Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Aku sedang hamil delapan bulan dan menghadiri sebuah gala amal bersama suamiku, Bos Reyhan Dirgantara, ketika keluarga saingan menyerang kami. Kerumunan langsung panik. Seseorang mendorongku hingga aku terjatuh keras ke lantai. Darah berceceran di mana-mana. Reyhan kehilangan kendali, berteriak memanggil tenaga medis, putus asa ingin menyelamatkan bayiku. Namun ketika aku terbangun, mereka sudah pergi. Keduanya. Tidak ada bayi, tidak ada Reyhan. Aku teringat pada suara tembakan, dan Reyhan melindungiku dengan tubuhnya. Rasa takut yang dingin menyelimuti dadaku. Aku memaksa diri duduk di kursi roda dan meluncur cepat menyusuri lorong. Saat itulah aku mendengar percakapan Reyhan dan dokter itu. "Bos, maafkan saya. Kami sudah melakukan segala yang kami bisa. Bayinya … tidak berhasil diselamatkan." Air mata mengalir di wajahku. Mereka membunuh bayiku. Keluarga saingan itu membunuh bayiku. Tapi kata-kata berikutnya menghancurkan duniaku! "Hanya ada satu tim medis. Saya harus membuat pilihan. Selena … dia juga sedang mengandung anakku." Reyhan menghela napas, lalu memberi perintah, "Jangan ada yang memberi tahu Kayla. Dia akan membesarkan putra Selena sebagai anaknya sendiri. Dia akan menjadi satu-satunya ahli warisku." Aku menutup mulut dengan tangan, pandanganku kabur oleh air mata saat berbalik pergi. Pria yang kucintai ternyata penuh kebohongan! Baiklah. Jika dia menginginkan perang, akan kuberikan.
Short Story · Mafia
2.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aku adalah Isha, putri dari bos mafia nomor satu di Sisilia. Sejak kecil aku selalu memberontak. Ayah takut aku suatu hari bertindak gegabah dan menikah dengan orang yang tidak pantas, jadi dia langsung memberi perintah bahwa aku harus bertunangan dengan Luca, pewaris Keluarga Marino yang sedang naik daun. Meskipun ini pernikahan politik, setidaknya aku ingin memilih cincin yang kusukai. Oleh karena itu, aku menghadiri lelang keluarga mafia. Saat cincin permata penutup acara ditampilkan, aku mengangkat papan penawaran. Palu lelang bahkan belum jatuh ketika suara wanita yang arogan terdengar dari samping belakangku. "Gadis kampungan sepertimu berani ini menyaingiku? Empat miliar! Kalau tahu diri, cepat keluar sendiri." Tempat itu langsung hening selama beberapa detik, hanya terdengar suara rana kamera yang pelan. Aku menoleh dan melihat seorang wanita mengenakan gaun haute couture berwarna emas. Senyum santai menggantung di sudut bibirnya, seolah seluruh ruang lelang adalah panggung pribadinya. Belum sempat aku bicara, juru lelang sudah tergesa-gesa mengetukkan palu. "Terjual! Selamat kepada Nona Sophie yang berhasil mendapatkan cincin utama 'Bintang Abadi'!" Alisku mengerut dan amarahku membuncah. "Belum selesai dilelang sudah bisa diketuk? Tempat ini aturannya buruk sekali." Sophie berbalik dengan tatapan tajam, menilikku dari ujung sepatu hingga puncak kepala. "Aturan?" Dia mengejek, "Sayang, aku ini Sophie, adik angkat Luca, pewaris Keluarga Marino. Di sini, akulah aturan!" Aku tak bisa menahan tawa. Kebetulan sekali, Luca adalah nama tunanganku. Aku segera mengambil ponsel dan menekan nomor yang sudah kuhafal. "Luca,'adik angkatmu’ baru saja merebut cincin pertunanganku. Kamu mau gimana?"
Short Story · Mafia
28.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Perebutan Gaun Pertunangan yang Berakhir Tragis

