WANITA BAYARAN
Resleting yang menautkan tas itu sudah terbuka seutuhnya, dadaku semakin berdebar, tak sabar untuk segera mengetahui apa isi di dalamnya.
Huft ... akhirnya aku bisa bernapas lega, ternyata alat-alat berupa senjata tajam tidak ada di sana, melainkan beberapa macam alat kecantikan berupa make-up dan kawan-kawannya, yang aku sendiri tak paham. Tetapi setidaknya itu bukanlah satu hal yang menakutkan.
"Bisa kita mulai, Nona?" tanya Miranda padaku. Wanita yang kuperkirakan lebih tua beberapa tahun dariku itu mulai mengikat rambutku, mungkin agar mereka bisa leluasa memolesi wajahku.
Bab Populer