Sketsa Cinta Arina
"Iya, San. Pasti! Aku hanya belum sempat cerita saja kemarin. Makasih ya sudah mau menginap di rumahku, hanya demi mendengarkan keluh kesahku yang nggak penting."
"Apa yang penting buat kamu, penting juga buat aku, Arin. Kita kan sahabatan."
"Iya, best friends forever," kataku sambil mengacungkan jari kelingkingku, yang dibalas dengan kaitan dari jari kelingking Santi.
"Best friends forever."
Hening sesaat, lalu aku mendengar Santi bernyanyi pelan.
"Kadang kala tak mengapa, untuk tak baik baik saja...."
Hot Chapters