5K Beses bilang sans dream
Read
+Library
MY TREASURE

MY TREASURE

bisik Jake, berusaha menenangkan walau sia-sia. ♥♥♥ Diana mengangkat kepalanya yang berat, lampu di kamar itu berkedip seolah hidup segan mati tak mau dan membuat bayangan-bayangan menyeramkan yang memanutulkan perabot-an di dinding. Gadis itu membiarkan tubuhnya tetap dalam posisinya semula, kini dia benar-benar merasakan haus. Diana meyakini bahwa dia mengalami dehidrasi, tetapi biarlah, dia tidak peduli. Gadis itu bersenandung dengan suara pelan. Sebuah senandung kecil hanya untuk membesarkan hati.
10107.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.5K Beses bilang sans dream
Read
+Library
A Wish

A Wish

ucap pria itu dengan pelan, "Seperti apa mimpi itu?" "Lo...kayak seorang bangsawan. Dan gue kayak seorang pelayan." "Lalu?" "Gue mati. Dihukum mati lebih tepatnya di depan banyak orang." jelas Violet, "Tapi cuma itu. Dan itu terlalu nyata buat disebut mimpi." "Hanya itu?" tanya El lagi dan dia mendapatkan anggukan sebagai balasannya. "Oh! Ada seorang cewek yang kayaknya bangsawan juga. Kayaknya dia benci banget sama gue."
108.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 217 Beses bilang sans dream
Read
+Library
Not A Dream Wedding

Not A Dream Wedding

sapanya. “Wah, Crystal, apa kabar, lama nggak ketemu ya,” sapa seseorang yang bernama Driyan dengan tatapan yang seolah tertarik dengan kehadiran Crystal. Crystal yang tampil dengan pesona kecantikannya, sudah pasti menarik perhatian para pria yang ada disana. Bahkan ada yang secara terang-terangan memandangi tubuh cantik Crystal. Apalagi dengan pakaian yang sedikit terbuka tentu saja membuat semua mata menatap ke arahnya.
4.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 94 Beses bilang sans dream
Read
+Library
Dream come true

Dream come true

Dallas merupakan salah satu kota dari kota bagian Texas - Amerika Serikat, tempat di mana Zefanya mengenal pria jahat itu. Andrew Park, lelaki pertama yang memperlakukan Zefanya dengan begitu perhatian ternyata tidak lebih dari seorang pria jahat. Tega menyetubuhi Zefanya secara kasar di atas lantai ruangan kosong kampus lalu mencampakkan dirinya begitu saja. Sekilas memori buruk tentang perlakuan Andrew hinggap di otak Zefanya saat taxi yang mereka tumpangi melintas di depan gedung universitas Dallas.
9.53.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 142 Beses bilang sans dream
Read
+Library
SUAMI ONLINE

SUAMI ONLINE

Kenes merasakan desiran aneh merasuk lebih dalam ke relung jiwa. "Aku tampan, kan?" Danesh berbisik tepat di rungu wanita yang masih menatapnya tanpa berkedip. Ia tahu wanita di depannya sudah mulai terperangkap sihir cinta. Anehnya, Kenes malah mengangguk sekali. Mengiakan ketampanan Danesh. Sungguh pengakuan yang sangat jujur. Namun, senggolan bahu dari seseorang langsung menyadarkan akalnya. Hingga kembali dalam mode kenyataan.
1016.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 554 Beses bilang sans dream
Read
+Library
Api Dendam Brianna

Api Dendam Brianna

Meskipun ini adalah misi terberatku, ini adalah misi dengan target paling mudah. Ada yang berbeda dengan Damian. Dia tidak seperti keenam temannya yang lain yang sama sekali tidak punya penyesalan dengan masa lalu mereka. Dia satu-satunya yang terlihat sedih ketika membicarakan hal itu. Sebaliknya, teman-temannya justru tidak punya rasa bersalah.
1012.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 509 Beses bilang sans dream
Read
+Library
PREV
123456

Mga Madalas Itanong

Pengisi suara Dream dalam versi sub Indo 'The Sandman' punya aura yang bikin merinding! Aku ingat betul pertama kali dengar suaranya yang dalam dan penuh misteri, cocok banget dengan karakter Morpheus. Dari obrolan di forum penggemar, banyak yang bilang itu adalah karya dari aktor dubber berpengalaman yang sering mengisi suara karakter misterius atau supernatural. Sayangnya, aku belum menemukan nama spesifiknya, tapi pasti tim produksi pilihan tepat untuk menggambarkan kompleksitas Dream.

Bagiku, suara itu berhasil menangkap esensi Dream: sedih, berwibawa, dan sedikit terasing. Beberapa teman di komunitas bahkan bilang mereka lebih suka versi sub Indo karena kedalaman emosionalnya dibanding versi Inggris. Keren sih, tim dubber lokal bisa membawa nuansa gelap 'The Sandman' dengan begitu apik.

I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status