(Bukan) Sepupu Idaman
Setelah tahu siapa yang berbicara, ia merotasikan bola matanya tanpa bersuara.
"Kalau lo kayak gitu dan dapat uang baru gue bangga, mungkin," lanjut orang itu.
"Lo bisa diem gak? Gue gak pernah lagi ganggu kehidupan lo tapi kenapa lo malah ganggu gue, ha?" Kesal, itulah yang dirasakan oleh penulis puisi tadi. Lawan bicaranya tersenyum sinis, merendahkan sang penulis.
"Udah deh, gue saranin sih buat lo berhenti aja. Masa depan lo itu suram sama kayak masa lalu lo. Suram! Buat apa juga lo nulis-nulis puisi gitu? Gak jelas!"
Bab Populer