Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)
“Dua rius, In. Kalau sampai dia dan geng Cabenya itu cari gara-gara sama lo, gue nggak akan tinggal diam.”
Iin mengulum bibir sehingga lesung pipi jadi terlihat jelas. “Kenapa sih lo jadi baik sama gue?”
“Karena lo best friend gue.”
Dia tersenyum lantas bergumam, “Best friend ya?”
“Kan lo yang bilang tadi di motor. Gimana sih? Apa mau jadi best enemy aja?” gurauku tersenyum usil.
Arini langsung menggeleng cepat sambil menggoyangkan kedua tangan. “Jangan. Bisa makin apes gue nanti. Udah dimusuhi geng Chibie, dimusuhi lo juga.”