Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rayuan Maut Dokter Cantikku

Rayuan Maut Dokter Cantikku

Dia menarik napas dengan susah payah. “Buang napas.” Kananta menegang seperti tiang listrik yang terhubung arus, otot-ototnya kaku semuanya. “Kamu kaku banget,” komentar Zinia. “Aku tidak kaku.” “Kamu kaku bahkan sebelum aku sentuh. Lihat, tangannya kamu bergetar.” “Itu fitnah.” Zinia memompa manset perlahan, tekanan meningkat perlahan-lahan. “Tensi naik. 140/90. Apa karena aku?”
678 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai tensed
Baca
+Pustaka
Greedy

Greedy

Dia pergi dengan perasaan marah, sambil membawa segelas air putih. Semua pelayan yang sedang menyaksikan itu merasa sangat tegang. Baru kali ini mereka melihat amarah David yang berapi-api. Memang sudah biasa mereka mendengar pertengkaran mereka. Akan tetapi, kali ini benar-benar beda. David terlihat sangat kasar. Lihat saja, bahkan dia menendang potongan piring sembarang. *** "Begitu saran saya Tuan. Apakah bisa?" tanya Sella kepada Bara.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai tensed
Baca
+Pustaka
TWELVE

TWELVE

Reiki. “Ko bengong.” “Hey, Fidela Rawnies,” Tangannya melambai di depan wajahku, aku mengerjap mataku bertemu dengan mata teduh miliknya. “Kenapa kamu tegang?” wajahnya penuh tanya melihat aku yang terlihat ketakutan. “Nggak pa-pa Pak,” tersenyum padanya, rasanya aku ingin tertawa melihat wajah penasarannya itu, membuatnya semakin manis. Astaga Fidela dia dosenmu. Aku menpuk kening.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai tensed
Baca
+Pustaka
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Bara dengan cepat menyentil kening Jay dengan sedikit keras, menjadikan sang empu meringis mengusap keningnya. "Sekali aja lo mikir tentang tunangan gue. Gue jamin lidah lo itu gak bakal bisa berucap lagi!" tekan Bara membuat Jay bergidik ngeri. Bos nya itu jika sudah berkata tegas penuh penekanan, maka ia sedang dalam mode marahnya. "Hehe." Jay mulai cengengesan, hal itu tentu membuat jijik bagi yang melihat. "Gue cuman bercanda kali, Bos."
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 942 kali sebagai tensed
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Aku tetap harus menjalani fase ini. "Kamu deg-degan, Ra?" Aku menoleh ke arah Mas Elman yang duduk di sampingku. Bisa kulihat jelas wajah tegangnya. Aku hanya menghela nafas, seraya mengangguk pelan sebagai jawaban atas pertanyaannya. "Sama, aku juga deg-degan banget. Lihat nih!" Mas Elman menunjukkan kedua telapak tangannya yang basah padaku. "Saking groginya, aku sampai berkeringat dingin," lanjutnya kemudian.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai tensed
Baca
+Pustaka
Hasrat CEO Yang Mengancam

Hasrat CEO Yang Mengancam

Di atas meja kerja yang rapi di dalam kamar mewah itu, dua telapak tangan Tristan mengepal kuat. Urat-urat di punggung tangannya tampak menonjol, seolah menahan sesuatu yang hampir meledak. Ketegangan itu bahkan menjalar hingga ke leher dan wajahnya. Rahangnya mengeras, napasnya berat, dan sorot matanya terlihat tajam sekaligus gelap.
9.97.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai tensed
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

tanya nya bingung. ****
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai tensed
Baca
+Pustaka
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

Tanganku berkeringat dingin karena ketakutan. Aku sesekali melirik ke arah spion tengah untuk melihat ekspresi Argan. Wajahnya datar dan dingin seperti tembok beton. Dia tidak terlihat marah yang meledak-ledak, dia hanya diam menatap jalanan di depan. Namun, rahangnya terlihat mengeras dan tangannya mencengkeram setir mobil dengan sangat kuat sampai buku-buku jarinya memutih. Itu tanda kalau dia sedang menahan emosi yang sangat besar. Aku tidak berani bertanya atau mengeluarkan suara sedikit pun karena takut dia akan mengamuk di tengah jalan tol.
825.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 979 kali sebagai tensed
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status