TERPAKSA
Malam itu menjadi malam yang sangat panjang, tidak banyak kata yang terucap dari mulut kami berdua, hanya ada deru nafas yang tersengal, desah yang mengalun dan eranganku yang memecah kesunyian ruang tidur yang besar itu.
Pak Manager benar-benar seperti menghukumku, beliau terus menhujam tubuhku, mengguncang raga-ku dan menguras energi-ku terus menerus tanpa ampun. Nyaris saja aku kehilangan sadarku, nafasku terasa sangat sesak dengan tenggorokanku yang mulai sakit. Pak Manager merobohkan tubuhnya disampingku untuk ketiga kalinya, aku merasa mataku berkunang-kunang. Aku mengguncang lengan Pak Manager.
Hot Chapters