Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat dalam Gelapnya Bioskop

Hasrat dalam Gelapnya Bioskop

"Enak nggak?" "Hmm... suamiku saja nggak pernah memperlakukan aku seperti ini!" Malam itu, di sebuah bioskop privat, aku sengaja menggoda suamiku, membiarkan tangannya yang besar meraba pinggang dan bokongku. Namun, ketika menoleh, aku baru menyadari bahwa aku salah orang, dia ternyata pria asing. Pria itu bahkan lebih perkasa daripada suamiku, dan berhasil menaklukkan aku sepenuhnya...
Cerita Pendek · Gairah
174.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Manis di Bibir, Pahit di Takdir

Manis di Bibir, Pahit di Takdir

Devan Atmadja, pria yang katanya mencintaiku sepenuh hati. Di mata orang lain, dia adalah suami teladan… pria idaman. Namun, dia telah mengkhianatiku tiga kali. Pertama kali, tiga tahun lalu. Sahabatnya, Dion Prasetya, meninggal demi menyelamatkannya. Devan menyembunyikan semuanya dariku, lalu diam-diam menikah dengan pacar Dion, Keira Maheswari. Hatiku saat itu hancur. Aku sudah bersiap pergi. Namun, malam itu juga, dia mengirim wanita itu ke luar negeri, lalu berlutut di hadapanku, memohon dengan penuh kesedihan. “Viona… Dion mati demi aku. Aku harus menjaga istrinya. Surat nikah itu hanya jaminan untuk Keira. Setelah membalaskan dendam Dion, aku akan menceraikannya. Satu-satunya wanita yang kucintai… hanya kamu!” Dan bodohnya… aku memaafkannya. Setahun kemudian, Devan justru mengumumkan status Keira sebagai nyonya besar keluarga di depan semua media. Dia kembali memberiku penjelasan. “Keira adalah putri tunggal Keluarga mafia Maheswari. Pernikahan ini adalah bentuk aliansi demi membalas dendam untuk Dion! Kami sudah sepakat, setelah semua selesai, aku akan menceraikannya… lalu menikahimu!” Lagi-lagi aku percaya padanya. Kemudian setahun lalu, di sebuah pesta, Devan dijebak dan menghabiskan malam bersama Keira. Dia menutupinya dariku. Sampai dua minggu lalu, ketika aku melihatnya sendiri, dia menemani wanita itu melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit. Dengan tatapan yang tak sanggup bertemu denganku, dia berbisik, “Viona, ini cuma kecelakaan. Setelah dia melahirkan, aku akan mengirimnya pergi. Anaknya akan diasuh orang tuaku, dan seumur hidup mereka tak akan pernah muncul di hadapanmu.” Dengan dalih cinta, Devan membuatku terus mengalah. Tapi hari ini… aku sadar. Tak ada lagi masa depan untuk kami. Sudah saatnya… aku pergi.
Cerita Pendek · Mafia
7.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran

Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran

Aku sudah mau menikah, tapi bukan dengan pacarku, Soren yang sudah berpacaran selama enam tahun. Karena pacarku yang merupakan bos mafia Meksi, terlalu sibuk membicarakan pekerjaan dengan wakil perempuan barunya, Thea. Bahkan sampai melupakan aku, pacarnya yang sudah berpacaran selama enam tahun. Dia bahkan lupa tentang janji kami untuk mengadakan pernikahan pada hari peringatan enam tahun hubungan kami. Pada pesta natal, dia memesan kue kacang kesukaan Thea, tapi lupa bahwa aku alergi kacang. Saat teman-temannya sedang bercanda, sepotong kue mengenai tepat di wajahku. Aku langsung pingsan seketika. Setelah sadar, aku bilang pada ibuku, bahwa aku tak mau menikah dengan Soren lagi dan ingin pulang.
Cerita Pendek · Mafia
4.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain

Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain

Menjelang pernikahanku dengan Damar, aku mengganti pengantin wanita dengan mantan kekasihnya, Sinta Lestari. Semua itu kulakukan karena aku tidak sengaja mengetahui satu hal. Damar menikah denganku hanya karena wasiat terakhir dari ayahku. Alasan kami tidak pernah bersentuhan selama lima tahun hubungan kami, ternyata bukan karena dia khawatir akan penyakit jantungku, melainkan karena dia menjaga dirinya untuk Sinta. Jadi, saat aku tahu bahwa Damar diam-diam membangun rumah tangga lain bersama Sinta, aku pun menjual seluruh saham milikku dan pergi ke luar negeri untuk menjalani pengobatan.
Cerita Pendek · Romansa
15.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Salju Turun, Kita Tak Menua

Salju Turun, Kita Tak Menua

Di hari ulang tahun pernikahan kami, pada saat ledakan terjadi di aula, Kenan malah menyelamatkan cinta lamanya yang datang untuk menantangnya. Sedangkan aku tidak di sana karena sedang melakukan operasi darurat. Saat aku kembali bertemu Kenan, ia sudah menjadi sosok yang berlumuran darah dan tak sadarkan diri di atas meja operasi. Setelah kejadian itu, ada yang bertanya mengapa ia rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang yang tak ada hubungannya dengannya. “Karena istriku adalah malaikat berbaju putih yang menyelamatkan nyawa. Dia pasti tidak akan menyukai pria pengecut.” Orang-orang pun terharu mendengarnya. Namun di saat ia paling mencintaiku, aku memilih mundur dalam diam, pergi tanpa suara. Sebulan kemudian, di upacara pelepasan tim medis internasional, seorang wartawan mewawancaraiku. “Dokter Jennie, apa hal yang paling tidak sesali dalam perjalanan karier Anda?” Aku menatap kamera dan menjawab dengan tenang, “Meski tahu suamiku menahan gelombang ledakan demi cinta lamanya, aku tetap berdiri di meja operasi dan menyambung kembali tulang-tulangnya yang patah dengan tanganku sendiri.”
Baca
Tambahkan
Aku Mengganti Pasangan, Dia Menyesal Setengah Mati

Aku Mengganti Pasangan, Dia Menyesal Setengah Mati

Ketika ayahku menyuruhku untuk memilih calon suami dari kakak beradik Keluarga Lukarta, yang juga merupakan teman masa kecilku, aku memilih Levi Lukarta. Alasannya hanya karena dia adalah pria yang diam-diam kucintai selama 13 tahun. Namun, pada hari pernikahan kami, adik tiri Levi melompat dari atap hotel. Dia meninggalkan surat yang ditulis dengan darah. Isinya adalah mendoakan aku dan Levi memiliki pernikahan yang penuh cinta dan kebahagiaan. Pada saat ini, aku baru tahu bahwa mereka telah saling mencintai secara diam-diam selama bertahun-tahun. Di resepsi pernikahan, Levi langsung kehilangan kendali diri. Dia mengumumkan bahwa dirinya akan memutuskan hubungan dengan dunia luar, lalu meninggalkanku berdiri di sana tanpa daya. Sejak saat itu, dia menghabiskan hidupnya menemani pelita abadi adik tirinya untuk menebus dosanya. Aku membencinya karena telah menipuku, tetapi masih berpegang teguh pada pernikahan ini sehingga kami saling menyiksa. Sampai kami diculik, demi menyelamatkanku, dia mati bersama penculik. Sebelum meninggal, dia menatapku dan berkata, "Shannon, aku yang salah karena sudah sembunyikan hal itu darimu. Tapi, nyawaku dan nyawa adikku sudah cukup untuk menebusnya, 'kan? Di kehidupan selanjutnya, ingatlah untuk jangan memilihku." Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika ayahku menyuruhku memilih tunangan. Kali ini, aku dengan tegas memilih kakak laki-lakinya, Liam Lukarta.
Baca
Tambahkan
Saat Aku Pergi, Kerajaannya Runtuh

