Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARTUR

ARTUR

tanya jenderal Banin. "itu yang jadi masalah besar jemderal penawar dari racun itu tidak pernah di ketahui" jawab tabib itu. >> Di depan kamar tuan Arfen Artur menunggu gurunya pulang Artur marah karena dia harus berlatih sendiri tanpa gurunya. "hei Artur kenapa kau disini? " tamya guru Jeje "aku menunggu guru Arfen dia harus menjelaskan kenapa dia pergi tanpa mengatakan sesuatu padahal aku sudah menunggunya lama"
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai ulquiorra cifer
Baca
+Pustaka
Alverez

Alverez

Tak ada yang mengenalnya—hingga dia membuka mulut. “Aku Alverez. Nama terakhir yang diwariskan dari Valentino Wijaya,” ujarnya. “Dan tugasku terakhir adalah mengakhiri semuanya.” Calvin, Dimas, bahkan Leonhart tiba beberapa menit kemudian, membawa rombongan bersenjata. Tapi saat mereka melihat pria tua itu, mereka berhenti. Hening. Dan tunduk. Ternyata semua tahu siapa dia. Tapi tak pernah cukup kuat untuk melawannya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai ulquiorra cifer
Baca
+Pustaka
ALVAREZ

ALVAREZ

Tiba-tiba, di ujung sana Muel berteriak, "STOOOOOPPPPP!!!" "ALVA AWAS!" Alfa Vagolazer otomatis membentuk formasi untuk melindungi Alvarez di waktu 6 ultima Invaders secara gesit bergerak dan mengarahkan Uzi Sub Machine Gun, salah satu pistol dengan peluru yang mematikan, ke arah ketua mereka. Siapa saja ultima itu? Jawabannya adalah Alegro, Gavin, Noah, Aleera, Violette, dan yang maju paling depan adalah Athena.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai ulquiorra cifer
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

"Bawa Liara kemari, atau aku tidak akan pulang." Sejauh yang Hagan tahu, keras kepalanya itu menurun dari Orlando. Maka itu, daripada tiga pria perusak suasana itu tak jua angkat kaki, ia pun mengalah. Pria itu pergi ke kamar lagi. "Dia siapa?" tanya Liara setelah hagan mengajaknya keluar. "Papaku. Orlando Arsenio." Kepala Liara mengangguk pelan. "Aku harus apa? Ada Redrick juga di sana."
9.534.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai ulquiorra cifer
Baca
+Pustaka

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Setiap kali memikirkan 'Bleach', satu adegan Ulquiorra yang selalu nongol di kepala aku ialah momen setelah pertarungannya dengan Ichigo — bukan cuma karena aksi, tapi suasana dan detail kecilnya.

Adegan ketika Ulquiorra duduk di reruntuhan, diam, lalu perlahan memudar sampai menghilang, itu yang paling ngena. Visualnya dingin dan sunyi, musiknya menggenapkan kesan kosong yang dia bawa sepanjang seri. Fans suka banget karena di situ tercermin seluruh karakter Ulquiorra: tenang, nihilistik, dan beberapa detik terakhirnya seolah membuka sisi kemanusiaan yang selama ini dia pandang dari jauh.

Buat aku, momen itu efektif bukan karena kata-kata bombastis, tapi karena keheningan yang menjerat. Saat dia menunjukan sedikit emosi—sebuah air mata kecil yang tak berlebihan—banyak penonton langsung teringat tema besar 'Bleach' soal jiwa dan perasaan. Itu momen yang bikin aku berkaca-kaca sekaligus merinding, karena terus terang, sangat jarang karakter dengan ekspresi dingin begini dapat akhir yang bikin resonate seperti itu.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status