Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pada saat Syakia hampir pingsan, Shanti buru-buru memapahnya dan berseru, “Kamu sudah gila!” Saat ini, pandangan Syakia juga sudah kabur. Entah itu khayalannya atau bukan, dia sepertinya melihat wajah Shanti yang dipenuhi dengan kesedihan dan ketakutan. Syakia memaksakan seulas senyum lemah dan bertanya, “Ma ... Master, a ... apa aku sudah cukup ... tulus?” Sayangnya, sebelum sempat mendengar jawaban Shanti, Syakia sudah kehilangan kesadaran. Shanti menyentuh dahi Syakia dan ekspresinya sontak berubah.
9.3256.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai shakily
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Rini Hamid
beberapa kali baca novel diaplikasi ini, novelnya bagus, alurnya menarik, tp yg bikin bosan dan malas, terlalu panjang bab nya sampai ratusan bahkan ribuan, akhirnya.. malas sendiri dan memilih TDK melanjutkan membaca, sebagus dan semanarik apapun pasti bosan.......... semoga novel ini tdk demikian
Tetty Mulyowati
semoga cerita. ini tdk melulu tentang wanita yg tertindas,dianiaya dibuly,selalu jd korban pelecehan dan penganiyaan....sedih saya wanita yg ingin membaca dan mendengar wanita yg bahagia aman,nyaman,dan disayangi...apa trend nya begini cerita2 sekarang....
Baca Semua Ulasan
Suami Adikku Memuja Rahimku

Suami Adikku Memuja Rahimku

"Kamu baru saja menyalakan api yang nggak bisa kamu padamkan sendiri, Sekar," bisik Shaka rendah. Suaranya serak, dalam, dan mengirimkan getaran aneh yang menjalar ke seluruh saraf pusatku.
10158 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai shakily
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

ujar pria itu berbisik halus sambil terus menutup pernapasan Reina. “Kenapa? Kok matanya membesar gitu? Ah.. tangan sama kaki kamu juga gerak-gerak. Sabar ya... teman aku harus megangin kamu, supaya kamu gak banyak gerak,” bisik pria itu. “Hahahaha....” Tawa Yena pecah melihat ekspresi Reina yang bercampur aduk. “Bagus, bagus. Aku suka ekspresi itu. Ekspresi yang begitu ketakutan, begitu ingin lari dari semua ini. Hahahaha...”
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai shakily
Baca
+Pustaka
ASHOLE

ASHOLE

Rasa aneh yang menjalar begitu sukar untuk dijabarkan, tetapi Naya menikmati rasa yang memiliki kesan menyenangkan itu untuknya. "Aku emang terpesona sama kamu." Seringan kapas Rio berkata, tak tahukah laki-laki itu bahwa kalimatnya tersebut tak aman bagi kesehatan Naya? Gadis itu menarik napas dalam. Mendadak udara di sekitar kian menipis hingga timbulkan sesak pada paru-paru. Apalagi pompaan jantung yang tak terkontrol.
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai shakily
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

bisik Shena tajam, dia menyunggingkan smirk. Cup! Shena menyatukan bibir mereka, menghisap dengan kuat tidak memperdulikan Laura yang sudah memukul badannya beberapa kali. Dia tetap melanjutkan, setelah puas barulah Shena melepaskan tautan mereka, matanya menelusuri kembali wajah Laura. Lalu perhatiannya sepenuhnya terfokus pada tahi lalat yang tercetak di sana, conclear yang selalu menutupi tanda itu kini terhapus sebagian akibat ulah Shena. Tangannya menyentuh tahi lalat itu dengan lembut.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai shakily
Baca
+Pustaka
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

terangnya mencoba menenangkan hatiku. Aku mencoba berpikiran positif dengan mempercayai jawaban Kimie. Apalagi saat ku tanyakan langsung pada Shakira, jawabannya juga tidak berbeda jauh dengan Kimie. "Akhir-akhir Kimie memang sering tiba-tiba anget badannya, Jam," lapor Shakira dengan wajah sedih. "Akan ada lebam-lebam di tubuhnya dan kadang mimisan juga. Tapi--"
9.9195.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai shakily
Baca
+Pustaka
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

“Aku terlalu bodoh ya, sampai sejauh ini saja aku tidak tahu apapun.” Valery mengerutkan keningnya heran, sampai detik ini Valery tidak tahu akan maksud dari ucapan Shaka. Setelah sadar, Shaka juga tidak mendekati Valeri hanya sekedar bertanya apakah dia baik-baik saja? Shaka malah lebih memilih memanggil dokter untuk melihat keadaan Shaka. Tidak hanya itu, melihat Valery sudah sadar dari tidurnya saja Shaka juga tidak mendekat. Dia hanya melihat Valery dari kejauhan sambil melemparkan tatapan tajam yang jarang sekali Valery lihat.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai shakily
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status