Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Aku tidak lagi takut pada hal-hal yang tidak pernah kurencanakan. Karena aku tahu, selama aku berjalan dengan kejujuran— pada mimpiku, pada ketakutanku, pada perasaanku— aku tidak akan benar-benar tersesat. Dan di tengah ketidakpastian itu, aku membawa satu keyakinan sederhana: Apa pun bentuk masa depan nanti, aku ingin menjalaninya sebagai Rania yang berani melangkah— bukan Rania yang berhenti karena takut kehilangan.
10856 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as jangan takut untuk melangkah
Read
+Library
Pijatan Nikmat Sang CEO

Pijatan Nikmat Sang CEO

"Keberanian. Bukan ketiadaan ketakutan, tapi keputusan untuk tetap melangkah meskipun takut." Arissa merasakan matanya mulai berkaca-kaca. "Aku masih takut, Nate. Setiap hari. Aku takut membuka diri terlalu banyak, takut mempercayai terlalu dalam, takut merasakan terlalu kuat." "Aku tahu," Nathaniel mendekat, tangannya lembut menyentuh pipi Arissa. "Dan tidak apa-apa untuk takut. Yang penting kau tidak membiarkan ketakutan itu menahanmu dari hidup."
3.9K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as jangan takut untuk melangkah
Read
+Library
Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Tidak merasa perlu menambahkan apa pun. Di titik ini, ia tahu dua hal sedang bergerak mendekat tawaran yang bisa mengubah perannya, dan masa lalu yang mencoba memastikan masih punya suara. Ia tidak tahu mana yang akan ia hadapi lebih dulu. Yang ia tahu hanya satu: ia tidak ingin lagi melangkah karena dorongan, rasa bersalah, atau ketakutan tertinggal. Jika ia melangkah, ia ingin melakukannya dengan tubuh dan pikirannya utuh.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as jangan takut untuk melangkah
Read
+Library
Anak Pulau: Pembawa Kekuatan Legenda

Anak Pulau: Pembawa Kekuatan Legenda

“Aku tahu Kakanda. Kita semua memiliki ketakutan. Tetapi, seperti yang kita pelajari di sini, kita tidak bisa membiarkan ketakutan itu menghentikan kita. Kita harus melangkah meskipun ketakutan itu ada. Karena hanya dengan melangkah, kita bisa tahu apakah kita siap atau tidak.” Patiwaji merasakan kehangatan dari sentuhan Mariam yang lembut, dan dalam hatinya, ia tahu bahwa kata-kata itu benar. Ketakutan adalah bagian dari perjalanan ini, tetapi itu tidak boleh menghentikan mereka untuk terus maju. Mereka harus berani mengambil langkah pertama, bahkan jika langkah itu penuh dengan ketidakpastian.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as jangan takut untuk melangkah
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Aku takut.” Ratih mengelus rambutnya pelan. “Tak apa, Nagara. Semua yang hal besar selalu dimulai dari rasa takut. Tapi kalau kau mengikuti rasa, bukan ketakutan, maka langkahmu akan benar.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as jangan takut untuk melangkah
Read
+Library
Mimpi Cinderella

Mimpi Cinderella

Aku nggak takut! Langkahku mantap seperti diiringi genderang perang. Tak ada kata mundur dalam kamusku. Maju terus. Jreng jreng jreng jreng .... Aku berdiri di depan pintu bercat cokelat itu. Tangan ini sudah terulur hendak membukanya. Namun entah mengapa, aku malah ragu. Bismillah. Duh Gusti ... lindungilah aku!
107.6K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as jangan takut untuk melangkah
Read
+Library
Rahasia sang Pewaris

Rahasia sang Pewaris

Melangkah ke Depan Dalam sebuah acara komunitas, Aria memberikan pidato tentang harapan dan keberanian. “Kita tidak bisa menghapus luka masa lalu, tetapi kita bisa memilih untuk tidak membiarkan luka itu mendefinisikan kita. Keberanian bukanlah tidak merasa takut, tetapi melangkah maju meskipun kita tahu ada risiko di depan. Kita mungkin tidak bisa mengubah dunia dalam semalam, tetapi setiap langkah kecil membawa kita lebih dekat ke masa depan yang lebih baik.”
91.2K viewsCompletedAdded to Library 25 Times as jangan takut untuk melangkah
Read
+Library
Terjerat Gairah si Om Suami

Terjerat Gairah si Om Suami

Tapi di balik rasa takut itu, ada sesuatu yang baru tumbuh di dalam dada Jena. “Kalau Mas Abas aja nggak nyerah sama aku… kenapa aku harus nyerah sama diri aku sendiri? Mas Abas bener, aku nggak bisa terus lari. Aku harus belajar maafin diri aku, sekecil apa pun langkahnya. Mungkin nggak sekarang, tapi suatu hari nanti, aku pengen bisa bilang ke diri sendiri, ‘Aku udah nggak takut lagi’,” batinnya. Jena menutup matanya rapat, tetap menyandarkan kepalanya di bahu Abas.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as jangan takut untuk melangkah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status