Desah Di Kamar Sebelah
Kamu benar-benar sudah masuk ke dalam perangkap besarku.
Sup iga sapi, sambal goreng hati sapi, dan acar ketimun-nanas sudah tersusun rapi di atas meja. Nasi panas pun sudah matang di dalam magic com mahal milik keluarga Mas Anwar. Nami pun lalu duduk di kursi sembari mengeluarkan ponselnya dari saku daster. Aku dengan sangat santai duduk di sebelah Nami. Bukankah aku ini sudah dianggap keluarga olehnya? Wajar kan, kalau aku duduk menemani dia di sini?
“Halo, Mas Anwar sayangku, dunia akhiratku,” sapa Nami lembut lewat gawai yang menempel di telinganya.