Bayang Pedang Cahaya Bulan
*
Di puncak tebing barat, Duan Wuya berdiri dengan jubah hitam berkibar.
Ia sudah berdiri di sana sejak fajar, sejak pasukannya, lima ratus prajurit elite dan pasukan Pengawal Bayangan dari ibu kota, mulai menyebar dalam tiga lapis pengepungan: tebing, lembah, jalur air. Tidak ada yang keluar, tidak ada yang masuk, tidak ada yang luput dari pengawasan.
Atau begitulah yang ia yakini.