TEMAN WANITA AYAHKU
Pandangan mereka bertemu di udara, tajam dan tanpa tedeng aling-aling.
Ketegangan menggantung di antara keduanya seperti kabut yang menggumpal sebelum badai. Aku duduk mematung, tubuh ini terasa tegang seperti senar yang siap putus. Tak ada satu pun dari mereka yang bicara, tapi suara dalam dada mereka jelas terdengar, ada kemarahan, kekecewaan, dan tentu saja dendam.