Bara di Hati Mikha
"Waalaikum salam, Bara. Ayo, masuk."
Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku. Saat aku masuk ke rumah Kafka, aku bisa melihat hangatnya sebuah keluarga di rumah ini. Kafka yang lahir sebagai anak bungsu dari lima bersaudara membuatnya menjadi anak kesayangan. Saking disayangi oleh kedua orangtuanya, sejak kedua orangtuanya pensiun dari pekerjaannya, mereka rela menemani Kafka tinggal di Jakarta.
"Entah, kadal kali Ciliwung bisa mampir di mari ada apa gerangan?" Tanya Kafka sambil berjalan menuruni tangga rumahnya.