Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Takdir Tak Pernah Salah

Takdir Tak Pernah Salah

tanya Rani satu malam ketika Rama pulang hampir pukul dua dini hari. “Dinas,” jawab Rama singkat. “Jangan bohong. Aku mencium parfum asing. Bukan milikku.” Rama membuang pandangannya. “Jangan ikut campur.” “Mas, kamu ke karaoke, ya? Sama teman-temanmu itu?” suara Rani mulai bergetar. “Lalu kenapa kalau iya? Setidaknya aku tak membuka sosial media mantan seperti kamu!”
724 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai tak rela
Baca
+Pustaka
PERJALANAN PANJANG MERELAKANMU

PERJALANAN PANJANG MERELAKANMU

tanya Utari getir. Damar terdiam sesaat, menimbang setiap kata yang akan ia ucapkan. Lalu, dengan nada dingin namun tajam, ia menjawab, "Keyakinanmu pada Bhama aja nggak cukup, Tari. Kita butuh bukti."
984 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai tak rela
Baca
+Pustaka
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Hamparan bunga memenuhi seluruh kota, kembang api menerangi malam, semua orang mengetahuinya. Saat seorang tamu bercanda bahwa menikahi Niko adalah berkah yang kudapat dari kehidupan sebelumnya, Niko hanya tertawa dingin. Tanpa ragu, ia langsung mengusir orang itu dari pernikahan kami. Kemudian, dengan tenang dan lugas, ia berkata saat mengucapkan sumpah, “Aku adalah menantu Keluarga Ridwan.” “Hidupku milik Keluarga Ridwan, matiku pun tetap menjadi bagian dari Keluarga Ridwan.”
27.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai tak rela
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Setiap relik berbisik tentang harga yang sudah dibayar. Setiap langkah kuda memercik lumpur berwarna kehijauan, bercampur serpih kristal sihir. Angin lembah masih membawa sengau bau daging gosong di kejauhan burung gagak berputar. Di tengah jembatan, Caelum duduk bersila, tangan masih menggenggam tanduk itu seperti reliqui. Pundaknya turun naik, napas pendek antara lelah, duka, dan rasa bersalah.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai tak rela
Baca
+Pustaka
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

"Kak Abil itu kating aku di kampus dan kita sama sekali nggak ada hubungan spesial se-di-kit pun. Kami hanya sebatas te-man, t, e, m, a, n--teman." "Eh." Abil memutar tubuh bagian atasnya menghadap Rella. "Bukannya kita deket, ya? Kenapa malu-malu, sih, buat jujur kalo kita ada hubungan spesial? Bahkan lebih spesial dari martabak telur." Lagi-lagi Rella merotasikan bola matanya. "Nggak usah ngarang! Lebih baik habiskan makanan Kakak, aku sebentar lagi mau balik."
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai tak rela
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Kau tahu sekarang takkan ada lagi yang membiarkanmu pingsan di sana.” “Makanya aku harus pingsan di sana biar tahu siapa yang mau rela ke sana.” “Nanti menyesal kalau aku yang menghampiri.” “Memang, sih. Tapi mau bagaimana lagi?” “Turunkan kriteriamu.” “Tidak mau.” “Ibu pasti bangga melihat kita akur.” “Retorik.” Reila tertawa. “Aku yakin sudah dari lama Ibu heran melihat kita bisa akur seperti ini.”
1018.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai tak rela
Baca
+Pustaka
LOL

LOL

Pikir Nira “Ohh ya, perkenalkan ini temanku Darrel.” Ucap Tao memperkenalkan “Darrel perkenalkan ini Nira, member team basket kami dan itu Liza serta Afriya.” Tambahnya “Hallo aku Darrel. Senang mengenal kalian.” Ucap Darrel “Senang berkenalan denganmu juga.” Liza berucap dan dukungan senyuman kedua temannya “Apa tidak ada yang akan memperkenalkanku juga?” Tanya Arka konyol
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai tak rela
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status