FORBIDDEN SCANDAL
“Semoga berjalan dengan lancar, ya. Jangan lupa undangannya. Awas kalau lupa.”
“Pasti itu. Tapi buat kamu, nggak perlu undangan. Special for you sebagai sahabat dan calon ipar,” ucapnya.
***
Hari ini Sarah sudah kembali ke negaranya, bersama Harun untuk meminta restu kepada orang tua Sarah menuju ke pernikahan mereka. Dari bandara, aku pun memutuskan untuk langsung pulang saja. Aku sedang malas ke kantor. Tiba-tiba saja dada ini seperti ada yang mengganjal. Sesak, serasa ingin menangis dan teriak lepas. Hati ini rasanya benar-benar tak enak. Entahlah. Apa karena aku merasa kehilangan Sarah yang sudah menemaniku selama ini?