Luka Yang Sisa Kenangan
ucapnya, suaranya terdengar kering dan dingin, “Sangat disayangkan.”
Aroma disinfektan menyeruak di kamar rawat, berpadu dengan aroma busuk yang samar.
Jihan berusaha bangkit. Luna reflek ingin membantunya, tapi langsung menahan diri.
Jihan menatapnya, sorot matanya jarang sekali terlihat begitu lembut.
“Aku baru sadar hari ini, wajahmu sangat mirip dengan ibumu….”
Begitu ibunya disebut, ekspresi Luna langsung memuram.
인기 회차