Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

Namun Panglima Kumba tidak peduli, dia menyayat lengan kiri Bayi Jagat dengan pisau kecilnya membuat darah Galuh mengalir berjatuhan membasahi lantai, sebagian darah Galuh dengan cepat disimpannya ke dalam tabung tembaga berukuran kecil. Seraya tertawa terbahak-bahak, dia terus memasukkan darah Galuh ke dalam tabung tersebut. Namun belum sempat Panglima Kumba mendapatkan lebih banyak darah Bayi Jagat, Maha Prabu Dewangga Prabaskara Wardana datang menyambar tubuh Galuh dengan kecepatan tinggi. Dia menggendong bayi kecil itu seraya menatap Panglima Kumba tajam penuh amarah “Bangsat! beraninya kau menyakiti putraku, Siluman!”
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 528 Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

seru Li Bei sang Penguasa Dunia kepada He Sura, sedang mengantar kepergian penyelamat dirinya, sekaligus tamu kehormatannya. Dimana sebelum kapal perang terbang antar galaxy milik mereka selesai, sang Tuan Tanah dari Dunia Alam Bengkel, memberikan sambutan dan pelayanan ekstra terbaiknya untuk memberikan He Sura dan Wang Yin kepuasan tersendiri. Bebas menikmati semua fasilitas dan belanja tanpa di pungut biaya. He Sura dan Wang Yin, sama sekali tidak menyia - nyiakan hal itu, namun mereka tetap masih berada di dalam batasannya.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
Pendekar Bukit Meratus

Pendekar Bukit Meratus

Jubah hitamnya berkibar-kibar tertiup angin, kepalanya yang tidak kenakan mahkota terkibar rambutnya yang sudah dwi warna, hitam dan putih. Dialah Prabu Japra, sang maharaja Kerajaan Muara Sungai. Setelah menatap tajam semua orang, dia kini berjalan perlahan dan mendekati Pangeran Busu yang terduduk lemas. Matanya mirip mata Pendekar Putul, tajam menusuk dan sangat menakutkan saat ini, kemarahan meluap dalam dadanya. *****
9.646.1K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU

PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU

Ada sinar bahagia yang belum pernah terlihat sebelumnya di matanya. “Maaf, Pak, tadi kehujanan di jalan,” ucap winda sambil menyalami penghulu. Wieke menepuk tangannya pelan. “Nah, ini baru sempurna. Dua akad dalam satu hari, rezeki luar biasa.” Rangga menoleh ke Praba sambil berseru, “Prab, udah kamu tanya dulu kan dia minta mas kawin apa?”
103.5K viewsCompletedAdded to Library 139 Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
Putra Naga Pangeran Yang Terbuang

Putra Naga Pangeran Yang Terbuang

Primadigda tertawa, “Aku tak bisa mendampingimu terus, Anakku. Suatu saat nanti, kau berusaha sendiri. Aku sudah memberikanmu dua hal yang sangat istimewa. Pertama, taringku. Kedua, Mata Dewa. Dua hal ini lebih dari cukup.” Taring yang dimaksud Primadigda adalah Pedang Penakluk Naga. Sebab pedang tersebut terbuat dari taringnya. Konon katanya Primadigda harus kehilangan separuh kekuatannya karena taring tersebut dijadikan pedang. Pusaka keluarga itu tak boleh jatuh ke tangan orang lain. Maka dari itulah, selama ini pedang tersebut aman. “Ayah akan kembali?” tanya Aryanaga.
1039.9K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as wayang prabu pandu
Show Reviews (44)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor Ksatria Pengembara adalah CERSIL NUSANTARA Hadir sebagai Cersil Nusantara yang mengangkat cerita pendekar-pendekar dari seluruh nusantara, bukan hanya pendekarnya, tapi juga semua ilmu-ilmu yang melegendapun ada disini. UPDATE TIAP HARI Jgan lupa mampir y
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Sang KAISAR PRODEO

Sang KAISAR PRODEO

' seru bathin Angga, tak mau kalah. Sementara di balik rimbunnya pohon Warugunung, Drajat sang Tapak Es nampak diam termangu. Dia sangat terkejut, saat menyaksikan betapa dahsyatnya ajian yang dikeluarkan oleh pemuda bernama Pandu itu. 'Sungguh dahsyat dan mengerikkan..! Baru melihat saja, aku yang tua ini mengaku kalah', seru bathinnya takjub, mengakui kehebatan Pandu.
1035.6K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
Pandya : Kebangkitan Pewaris Seribu Pedang Season 2

Pandya : Kebangkitan Pewaris Seribu Pedang Season 2

Pandya segera bangkit dari kursinya, menggenggam erat gagang Pedang Sahasra Kaditula. "Dipta, Rajendra, siapkan pasukan ksatria!" perintah Pemimpin Pandya lantang, seketika membungkam keributan para tetua. "Prama, Attaya, Raka, ikut denganku ke lokasi sekarang juga!"
1.1K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

"Kau harus lebih berhati-hati dengannya, Nawang." Pembayun menatap kosong ke arah taman, seolah menimbang kata. Lalu ia berkata lirih, “Ayah Sekar Wangi adalah Tumenggung Prabasena. Dulunya adalah tumenggung Pajang. Setelah Pajang runtuh, ia berpihak pada Mataram dan mengabdikan diri pada Panembahan. Tapi…” Ia menoleh pada Nawang, menatap lekat.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

Kemudian ia beralih pada kedua pria yang masih mematung di depan pedang Artois, pedang yang sengaja dijadikan pajangan di sana sebab itu merupakan pedang turun temurun yang hanya boleh digunakan bila ada suatu hal besar yang terjadi. “Jangan bergerak! Katakan siapa dirimu! Berani-beraninya kamu melukaiku!” teriak Duke itu seraya mencoba untuk melayangkan sihir pada Aslan yang berjalan membelakangi dirinya, sehingga Duke itu tidak bisa melihat wajahnya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

Tak berselang lama Dewa Pandang pun melangkah menghampiri Baginda Prabu. “Sepertinya saya mohon diri dulu Baginda Prabu dan semua yang ada di sini, karena saya harus segera ke laut selatan melenyapkan keris pusaka berbahaya milik Sanjaya ini.” Tutur Dewa Pandang sembari pamit, Baginda Prabu anggukan kepalanya. “Sampai Ketemu lagi Kakek Dewa Pandang.” Ucap Arya memeluk erat tubuh lelaki tua berpakaian compang-camping itu, lalu Dewa Pandang pun melesat meninggalkan istana Kerajaan Singosari.
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 652 Times as wayang prabu pandu
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status