Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ME AND PRINCE

ME AND PRINCE

BAB 87 KETEGANGAN Mereka semua sedang sama-sama tegang seolah gesekan sedikit saja siap membuat situasi meledak. Meski Gerald sudah berusaha bersikap tenang untuk terlihat manusiawi dan lebih penyabar, tapi auranya tetap sangat dominan. Dingin, kaku, dan keras, samasekali tidak cocok berada di antara mereka. Cuma Pangeran Husain yang tetap terlihat nyaman di gendongan Gerald.
9.9981.0K viewsCompletedAdded to Library 39.2K Times as tensed
Show Reviews (109)
Read
+Library
Spilledout
Cerita yg halunya ga nanggung2. Kalimat yg mnggambarkan karakter, fisik, kekayaan sangat hiperbola. Alur di cerita awal2 enak utk dibaca saat2 gabut. Tapi makin ke bawah keknya authornya makin stress manuver ide ceritanya sendiri sampe di titik kyk sinetron indosiar, bisa terbang, hilang mati hidup
Caroline Things
1 bab skrg terbagi 2 cerita.. mohon utk tdk dipadukan antar 2 cerita di dlm 1 bab thor krna sbg pembaca hnya demi utk membaca cerita jacob dan harumi hrs juga mengeluarkan koin utk membaca crta yg blm aku suka baca.. jadinya spt mengeluarkan koin 2 kali lipat hnya utk membaca 1 cerita..
Read All Reviews
MENJEMPUT ISTRIKU

MENJEMPUT ISTRIKU

Lebih tajam. Bukan sekadar gelisah. Bukan sekadar cemas. Sesuatu yang menekan dari dalam, seperti ada yang menariknya… ke suatu arah yang tidak bisa ia lihat. Dada Hugh mengencang. Napasnya kembali terpotong. Ia menelan ludah, tapi tenggorokannya terasa kering. ‘’…Apa ini…’’ Tangannya mencengkeram lebih kuat. Tubuhnya condong sedikit ke depan, tanpa sadar—seolah bersiap bergerak lagi.
2.8K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as tensed
Read
+Library
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

katanya. Ren menahan napas sejenak, merasakan ketegangan yang merayap di antara mereka. “Kelihatannya seperti itu,” jawabnya singkat, sikapnya tetap tenang meski ada sesuatu dalam suara Mr. Caiden yang membuat kulitnya merinding.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as tensed
Read
+Library
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

Keringat dingin mulai membasahi lehernya, tanda nyalinya menciut. Di balik pintu kamar mandi yang gelap, Adrian menyimak setiap kata dengan napas tertahan. Urat lehernya menegang, jantungnya berpacu seiring dengan makin panasnya pertengkaran di luar. Dia mengepalkan tinju hingga buku jarinya memutih, bahunya bersandar kaku pada daun pintu jati itu. Seluruh otot tubuhnya tegang, siap meledak dan mendobrak keluar kapan saja. Dia hanya menunggu saat yang tepat untuk muncul.
10106.3K viewsCompletedAdded to Library 3.8K Times as tensed
Read
+Library
Tes

Tes

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as tensed
Read
+Library
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

Ruang tamu di kantor Menara Naga Perang terasa dingin meski matahari masih menggantung di langit. Ketegangan melingkupi udara seperti kabut yang tak terlihat. Rendy berdiri tegak di hadapan Vera, matanya menyala tajam seperti bara yang menyala pelan namun pasti. Nafasnya teratur, tapi suara yang keluar dari bibirnya menyimpan gelegak emosi yang ditahan dengan susah payah.
1030.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as tensed
Read
+Library
Tetangga Meresahkan

Tetangga Meresahkan

Tetangga Meresahkan Bab 15 Bu Darmi sepertinya sudah bisa menguasai rasa gelisahnya. Karena wajahnya terlihat mulai sedikit tenang. "Memang apa yang Saya lakukan?"ucapnya pura -pura tenang. "Eeehhhmmmm... Yang bener Bu Darmi tidak tahu,"ucapku mengejek. "Ya kalau Saya tahu, untuk apa saya bertanya sama kamu!"jawabnya ketus
104.3K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as tensed
Read
+Library
Difficult

Difficult

Tania masih memberikan tatapan tajamnya. Leo menatap Jimmy yang menahan tawa melihat dirinya di marahin oleh Tania, “Mami nggak marahin Jimmy?” Tania mengerutkan keningnya menatap Jimmy yang juga sama bingungnya “Nggak usah mengalihkan perhatian dengan bawa orang lain.”
6.7K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as tensed
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Kaizen memutar bola matanya jengkel "Yah ... Katakan itu pada sesuatu yang ada dibawah sana, Winter. Kau pikir aku tak bisa merasakannya?" Winter tertawa canggung dan mengeratkan pelukannya "Maaf, bisakah aku tetap seperti ini sejenak?" Pihak lain segera berusaha mendorongnya pergi "Winter, aku menjanjikan mulutku dan bukan pahaku. Jadi enyahlah, kau membuatku tidak nyaman." Namun gerakan Kaizen dan keengganan Winter untuk melepaskan, justru menimbulkan gesekan pada tempat tertentu
104.8K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as tensed
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

kata Speranza dan berjalan menuju kamarnya. Caiden terdiam menatap punggung Speranza. Air matanya jatuh tanpa diminta. Dia sedang dalam dilema. "Maaf." **** Yasa menghidupkan handphonenya lalu mematikannya kembali. Yasa terlihat sedang gelisah. Entah apa yang mengganggu pikirannya saat ini. Byakta memperhatikan Yasa dengan bingung. Dia menyenggol siku Yasa membuat Yasa menatapnya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as tensed
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status