Cintanya yang Terlupakan Kembali: Kembalinya Mantan Istri
“Bagaimana kabarmu?”
“Aku sudah jauh lebih baik. Terima kasih atas segalanya,” katanya dengan lembut.
“Sama-sama,” jawabku. Lalu, dengan suara lebih pelan, “Tapi ini akan jadi kali terakhir kamu mengucapkan terima kasih padaku. Kamu harus berhenti. Ini mulai terasa bukan lagi seperti rasa syukur, melainkan lebih seperti formalitas di antara orang asing.”