Mas, Ayo Bercerai!
“Aku tidak akan kembali pada janji-janji yang hampa, pada cinta yang bersyarat, atau pada ketakutan yang mencekik. Haidar harus menjalani penyesalannya sendiri, dan aku harus menjalani kebebasanku sendiri.”
Dokter Gamal mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Zola. Genggaman itu tulus, tidak menuntut. “Kalau begitu, Lana, mari kita fokus pada kebebasanmu. Pameran minggu depan akan sukses besar. Kamu akan dikenal sebagai seniman, bukan sebagai bayangan masa lalu.”
Zola membalas genggaman dokter Gamal. “Aku tidak butuh seorang pria untuk mendefinisikanku lagi, Dokter Gamal. Tapi aku senang kamu ada di sini. Sebagai teman yang peduli."