Perebutan Gaun Pertunangan yang Berakhir Tragis

Aku tumbuh besar di luar negeri. Ibuku takut aku akan mencarikannya menantu orang asing. Jadi, dia mengaturkan tunangan yang tampan dan berbakat untukku di ibu kota, juga memintaku untuk pulang dan bertunangan. Aku pergi ke sebuah toko barang mewah untuk memilih gaun pertunangan, lalu jatuh cinta pada sebuah gaun panjang tanpa tali berwarna krem. Ketika aku hendak mencobanya, wanita di sebelahku melirik gaun di tanganku dan berkata kepada pramuniaga, "Model gaun ini cukup unik. Aku mau coba." Si pramuniaga langsung merampas gaun itu dari tanganku dengan kasar. Aku pun berkata dengan kesal, "Segala sesuatu harus ada urutannya. Aku yang duluan lihat gaun ini. Kalian nggak punya aturan?" Namun, wanita itu menatapku dengan penuh penghinaan dan menjawab, "Gaun ini harganya 376 juta. Mana mungkin orang miskin sepertimu mampu membelinya? Aku ini adik angkat Nicholas Kurniadi, presdir Grup Kurniadi. Di ibu kota, cuma Keluarga Kurniadi yang berhak tetapkan 'aturan'!" Kebetulan sekali! Bukankah Nicholas itu tunanganku? Aku langsung menelepon Nicholas dan bertanya, "Adik angkatmu rebut gaun pertunanganku. Gimana kamu mau selesaikan masalah ini?"
Short Story · Realistis
6.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Setelah Rasa Itu Sirna

Setelah Rasa Itu Sirna

Di jamuan makan, suamiku yang dikenal sebagai pelukis genius itu menggunakan tangannya yang diasuransikan senilai triliunan untuk mengupaskan kepiting bagi asistennya. Semua itu hanya demi membujuk asisten yang sedang tak nafsu makan itu agar mau menyantap sedikit makanan. Sementara itu, aku minum alkohol sampai muntah darah demi menarik investasi untuknya. Saat itu aku hanya meminta dia mengambilkan obat maag untukku. Namun, dia langsung menolak, "Tanganku ini dipakai untuk melukis. Kamu sendiri nggak punya tangan, ya?" Sepuluh tahun lamanya, bahkan alasan penolakannya pun tak pernah berubah. Hari itu, aku tersadar dari mabuk di tengah angin dingin, lalu meminta pengacara menyusun sebuah perjanjian perceraian. Renzo, di perjalanan hidup yang panjang ini, kamu dan aku tak lagi searah.
Short Story · Romansa
4.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Melangkah Keluar dari Masa Lalu

Melangkah Keluar dari Masa Lalu

Setelah terlahir kembali, aku memutuskan untuk tidak terobsesi pada teman sejak kecilku, Jacky Halim. Di pesta ulang tahunnya, dia memasang plakat di pintu masuk. Dia menulis namaku di samping logo anjing, dilarang masuk. Jadi, aku sengaja pergi ke Hawai untuk menghindar jauh-jauh darinya. Dia bilang mual dan jijik saat mencium bauku di rumah, jadi aku pun memilih pindah rumah dengan patuh. Setelah itu, dia bilang setelah tamat nanti, dia tidak ingin menghirup udara kota yang sama denganku. Jadi aku cepat-cepat angkat kaki pergi dan tidak pernah kembali lagi. Terakhir, dia bilang keberadaanku gampang membuat wanita idamannya salah paham. Aku menggangguk kepala. Tak lama kemudian, aku pun menemukan pria lain dan mengumumkan hubungan kami. Di kehidupan kali ini, aku selalu membuat keputusan yang berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Semua ini hanya karena di kehidupan yang sebelumnya, saat impianku menikah dengan Jacky terwujud, wanita idaman Jacky bunuh diri dengan loncat dari tebing. Dia menuduhku sebagai dalang pembunuhnya. Dia pun mulai menyiksaku, sampai akhirnya aku mati dan mayatku menjadi santapan ikan. Di kehidupan kali ini, aku hanya ingin hidup tenang. Kemudian, saat aku merangkul tangan pacar baruku. Jacky malah mengadang di tengah jalan dengan mata merah padam. “Vivi, kalau kamu ikut denganku sekarang, aku akan memaafkan semua lelucon yang kamu buat.”
Short Story · Reinkarnasi
9.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Tato Pengkhianatan Itu Sudah Kuhapus

