Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menikah dengan Calon Mertua

Terpaksa Menikah dengan Calon Mertua

Lelaki bertubuh atletis itu menyodorkan ponselnya kepada salah seorang pendemonstrasi. “Wah...parah...,” komentar salah satu dari mereka. “Itu hanya rekayasa dia saja, kenapa kalian masih percaya sama lelaki buaya darat seperti Sadewa!” “Coba kalian klik nomornya dan panggil!” perintah Sadewa dan segera dilakukan oleh si pemegang ponsel.
10409.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.6K kali sebagai sadam permana
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Langkah kakinya mendadak terhenti saat seorang pria paruh baya berkacamata tebal menghalangi jalannya di depan tangga. Pria itu adalah Handoko, dosen senior yang dikenal memiliki pengaruh kuat di jajaran senat mahasiswa namun menyimpan reputasi gelap di balik senyum ramahnya. Matanya yang sipit menatap liar ke arah lekuk tubuh Sarah yang tertutup pakaian tertutup namun tetap terlihat sintal. Selama ini, Handoko memang sudah lama mengincar Ketua BEM yang kaku ini untuk dijadikan koleksi ranjang pribadinya.
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai sadam permana
Baca
+Pustaka
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Pemimpin mereka, pria dengan mata merah menyala dan lengan gergaji mesin, tertawa serak saat melihat Rania dan Darrius. "Jackpot, Boys!" serunya, suaranya pecah lewat voice box murahan. "Lihat kilapnya! Model militer murni! Kita bisa jual intinya dan hidup mewah sebulan di Neo-Tokyo!" Rania hendak mengangkat tangan untuk meretas sistem saraf mereka, tapi sebuah lengan hitam besar menghalanginya. "Mundur, Istriku," kata Darrius pelan.
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 793 kali sebagai sadam permana
Baca
+Pustaka
Karma Pedas Sang Mantan

Karma Pedas Sang Mantan

Matanya menunduk sesaat, seolah baru sadar betapa bodohnya kesalahpahamannya barusan. “Oh…” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Pendek. Kaku. Dira menatapnya, setengah kasihan, setengah geli. “Biar jujur aja, ya…” katanya lebih pelan. “Sambel kamu masih kurang nendang.” Adrian mengangguk kecil. Tidak banyak kata. Wajahnya sedikit merah, tapi ia tetap berusaha tenang. Tidak membantah, tidak membela diri.
10909 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai sadam permana
Baca
+Pustaka
Firdaus

Firdaus

"Duluan ya, Man." "Yo, hati-hati." Dan setelah itu Sulaiman memainkan keyboard lagi. Alunannya sangat merdu, bikin baper siapa saja yang mendengarnya. Wajah seriusnya yang tampan, dengan tinggi hampir 180cm membuatnya terlihat sangat memesona. Haikal terus mendengarkan tanpa bosan sehingga tidak sadar kalau sudah sore. "Udah sore nih, kamu gak pulang?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai sadam permana
Baca
+Pustaka
Tidak Ada Suami yang Sempurna

Tidak Ada Suami yang Sempurna

Sarah mengangkat sudut mulutnya, seolah dia tidak pernah menggertakkan giginya. Tak perlu dikatakan lagi bahwa dasinya jauh dari kata bagus. “Karena kamu berkata begitu, aku harus memakai ini setiap hari.” Lukman tampak lelah seolah-olah dia sudah memiliki tiga anak, tetapi sebenarnya dia belum menikah. Usianya hampir setengah abad. Dia terus-menerus menyatakan ketertarikannya pada Sarah, sejak dia masuk ke perusahaan.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai sadam permana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status