KAMASEAN
balas Daniel.
Sean tampak menghembuskan napas jengah. Laki-laki di sebelahnya itu memang sangat keras kepala, bahkan melebihi dirinya. “Rumahku masuk gang kecil itu, mobil bagusmu ini tidak akan bisa masuk ke sana,” terang Sean akhirnya.
“Ohh,” sahut Daniel, lantas laki-laki itu merapatkan mobilnya di depan mini market. “Mari saya temani sampai depan rumahmu,” ujarnya.
Bab Populer