Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Panas Tuan Arion

Gairah Panas Tuan Arion

Suara desahan tertahan Cecilia terus saja lolos dari bibir tipisnya, tubuhnya terus menggeliat merasakan sensasi liar yang pertama kali ia rasakan. “Fel… Ra-rasanya aneh… Ah!” Felix menyapu lidahnya di inti tubuh Cecilia, daging kecil yang berwarna pink terus menggodanya untuk ia isap tiada henti, di gelitiknya membuat Cecilia semakin menggelinjang. “Kenapa tubuhnya sangat sensitive seperti ini? Dan ini benar-benar menggairahkan!” batinnya yang tidak mengehtnikan aktifitasnya.
9.5718.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28.0K kali sebagai sensitif
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
TnaBook's
hello kak, numpang nih hehe, jangan lupa ya mampir juga ke "Godaan sang tante" , seorang pemuda yg cari pekerjaan, tapi malah dapat simpanan, bos nya sendiri, bahkan sampai memiliki anak, dan lagi, bos itu sudah memiliki pasangan hidup, gimana? penasaran kan, yuk mampir. ...
Baca Semua Ulasan
Penyesalan

Penyesalan

Tidak enak hati. "Ya udah kalau gitu, nggak apa-apa. Kalau gitu, aku duluan, ya," Reno pamit. "Iya, Kak," kata mereka kompak. "Kayaknya dia suka deh, sama elu, Sya," bisik Desi. "Lu jangan bikin gue ge er, Des," balas Alisya dengan berbisik juga. "Lumayan Sya, nggak cuma ganteng, kayaknya dia tajir juga."
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai sensitif
Baca
+Pustaka
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

Nanta yang tak menyangka Anggita akan berbuat seperti itu, reflek mendorong Anggita hingga dia jatuh ke lantai. "Jaga sikapmu, Anggita! kamu sudah keterlaluan. Sekarang juga aku minta kamu keluar dari kamarku, keluar!" bentak Nanta. Dia sungguh kecewa kepada Anggita. Selama ini, Nanta selalu menghargai Anggita. Tapi kali ini Anggita sudah keterlaluan. Hilang sudah semua sifat lembut yang selama ini melekat dalam diri Nanta. Meski dia seorang lelaki, tapi dia juga merasa dilecehkan dengan sikap Anggita yang tak menghormatinya.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai sensitif
Baca
+Pustaka
SaDriS

SaDriS

Sadris merasa bingung dengan sensasi ini,rasanya sangat berbeda dengan ciuman biasa,padahal cuman karna Mentos grape saja. Sadrispun membalas lumatan Ilmi lalu betapa kagetnya dia saat tau bahwa kini permen Mentos itu sudah ada dimulutnya... Awalnya sadris merasakan aneh pada rasa permen itu tapi setelah di emut agak lama rasa permen itu kembali manis... Sadrispun mendekat ke Ilmi dan melumati bibirnya lalu mengembalikan permen itu dari mulut ke mulut...
9.62.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai sensitif
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

tanyaku tiba-tiba mellow. Mas Wira menoleh dan menatapku. “Mungkin.” Aku menghela napas kecewa. “Sudah kuduga.” “Kamu ini kenapa kok kayak insecure banget sih?” Aku menunduk sedih. “Aku tuh sedih banget sering dikatain ‘Fita itu cantik tapi nggak sexy’, ‘Fita itu hampir sempurna tapi dadanya rata’, ‘Fita itu kayak bocah banget’.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai sensitif
Baca
+Pustaka
Tersesat

Tersesat

Meski demikian Zimat masih berteriak-teriak kesakitan. “Wis sak munu ae disik Mat, sesuk aku tak rene maneh. Kudune alon-alon ora keno dikasari. Engko suwu-suwi lak pulih,” (sudah segitu dulu Mad, besok aku ke sini lagi. Harusnya memang pelan-pelan tidak bisa dikasari. Nanti lama-lama kan pulih, Red-).
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sensitif
Baca
+Pustaka
Greedy

Greedy

Matanya terlihat sangat sayu dan bengkak akibat menangis terlalu lama. Bibi Sri mengernyitkan dahi mengamati kedua mata Sella yang membengkak. "Ada apa dengan matamu?" tanya Bibi Sri kepada Sella. Sella memegang sebelah matanya dan tersenyum. Ia menunduk sambil menggoyangkan kakinya. "Menurutmu?" "Apakah kamu habis menangis?" "Ya seperti itulah kira-kira." Entah angin dari mana. Tiba-tiba saja Bibi Sri menanyakan tentang keluarga Sella yang di mana hal tersebut terasa sangat sensitif bagi Sella.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai sensitif
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

Tatapan Shena terasa dingin dan membunuh. Kalah telak, peringatan Shena tidak main-main. Jika Shena sudah mengeluarkan aura dingin mematikan seperti ini dia tidak akan segan menghabisi bahkan membunuh siapapun yang membuat masalah padanya. Ali diam dia tidak mungkin bisa mengalahkan Shena terlebih lagi pendukung Shena dalam geng ini lebih banyak. Ali memilih pergi tanpa sepatah katapun meninggalkan teman-temannya di sana.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sensitif
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

kata Mahli mengagetkan Ira. “Apa yang kamu katakana Mahli, aku tidak akan mendengarmu,” kata Ira marah. “Yah marah lagi, kenapa sensi sekali sih,” kata Mahli. “Ngomong-ngomong kenapa dia diam saja begitu, tumben membaca dengan serius,” kata Mahli. Ira tersenyum. “Sudah lah kalau begini mah susah untuk menjawab mending aku diam saja lah menyaksikan kalian,” kata Mahli dan duduk diam.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai sensitif
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status