Tato Pengkhianatan Itu Sudah Kuhapus

Lima tahun setelah pernikahanku dengan Yovan Murdaya, seorang Bos Besar mafia, dia meninggalkanku dalam keadaan sekarat saat baku tembak untuk menyelamatkan selingkuhannya, Diana. Aku terbangun tiga hari kemudian di kamar VIP rumah sakit. Tanpa ada permintaan maaf. Yovan bersikap dingin. “Kau itu istriku, tentu saja sudah tahu resikonya. Jadi, jangan lebay.” Lalu, dia menambahkan, “Tapi, Diana berbeda. Dia itu rapuh dan membutuhkanku.” Setelah itu, selama tiga bulan aku diabaikan. Seperti biasa, dia berharap akulah yang akan menyerah dan kembali memohon maaf. Tiga bulan kemudian, aku menyerahkan kesepakatan dengan orang Irlanda kepada Diana begitu saja. Itu kesepakatan besar yang telah kubangun sendiri selama setengah tahun. Yovan mengira itu artinya aku sedang membujuknya. Dia tersenyum, sesuatu yang langka dan tulus akhir-akhir ini. “Sudah kuduga kau akan berubah pikiran. Sebagai hadiah, kita akan pergi ke Vergasi. Aku tahu kau selalu ingin pergi ke sana.” Keesokan harinya, Diana mengeluh bosan, dan Yovan kembali mengingkari janjinya. Dia malah membawa wanita itu ke Vergasi, dan mengatakan padaku bahwa itu karena ada urusan keluarga yang mendesak. Kali ini, aku tidak menangis, juga tidak membuat keributan. Yovan senang aku menjadi begitu pengertian. Tapi dia tidak tahu bahwa sebenarnya aku sudah memutuskan semua hubungan dengan Keluarga Murdaya. Dan, bahwa dia sudah menandatangani surat perjanjian cerai kami. Akhirnya, aku bebas.
Short Story · Mafia
1.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Saat kabar kematian suami asuh itu datang, aku tidak menangis dan tidak buat keributan. Aku justru segera menarik kembali saham miliknya dan mengurus surat kematian. Aku melakukan semua itu karena aku telah terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya, ayah khawatirkan aku, putri keluarga terkaya akan menderita setelah menikah. Sehingga beliau memilihkan tiga orang suami asuh, lelaki yang sejak kecil dibesarkan untuk menjadi pendampingku. Dari ketiganya, aku memilih Kevin yang paling menonjol untuk jadi suamiku, tetapi baru tiga hari setelah pernikahan, dia tiba-tiba meninggal mendadak. Dalam kesedihan, atas bujukan dua orang lainnya, aku memadamkan niat untuk menikah lagi dan menjalani hidup sebagai janda hingga akhir hayat. Namun, pada usia 80 tahun, ketika aku kembali ke Provens, tempat kenangan cinta kami, aku justru melihat Kevin yang telah mati 60 tahun lalu. Dia hidup bersama pengasuhku yang dulu menghilang, dikelilingi anak dan cucu dan menikmati kehidupan yang begitu bahagia. Aku menyadari telah ditipu seumur hidupku. Amarah membuat pandanganku menggelap, lalu aku meninggal akibat pendarahan otak. Ketika kembali membuka mata, aku mendapati diriku telah kembali ke hari saat kabar kematiannya pertama kali datang. Aku ingin melihat sendiri bagaimana seorang mayat tanpa nama dan identitas bisa terus hidup.
Short Story · Romansa
1.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis

Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis

Menjelang hari perkiraaan lahir, pembukuan senjata Keluarga Gumar tiba tiba mengalami kebocoran besar. Petinggi keluarga langsung mengambil keputusan. Mereka menyuruhku, istri pemimpin yang katanya tidak ada kerjaan, pergi sendiri ke gudang senjata untuk melakukan pemeriksaan. Aku kira itu hanya tugas rutin biasa. Tak kusangka, adik angkat suamiku, Mikha, memanfaatkan kesempatan itu untuk meledakkan seluruh gudang senjata. Ledakannya memekakkan telinga dan kobaran api menelan seluruh langit. Aku tertindih di bawah reruntuhan yang roboh, rasa sakit di perutku seperti disayat pisau. Namun, aku tidak menghubungi Justin lewat jalur pribadinya yang berprioritas paling tinggi. Aku malah memilih mengirim sinyal minta tolong kepada ayahku. Karena di kehidupan sebelumnya, pada detik pertama ledakan terjadi, aku menggunakan jalur prioritas itu untuk menghubunginya. Anakku akhirnya selamat. Namun, Mikha hancur tak bersisa dalam ledakan itu. Justin memang berkata tidak menyalahkanku. Dia mengatakan bahwa Mikha hanyalah orang luar, tidak sepenting ahli waris. Dia bahkan menghabiskan sejumlah besar uang untuk mendatangkan ahli kandungan yang menjagaku 24 jam dan menyuruhku tenang menunggu persalinan. Namun, tepat pada hari aku melahirkan. Dia sendiri yang mengunci aku dan anakku di dalam gudang kosong yang disiram bensin, lalu membakar kami hidup-hidup. Sebelum kesadaranku lenyap, lewat kobaran api yang menjulang tinggi, aku melihat wajahnya yang kejam seperti iblis. "Kalau bukan karena kamu sengaja mengulur waktu, Mikha nggak akan mati. Kamu pikir kamu bisa menipuku dengan pura-pura jadi korban tak bersalah? Mimpi!" "Kamu suka bermain api, 'kan? Baik, akan kubiarkan kamu merasakan sendiri keputusasaan terakhir Mikha!" Saat aku membuka mata lagi, aku sudah kembali ke lokasi ledakan gudang senjata itu.
Short Story · Mafia
2.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat

Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat

Pada hari peringatan lima tahun kebersamaan kami, pacarku Luis Loren memberiku sebuah gelang yang harganya tidak sampai dua ratus ribu. Malam itu juga, dia membelikan sebuah kapal pesiar seharga 20 miliar untuk cinta pertamanya, Paula Santoso. Aku menolak gelang itu. Dia malah mengataiku tidak pengertian. "Aku memberikan hadiah pada Paula demi saham perusahaan, bukan karena aku masih memiliki perasaan padanya." "Kamu hanyalah orang miskin, aku sudah berjanji akan menikahimu, memangnya masih nggak cukup? Padahal ini adalah ujian terakhir untukmu, Ziva, kamu gagal." Aku mengakhiri hubungan kami. Dia langsung melamar Paula. Lima tahun kemudian, kami bertemu di sebuah hotel mewah, tepatnya tempat diadakan Konferensi Bisnis. Perusahaannya akan segera menjadi pemimpin industri, dia masuk dengan menggandeng Paula. Ketika dia melihatku, aku sedang berdiri di kolam air mancur dengan pakaian yang berantakan. "Ziva." Dia berkata dengan nada sinis, "Dulu, kamu menolakku. Kamu nggak menyangka setelah berpisah denganku, hidupmu akan lebih buruk dari pengemis, 'kan?" "Jangan kira karena kamu merekayasa pertemuan ini dan menunjukkan betapa menderitanya hidupmu, aku akan mengasihanimu dan membawamu pergi." Aku mengabaikannya. Berlian biru kesayangan putraku yang ayahnya berikan sebagai hadiah ulang tahun pertama tidak sengaja jatuh ke dalam air mancur. Putraku menangis tersedu-sedu, aku harus segera menemukan berlian biru itu.
Short Story · Romansa
4.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Aku, putri tunggal sang raja judi, lahir dan tumbuh di tengah darah serta intrik. Ayah demi melindungiku, membesarkan sembilan pria untuk menjadi perisai hidupku. Begitu dewasa, aku harus memilih satu di antara mereka sebagai tunanganku. Namun, tanpa ragu aku mencoret nama Dikta Maulana, meski dialah yang selama ini ada di hatiku. Karena aku masih ingat jelas… di kehidupan sebelumnya, tepat di hari pertunanganku, aku diculik musuh keluarga. Paku beracun ditancapkan menembus telapak tanganku. Dengan tubuh gemetar, aku menelepon Dikta, berharap dia menyelamatkanku. Tapi yang kudengar hanya suara dinginnya, suara yang menghancurkan seluruh harapanku. “Larisa, jangan pakai lelucon membosankan ini. Lokasimu jelas-jelas masih di kamar hotel!” “Demi mendapatkanku, kamu bahkan rela membuat drama murahan. Menjijikkan!” Lalu… tawa manja seorang wanita terdengar di ujung telepon. Air mataku jatuh, mataku terpejam penuh putus asa. Saat sangkar besi ditenggelamkan ke dasar laut, air asin yang dingin menyesakkan hidung dan mulutku. Di sanalah hidupku benar-benar berakhir. Namun ketika membuka mata kembali… aku berada di hari saat ayah memintaku memilih tunangan. Kali ini tanpa ragu, nama pertama yang kucoret adalah Dikta! Tapi di pesta pertunanganku dengan Tomi Kurniawan… Kenapa dia justru menangis, memohon agar aku menikah dengannya?
Short Story · Romansa
5.1K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
789101112
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status