Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor

Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor

Di malam ketika Peter menikah dengan wanita lain, Nindy menghancurkan rumah tempat mereka bersama selama delapan tahun!
11.9K viewsCompletedAdded to Library 310 Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
Kencan Buta Sang CEO

Kencan Buta Sang CEO

Haerani Eka
Shua selalu menggagalkan kencan butanya hingga suatu hari ia terpaksa menerima kencan buta yang diatur ibunya hanya untuk menyenangkan hati wanita paruh baya itu. namun siapa sangka teman kencan buta Shua saat ini adalah Dhexsel yang merupakan Boss sekaligu mantan pacar Shua saat gadis itu masih duduk dibangku SMA. kesalahan Dhexsel dimasa lalu membuat Shua sangat membenci lelaki itu. Lalu apa yang akan menjadi akhir dari Shua dan Dhexsel?
2.5K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
Rigecherta My Possesive Best Friend

Rigecherta My Possesive Best Friend

Tentang dua orang yang bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan. Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan. Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu. Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.
10848 viewsCompletedAdded to Library 33 Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
Kepincut Janda Tetangga

Kepincut Janda Tetangga

Devit adalah seorang dosen muda yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan salah satu mahasiswinya. Namun banjir mengakibatkan rumahnya harus segera direnovasi dan ia harus mengontrak sementara di dekat kampus. Pertemuannya tanpa sengaja dengan Juwita Meilani, anak pemilik kontrakan, membuat hatinya sedikit gamang. Janda muda beranak satu itu membuat Devit betah berlama-lama duduk di dekat jendela, hanya untuk melihatnya melayani pembeli di warungnya. Lalu, ke manakah hati Devit akan berlabuh?
9.5289.3K viewsCompletedAdded to Library 6.4K Times as tempat duduk bambu
Show Reviews (44)
Read
+Library
Callah
sukaaakkkkk bangeeeeettttt sm novel ini pake kumpliiittttt.... ga lebay konflik ringan tp berasa haru biru jg ada aahh mantaaabbb bgt lah pokokeeee..... apalagi pemerannya namanya sama hahahahahahaa *yg ini maksa*
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Iris Hitam Yang Terbakar

Iris Hitam Yang Terbakar

"Lepaskan pakaianmu. Buka lebar kakimu." "... Apa? Kenapa?" Suara itu memecah keheningan, dan jantungku berdebar kencang. Aku langsung refleks menutupi perutku. Itu adalah ulang tahun pertama pernikahanku dengan Alex, Sang Ketua Mafia Keluarga Riswaga. Aku sedang hamil dan ingin memberinya kejutan. Tetapi sekretarisnya yang bernama Lila, malah menutup mataku dan membawaku ke tempat yang asing ini. "Nyonya, berhentilah bersikap seperti korban. Merayu pria itu memang keahlianmu, bukan?" "Malam ini, di rumah lelang ilegal ini, kau akan menjadi barang terakhir yang dilelang." Rasa dingin menjalar di punggungku, dan suaraku pun bergetar. "Apa kau gila? Aku Nyonya Keluarga Riswaga dan aku sedang mengandung pewaris keluarga ini! Alex akan membunuhmu ...." Lila mencibir dan melepas penutup mataku. Cahaya yang menyilaukan menyinari diriku. Aku menyipitkan mata, dan perlahan, seorang pria yang duduk di bagian VIP mulai terlihat .... Itu Alex! Aku menatapnya tak percaya saat dia perlahan mematikan cerutu di tangannya. "Hamil? Anak haram siapa yang kau kandung itu?" "Ini anakmu!" teriakku. "Pembohong!" Dia mengangkat tangan, dan sebuah laporan dilemparkan ke arah kakiku. Huruf tebal bertuliskan: Kemungkinan hubungan darah: 0%, seakan membakar perih mataku. Dia lalu mendekat dan mencengkeram daguku. "Lila benar. Wanita sepertimu itu busuk sampai ke akar-akarnya." "Cintaku tak pernah cukup untuk memuaskan keserakahanmu." "Dan aku, Alex, tak akan pernah sudi membesarkan anak haram pria lain!" Kemudian hari, dia akhirnya mengetahui anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu begitu tenang, angkuh, dan terkendali itu berlutut di hadapanku dengan suara bergetar. "Celia, aku mohon padamu ... meskipun kau tak bisa memaafkanku, kumohon, izinkan aku menebus kesalahanku." Namun ... hatiku sudah tak merasakan apa pun lagi untuknya.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
Kenikmatan Di Kelas Bisnis

