Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembohong yang Sempurna

Pembohong yang Sempurna

Mencoba mengabaikannya, tetapi semakin lama semakin bergemuruh. Dengan enggan Parta masuk ke kamar untuk mengambil benda itu. “Siapa yang berani menggangguku malam-malam begini.” Parta menyambar benda pipih berwarna silver miliknya itu. Layarnya menampilkan seorang gadis berambut sebahu. Agak lama ia mengamati layar itu namun pada akhirnya ia menggeser ikon berwarna merah. Parta menyunggingkan senyum seringai.
1010.4K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as permen doraemon
Read
+Library
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

gumam Azura, berusaha tidak ingin merepotkan. Azura membungkukkan bahu dan melenggang. Buru-buru menyetop taxi. Dalam perjalanan, ia merasa berdebar, entah pekerjaan apa yang akan Akio berikan. Akio, cowok keturunan Jepang. Berkulit pucat dengan rambut belah tengah. Kabarnya, dia seorang gay. Entahlah. Terlepas dari apapun itu, Akio sangat baik pada Azura. Terbukti di hari suram seperti ini, hanya Akio yang mau membantunya. Sementara kawan-kawan dekat Azura raib entah kemana.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as permen doraemon
Read
+Library
7 NAGA BEREBUT RAGA

7 NAGA BEREBUT RAGA

Nyatanya milik sang naga yang memakai kode. "Aku sangka itu pintunya milik Doraemon," celetuk Davey. "Bukan. Kami terinspirasi dari manga Doraemon untuk membuat pintu pergi ke masa lalu, masa sekarang maupun masa depan. Pintu ini sangat canggih sekali. Tapi kami tidak pernah mempergunakan dengan jangka waktu berdekatan. Bisa dikatakan pintu ini cepat rusak. Karena pertahanan pintu ini hanya bisa digunakan dalam sehari saja," jelas Tse.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as permen doraemon
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Petaka Mendua Part5 Ketukan pelan di pintu kamarku menggema, kuseka air mata, beringsut turun dari ranjang. Kubuka pelan handle pintu kamar, sosok bu Hanum berdiri di depan pintu. Ia memelukku, namun aku tak bergeming. "Maafkan Aisya, Nak. Mungkin saat ini dia khilaf, namun Ibu mohon! Jangan akhiri rumah tangga kalian."
10100.2K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as permen doraemon
Read
+Library
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Dayang-dayang dengan sibuk dan terburu-buru masih berusaha menutupi jejak kelahiran sang putra mahkota. BRAR, ah pintu kamar utama berhasil terbuka. Sebenarnya tujuan mereka hendak mencari batu Kristal Regana. Sebuah batu kristal abadi yang dapat menghidupkan kembali satu nyawa setiap seratus tahun sekali. Waktu yang sangat lama untuk menantikan batu kristal itu bekerja. Kebetulan sekali batu kristal itu dapat menghidupkan satu nyawa lagi lima belas tahun kemudian. Mereka menerobos kamar utama istana karena mereka memiliki dugaan bahwa batu kristal itu disimpan di kamar utama dengan penjagaan langsung dari rajanya.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as permen doraemon
Read
+Library
Demon Emperor

Demon Emperor

Kemudian sosok berjubah hitam itu berlari sangat cepat dalam derai air hujan dengan mempergunakan ginkangnya menuju ke arah selatan Kota Aroma Osmanthus menuju ke sebuah Rumah Besar dan di atas gerbang pintu Rumah Besar itu ada plang papan nama besar yang bertuliskan "PERGURUAN SEKTE MO XIN" Sosok berjubah hitam itu tidak masuk ke Perguruan Sekte Mo Xin melalui pintu gerbang utama yang ada plang papan namanya, melainkan berlari ke tembok samping dan melompati tembok samping yang tinggi itu dengan mempergunakan ginkangnya, dan setelah menjejakkan kakinya di tanah, dia terus berlari tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, lalu menyelinap ke Kamar Utama dari Rumah Besar itu. Dia membuka pintu kama
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 475 Times as permen doraemon
Read
+Library
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

Bayangan otot perutnya tercetak jelas di kemeja putihnya. Empat lelaki berbadan kekar berotot berbaris mengekor di belakangnya. "Selamat datang di tanah air, Tuan Muda." Sapaan hangat dari pria paruh baya menyambutnya. Bibir Erlangga melengkung. "Terima kasih, Paman. Dimana Papaku?"
9.57.0K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as permen doraemon
Read
+Library
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

tawarnya namun kedua pemuda itu menggeleng menolak. “Hanya anak kecil yang suka permen seperti itu,” cibir Lu Hao. Sedangkan Namjun tidak ambil pusing. Ia lebih memilih untuk mengulum lollipop daripada harus menjadikan paru-parunya sebagai tempat penampungan asap. Terkena asap barbeque saja ia batuk-batuk, apalagi harus mengkonsumsi asap itu. “Kuncup sakura mulai timbul.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as permen doraemon
Read
+Library
Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

Setelah menutup telepon, barulah hatinya terasa sedikit lebih tenang. Wiliam mulai memikirkan bagaimana harus menebusnya nanti. Sudah saatnya berlian merah muda itu terpasang di jarinya. “Kak Wiliam, lagi telepon siapa? Kok wajahnya serius sekali?” Gwen keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya, dia mengenakan gaun tidur sutra yang sexy.
13.8K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as permen doraemon
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

ucap Mela dengan percaya diri. Djewo tak habis pikir dengan tingkah Mela ini. Ia akan membuka mulutnya lagi, tapi menutup mulutnya kembali ketika melihat Mela mengeluarkan flashdisk yang dirinya ingat bahwa ia sudah menyuruh Damar menghancurkannya beberapa tahun yang lalu. "Semoga paman bisa tidur nyenyak malam ini," ucap Mela sambil tersenyum lebar dan menyimpan kembali flashdisk itu. Kemudian Mela memilih meninggalkan Djewo di pemakaman itu.
803 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as permen doraemon
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status