Rujak Pedas di Muka Istriku
“Manusia sepertimu itu sampah masyarakat, Ketrin. Kamu menggunakan wajah lugumu, nada bicaramu, manjamu. Kamu gunakan semua pesona yang diberi Tuhan untuk menjerat laki-laki. Membuat kami yang lemah iman ini dimanfaatkan oleh keluguanmu. Lalu kami hancurkan perasaan istri kami yang setia di rumah. Wanita penggoda sepertimu itu harusnya musnah dari bumi ini.”
“Kamu melemparkan semua kesalahanmu padaku, Adrian. Bukan aku yang salah. Kamu yang salah. Kamu yang menggodaku. Kamu yang menyakiti Ana.”
“Iya aku tahu, makannya aku akan menyerahkan diri ke polisi setelah menyelesaikan urusan kita.”
“Apa yang mau kamu lakukan, Adrian?”
“Membalas nyawa dengan nyawa.”
Ketrin berlutut. “Aku minta maaf, Ad