Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Di dalamnya, berdiri sebuah batu besar berbentuk kepala manusia yang terus-menerus menggumam petuah-petuah bijak lamun tidak relevan. “Rajin menabung pangkal kaya.” “Cuci tangan sebelum makan.” “Jangan kebanyakan bermain ....” Senala menatap semua ini dengan bingung dan kagum. “Jadi ..., ini pelatihanku?”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Aku Kira Musibah Ternyata Anugrah

Aku Kira Musibah Ternyata Anugrah

tanya Bella pada dirinya sendiri, masih teringat dengan begitu jelas ucapan Mahesa waktu itu ‘Veron kita sudah terbiasa berbagi wanita bersama’ perkataan yang di ucapkan oleh sahabat suaminya itu seakan terpatri paten didalam memori internal otaknya. “Jangan terlalu banyak berpikir, karena apa yang berada di dalam pikiran kamu itu tidak benar,” ujar Veron. Bella menganggukkan kepala dengan mengulas senyuman manisnya. “Assalamualaikum,” kata Bella kemudian mengecup punggung tangan suaminya. “Waalaikumsallam,” jawab Veron kemudian melangkah keluar dari apartemen ini.
9.58.0K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Cinta Bersegi

Cinta Bersegi

Selain berusaha, dengan buku ini Renata berharap bisa berdoa dengan benar, baik cara maupun doanya. Setengah jam kemudian sudah sampai di halaman depan kolam renang Gajayana. Lumayan ramai karena ini hari Minggu. Dari pesan yang masuk, Johan akan datang beberapa menit lagi. Renata memutuskan makan bakso di sebuah warung sambil menunggu dia. Selama makan, beberapa pembeli curi-curi pandang padanya. Puas-puasin deh, gak ngaruh juga, asal jangan pegang saja. ***
9.94.1K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
MENYESAL SETELAH MENDUA

MENYESAL SETELAH MENDUA

[Halo, Mas tolongin aku sama, mama dong] [Tolong kenapa] [Tolong bayarin tagihan restoran, sama tadi waktu belanja uangnya kurang] [Berapa] [Total semuanya cuma delapan puluh lima juta, Mas] [Apa?! Safira, kamu sudah gila. Berapa kali aku harus bilang sama kamu. Kita harus berhemat, tapi apa yang kamu lakukan sama, mama] [Ya ampun, Mas. Cuma segitu doang kok]
1071.5K viewsOngoingAdded to Library 2.0K Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

(Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi Meninggalkan diriku Jangan lupakan aku Semoga dirimu di sana Kan baik-baik saja Untuk selamanya Di sini aku kan selalu Rindukan dirimu Wahai sahabatku Rindukan dirimu "Ok. Latihannya cukup sampai disini dulu karena kakak ada acara jadi sampai sini dulu. Menurut kakak ini udah bagus dan dipertahanin kayak gini ya tapi jangan lupa buat latihan lagi setiap hari dirumah ya Fy, Yo" Ucap kak Sasa
101.8K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Kata Hanif sambil menghembuskan nafas nya dan tidak jadi melanjutkan apa yang ingin di ucapkan nya. "Semua belum pasti Nif, kita jangan terlalu percaya sama apa yang di ucapkan makhluk itu. Kita harus percaya berdasarkan bukti dan hasil akhirnya nanti." "Oke, gue paham. Tapi sekarang yang gue mau tanyain ke lo, kalau gitu buat apa kita tetep adain ritual lagi Malam Jumat besok? Toh lo kan udah nanya macem-macem sama itu makhluk dan udah di kasih tau beberapa gambaran tentang kejadiannya jaman dahulu."
104.1K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Ucapan tersebut mengandung kata – kata dengan keposesifan yang sangat kental. “Dan satu lagi..”. mau tidak mau Ganindira menahan napas sambil menatap wajah tampan Ganesha dan menanti perkataan yang akan meluncur selanjutnya. “Mengambilmu dariku, bisa dipastikan akan berkahir di neraka..”, Setelah mengatakan itu, Ganesha kembali melanjutkan langkahnya keluar kamar. Meninggalkan Ganindira dengan segala pemikiran terhadapnya.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim

Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim

Merebahkan diri di atas ranjang sembari memikirkan nasibnya yang selalu tak mujur ketika bertemu sang mantan. Baru saja matanya hendak terpejam. Sebuah pesan masuk muncul layar di ponselnya. [Aku tak pernah bercanda dengan yang kukatakan.] Rena menghela napas pelan. Membuka pesan tadi tanpa berniat membalasnya lagi. Hah. Apakah yang akan terjadi besok? Apakah dia harus ketiban sial lagi? ***
106.4K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Lantai ini jernih, merupakan peringatan bagi kita untuk memperhitungkan setiap langkah yang akan kita lalui, memperhitungkan setiap tindakan yang akan kita lakukan. Jika kita berhati bersih, bening, dan berpikiran jernih, maka setiap langkah kita pasti membawa kemenangan tersendiri." "La... lalu... lalu mengapa lumut-lumut itu sekarang tumbuh di atas kita?" tanya Dewa Racun. "Hmmm...," Baraka diam sejenak, kemudian berkata, "Lumut itu menerangi kita, Dewa Racun. Dalam falsafah hidup, kiranya kita tak boleh selalu merasa rendah diri dan minder. Sekalipun kita nilainya hanya seperti lumut, tapi jika bisa menjadi penerang bagi sesama, hendaknya terang kita tetap menjadi penuntun kaki mereka ag
1030.5K viewsOngoingAdded to Library 610 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Selain tidak bisa berkonsentrasi pada inti pembicaraan, juga dikhawatirkan membahayakan diri sendiri dan juga pengguna jalan lainnya. "Oke, Wira. Sekarang Om akan melanjutkan kata-kata Om tadi. Sampai di mana diskusi kita tadi? Om lupa. Maklum Om sudah tua. Kalau Wira, ingat tidak? Atau jangan-jangan Wira sudah tua juga, makanya jadi pelupa juga seperti Om?" goda Damar sambil menaikturunkan alisnya dengan jenaka. Damar memang pura-pura lupa untuk menguji kemampuan berpikir Wira. Ia ingin melihat sampai sejauh apa Wira daya ingat Wira. Dan mampukah Wira memahami kalimat-kalimatnya. "Sampai Om bilang, kalau kata-kata Tante Murni kurang tepat. Wira tidak pelupa seperti Om. Wira belum tua," ban
1082.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kata-kata renungan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status