Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri
Ini keenam kalinya Daniel Fletcher melemparkan surat kesepakatan cerai sialan itu ke hadapanku dan memaksaku untuk menandatanganinya.
Kali ini, aku tidak melawan.
Daniel meletakkan pena yang dipegangnya. Pada saat itu, keheningan yang mencekam menyelimuti ruangan. Mata cokelat tuanya yang tajam menatapku lekat-lekat, seakan ingin menembus jiwaku.
"Kenapa kali ini kamu begitu penurut, Samantha?"
"Apa kamu lagi-lagi berencana memainkan suatu trik? Jangan lupakan statusmu, Nyonya Samantha."
Aku melepas cincin rubi yang melambangkan identitas nyonya besar klan tersebut, cincin yang disematkan Daniel saat melamarku di suatu pulau. Aku pun meletakkan cincin itu perlahan di atas meja kerja yang pernah bersimbah darah dan tumpukan uang itu. Suaraku terdengar datar tanpa perasaan, seperti orang mati.
"Nggak ada, Daniel. Aku cuma … lelah. Duniamu terlalu bising."