Saat Aku Pergi, Kerajaannya Runtuh

Tiga tahun lalu, adik laki-laki suamiku hadang peluru untuknya. Karena itu, Gavin Kalil bawa janda saudaranya, Eliza Marzani, ke dalam rumah kita. Sementara aku cuma “Istri” secara status saja. Dalam segala hal, aku harus ngalah demi Eliza. Suatu kali, Eliza pura-pura iris pergelangan tangannya sendiri. Dia tuduh aku sebagai penyebabnya. Gavin langsung cekik leherku. Niat membunuh menyala di matanya. “Pergi. Keluarga Kalil nggak butuh wanita licik dan kejam seperti kamu.” Dia berikan yayasan keluarganya ke Eliza sebagai “penebusan.” Padahal itu seharusnya milikku. Kali ini, aku nggak berkata apa-apa. Waktu dia sedang tanda tangani setumpuk kontrak bisnis, aku selipkan surat perceraian di antaranya. Beberapa hari kemudian, dia sadar aku nggak pulang. Gavin pun cari aku di seluruh Kota Cellini. Namun, dia nggak pernah temukan aku. Saat itulah dia lihat surat putusan perceraian itu. Akhirnya dia ngerti. Aku telah pergi untuk selamanya. Hari itu, raja kota Cellini yang nggak tersentuh … hancur berkeping-keping.
Cerita Pendek · Mafia
1.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Baca
Tambahkan
CERAI

CERAI

Zahraa
Bu,tolong katakan dimana Zaira? Lalu dimana anakku? Tolong bu,pertemukan aku dengan mereka." Aku menyesal atas semua perbuatanku " Kau datang baru sekarang? Kemana kau selama Zaira membutuhkan mu??..
Lainnya
106.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!

Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!

Malam sebelum aku seharusnya menikah dengan pewaris Keluarga Moro, aku mendapati rentetan 99 pesan teks mesum di ponsel Leo, tunanganku. Seorang wanita bernama Via Cokro, memberi tahu Leo bahwa dia mencintai Leo. Sangat mencintainya. Tanpa tahu malu sama sekali. Dia memohon pada Leo supaya membatalkan pernikahan kami, mengancam akan bunuh diri jika Leo tetap melanjutkan pernikahan ini. Aku langsung bereaksi. Aku menyodorkan ponsel itu ke wajah Leo untuk menuntut penjelasan. Keheningan terasa abadi sebelum Leo akhirnya angkat bicara. "Kakaknya itu Alan, wakilku. Dia kena tembak demi aku. Aku sudah janji padanya akan menjaga adiknya." "Jeny, kita tumbuh bersama. Kamu tahu cuma kamu satu-satunya di hatiku. Aku janji bakal urus ini, aku akan memutus hubungan dengannya." Aku mencari kebohongan di mata Leo. Akhirnya aku menelan rasa getir dalam tenggorokanku dan memilih untuk memercayai Leo. Pernikahan pun tetap dilanjutkan. Pernikahan ini bukan sekadar tentang kami berdua. Ini adalah perjanjian yang ditandatangani dengan darah antara dua keluarga. Dan, Tuhan tolong aku, aku masih mencintainya. Namun, di hari pernikahan kami, saat kami berdiri di altar dengan janji yang hampir diucapkan, Leo menerima telepon. Itu dari dia, Via. Dia sedang berada di jembatan dan mengancam akan melompat. Menuntut supaya Leo segera datang sekarang juga. Cincin berlian yang hanya sejengkal dari jariku, jatuh berdenting ke lantai batu gereja. Tidak ada sepatah kata pun. Tidak ada satu pun penjelasan. Leo pergi begitu saja. Meninggalkanku, keluarga kami, masa depan kami... Meninggalkanku berdiri sendirian di altar. Dalam kabut air mata, aku berteriak padanya, "Leo, kalau kamu keluar dari pintu itu, kita putus!" Jawaban satu-satunya dari mulut Leo, diucapkannya sambil berjalan menjauh, "Dia butuh aku." Leo tidak pernah menoleh ke belakang. Aku pun menghilang dari dunia Leo dan tidak pernah menoleh ke belakang sambil mengandung anaknya.
Cerita Pendek · Mafia
8.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2829303132
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status