KAMAR KEDUA
lanjut Satria, lebih hati-hati, “aku temenin ke makam Prabu. Kamu dan Dio mungkin kangen.”
Sebulir air mata Sheza jatuh ke pipinya.
Sheza menelan dengan susah payah. Tapi ia mengangguk.
Dari kamar terdengar suara Dio berlari ke ruang makan dengan membawa ponsel Sheza.
“Ibun …! Ini Kakek!” seru Dio.
Saat ponsel diserahkan, nama Pak Rudi terlihat di layar. Sheza menghela napas, lalu menerima ponsel itu dari tangan Dio.