Kenikmatan Di Kelas Bisnis

Sahabatku setiap bulan terbang ke berbagai penjuru negeri, dan setiap kali selalu duduk di kelas bisnis. Setiap kali pulang, wajahnya tampak berseri-seri, seolah bercahaya. Aku tersenyum dan menggoda, “Apa sih, di kelas bisnis itu ada yang istimewa, ya?” Dia menatapku dengan makna tersembunyi dan menjawab, “Tentu saja istimewa. Mahasiswa polos, bos besar yang dingin dan berkuasa, bule tampan... Apa pun yang bisa kamu bayangkan, tak ada yang belum pernah kucicipi.”
91.1K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
563 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
Resepsi Pernikahan di Rumah Mertuaku

Resepsi Pernikahan di Rumah Mertuaku

Aku memotret suami serta istri barunya yang tengah duduk manis sambil saling melempar senyum di pelaminan lalu menjadikannya story di whatsapp-ku, supaya Mas Arya tahu kalau aku sudah mencium pengkhianatan yang sudah dia lakukan. Aku juga tidak akan mengirimkan uang walaupun hanya seperak, biar dia kelimpungan mencari sendiri buat biaya pernikahannya yang megah itu. Enak saja. Dia telah berkhianat, berani membagi cintanya tapi, aku yang harus memodalinya juga.
10182.4K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
Bintang untuk Langit

Bintang untuk Langit

Berpindah SMA tak hanya sekali, membuat orangtua remaja bernama Langit merasa keheranan dengan putranya. Hingga Langit akhirnya mau bertahan di salah satu SMA saat duduk di kelas 3. Langit bertemu Bintang, tapi sayangnya Bintang memiliki pemiliknya. Hingga suatu hari, Bintang datang untuk bertemu dengan Langit. Dengan tatapan sendu memandang Langit seolah hanya di sana tempatnya berharap. "Langit, bisakah kamu berikan aku cinta, agar aku melupakan apa itu rasa patah hati."
103.8K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
Kaisar Pedang Tertinggi

Kaisar Pedang Tertinggi

Zhi Shenzhen, seorang kultivator pedang tingkat tinggi yang mendampingi Kaisar Shi Long Chen dari Kekaisaran Wushen dalam menciptakan dunia yang penuh kedamaian, memilih untuk meninggalkan kekaisaran untuk berkelana setelah kedamaian tercipta. Sempat diminta menjadi penerus Kaisar Shi Long Chen, namun ditolaknya. Zhi Shenzhen dalam berkelana, singgah disebuah tempat untuk mengasingkan diri semnatar waktu. Namun sia sangka jika dia mengasingkan diri terlalu lama hingga ribuan tahun. Saat dia terbangun dan keluar dari pengasingan, keadaan dunia kembali kacau dengan banyaknya perebutan kekuasaan, Bahkan kekaisaran Wushen runtuh. Melihat Kekacauahn yang ada, Zhi Shenzhen memutuskan untuk kembali menciptakan kedamaian dengan caranya sendiri. Ia berkelana kembali dari satu tempat ke tempat lainnya sembari menumpas kejahatan yang ada. Satu hal yang menjaadi tujuan akhirnya selain membuat kedamaian, yaitu kembali kekaisaran Wushen, memenuhi permintaan teman seklagius kaisar Shi Long Chen yang telah tiada. Yaitu menjadi Kaisar Pedang Tertinggi.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 269 Times as tempat duduk bambu
Read
+Library
PREV
1
...
1011121314
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status