Exit
April membanting pelan sendok ke dalam mangkok, mendesah kesal, mengambil garpu dari tempatnya.
Aku hanya bisa menatap heran sekaligus kasihan. Heran kenapa tiba-tiba April melempar sendok, seperti sedang meluapkan kekesalnnya, kasihan karena mengapa tidak sedari tadi ia menggunakan garpu, malah lebih memilih untuk keukeh memotong mie dengan satu sendok yang dimana pasti melelahkan tangan.
“Wah. Pilihan yang bagus dong.” Aku memuji pilihan Papahnya April, beliau memang selalu memberikan yang terbaik untuk April.
Hot Chapters