Ketika Istriku Minta Talak
tanyaku gugup.
“Ya, aku sangat mencintaimu, Embun. Aku sangat menginginkanmu. Rasa ini sudah terpendam sangat lama. Sudah saaaaaangat lama. Saat awal kita masih bersama dulu, saat kau masih berseragam putih abu-abu. Aku menahan rasa ini, Embun. Hingga detik ini, tak jua pernah berubah. Taukah kau, bahwa tiada seorang wanitapun yang bisa menggantikan posisimu di hati ini? Dan kini, kau sudah ada di sini, di sisiku, bersamaku, bahkan di dalam pelukanku. Masihkah aku harus memendamnya? Aku tak sanggup lagi, Sayang! Aku bisa gila kalau kamu memintaku bersabar lagi.”