Ada satu hal yang selalu bikin aku mikir saat dengar kata 'robbed' di lirik. Kalau kata itu dipakai secara harfiah, seperti adegan perampokan, terjemahan langsung ke 'dirampok' mungkin sudah cukup. Tapi banyak lagu pakai 'robbed' sebagai metafora — misalnya 'they robbed me of my youth' — dan di situ nuansanya harus dijaga: siapa yang punya agen, bagaimana rasa kehilangan itu, dan apakah nada lagunya menyindir, marah, atau sedih.
Aku pernah baca terjemahan yang memilih 'mencuri' untuk memberi nuansa personal dan kriminal sekaligus: "mereka mencuri masa mudaku" terasa lebih menyakitkan dan lebih dekat. Pilihan lain seperti 'merampas' atau 'terampas' memberi nuansa pasif dan kehilangan yang lebih struktural. Jadi ya, terjemahan 'robbed' bisa mengubah pesan bila penerjemah memilih kata yang mengubah siapa yang bersalah, intensitas kehilangan, atau register emosional.
Pada akhirnya aku suka melihat terjemahan lirik sebagai bentuk interpretasi artistik: kalau terjemahan mempertahankan rasa asli—bahkan jika kata per kata berbeda—itu sukses buatku. Kalau malah buat makna jadi jauh berbeda, aku rasa pendengar bisa kehilangan sebagian tujuan lagu, terutama kalau metafora itu pusat emosi lagu.