Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
[ ROSES ] : The Tragedy After 10 PM

[ ROSES ] : The Tragedy After 10 PM

Rabun jauh membuat pandangannya terbatas. Jemarinya mulai memetik dawai-dawai gitar. Alunan melodi dari senar gitar satu per satu terangkai dengan indah. Dari detik pertama Rosea sudah tahu lagu apa yang Julian bawakan. “Di Senayan, di bawah sinar rembulan. Walau berat ‘ku rela engkau pulang. Ingin kusampaikan semua perasaan. Jikalau engkau berkenan.”
104.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 155 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Semalam Bersamamu

Semalam Bersamamu

Jemarinya naik ke udara, hampir mencapaiku yang terus mundur hingga berada di ambang pintu. Aku menggeleng. "Maaf juga." Melihat wajahnya yang memelas ternyata bisa memanaskan kelopak mataku. "Sa?" Jemari Sara berhasil mencapai rahangku, menyentuhkan kulit dinginnya yang ternyata berkeringat di sepanjang garis wajahku. "Enggak." Aku terpejam, memegang kedua tangannya biar tetap diam di sana. "Gue ...."
1022.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 534 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Afficher les avis (51)
Read
+Librairie
Senja
bagus banget ceritanya,sedih,seneng romantis,manis semua jadi satu mewek juga sih. tapi btw mau tanya ya kak disini masih sma atau kuliah sih??kalo di cerita nabas kan udah kuliah semester akhir.bentar deh kayaknya disini masih sma gak sih??bentar tak cek dlu lagi aja deh
Aldrich Candra
Ayo diskusikan! Apa aja yang kamu suka dan enggak suka dari cerita ini? Apa aja yang perlu dibenahi dalam cerita? Keluarkan uneg-unegmu. Enggak pake filter juga enggak masalah, tapi bakal kita diskusikan langsung, ya. Kasih kritik dan saran yang heboh. Di akhir, aku bakal kasih hadiah menarik.
Lire tous les avis
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

ungkap Kelenting Sari penuh keyakinan. “Melihatmu, aku seperti menyaksikan diri sendiri. Kau begitu keras kepala mempertahankan orang yang dicintai,” kata Dewi Rembulan seraya menggeleng, kemudian sosoknya lenyap kembali ke alam nyata. **
1013.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 379 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Aku Tidak Bisa Membencimu

Aku Tidak Bisa Membencimu

“Fhiii! Aku capek sekali, tapi aku rindu kamu!” Pelukan itu membuat lutut Fhi hampir goyah. Ia tersenyum sebisa mungkin. “Selamat datang kembali, Lysaa.” Tapi senyum Lysaa memudar ketika ia melihat samar memar yang ditutupi riasan di dekat rahang Fhi. “Fhi… ini apa?” bisiknya, menunjuk pipi Fhi. “Tidak apa-apa. Aku hanya… terjatuh sedikit,” jawab Fhi cepat.
721 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 19 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Bayang Di Balik Cermin

Bayang Di Balik Cermin

Kutukan yang Terbangun Cermin itu terus bergetar, retakannya makin melebar, dan sosok wanita di dalamnya semakin jelas. Wajahnya pucat dengan mata kosong yang menghitam. Gaun putihnya berkibar seperti diterpa angin yang tak terlihat. "Kembalikan…" Suara itu terdengar lagi, menggema di seluruh ruangan, tetapi kali ini lebih keras, lebih mengancam.
1.2K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 25 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Jeratan Cinta Mantan

Jeratan Cinta Mantan

Sebelum pulang, dia mengecek kembali akomodasi perjalanan bulan madu, yang akan menjadi hadiah kejutan buat calon istrinya. Emris membayangkan ekspresi perempuan berparas ayu tersebut, bila mengetahui acara yang sengaja disembunyikannya. Sang surya perlahan meredup hingga akhirnya benar-benar menghilang. Kegelapan menyelimuti langit. Jutaan bintang berkerlipan memamerkan keelokannya. Sedangkan rembulan hanya memunculkan separuh bentuk yang tidak mampu menerangi langit.
1.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 44 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Dewa Naga Terpilih

Dewa Naga Terpilih

Rembulan pucat menerobos celah awan kelabu. Angin malam menderu, menyapu jubah hitam Jaquer dengan wajah tegas, mata tajam berdiri di tepi jurang. Di seberang, di dataran yang lebih rendah, gumpalan asap tebal masih menyelimuti wilayah sekte bulan sabit. "Dendammu sudah kubalaskan, Maelani. Tersenyumlah!"
3.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 70 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Bangkitnya Kesatria Naga Hitam

Bangkitnya Kesatria Naga Hitam

Pantulan cahaya rembulan menerangi wajah Longwei yang menampakkan kepedihan. "Geming ... Qixuang ... aku berhasil, aku sudah membalas dendam kalian? Apakah kalian sudah tenang di sana!? Maafkan aku Qixuang, aku tidak bisa menjaga cintamu," ucap Longwei menatap pantulan rembulan di air danau.
103.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 96 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

sang gadis terkikik manja dan kembali memijit-mijit bahu Hoaren. Tidak ada kesungkanan sama sekali yang terlintas di wajah sang gadis meskipun orang yang dia pijit di dalam kamar mandi itu sedang dalam kondisi yang telanjang bulat. Seakan semua yang ia lihat dan ia lakukan adalah sebuah kebiasaan yang selalu terjadi setiap hari. Dan di ujung sana, di ufuk barat, sang mentari akhirnya benar-benar menghilang dari langit, digantikan oleh sang rembulan yang malu-malu memperlihatkan dirinya di ufuk timur.
108.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 225 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Disinari lampu jalan di jembatan dan juga sinar rembulan. Wajah itu sangat cantik dan menawan. Adam kembali terbius, seperti beberapa tahun yang lalu di Danau Kenanga. Saat paling bahagia ketika Adam menatap wajah itu setiap ahad dan di hatinya hanya ada nama Naura. Kini, wajah itu bersinar bagai bidadari yang turun dengan sayap – sayap emasnya.
103.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 135 fois en tant que rembulan tenggelam di wajahmu
Read
+Librairie
Dernier
123456
...
10

Questions fréquentes

Membaca 'Rembulan Tenggelam di Wajahmu' seperti menyelami samudra emosi yang dalam. Novel ini menggali kompleksitas hubungan manusia dengan cara yang begitu puitis namun menusuk. Pesan utamanya tentang menerima ketidaksempurnaan—baik dalam diri sendiri maupun orang lain—terasa sangat relevan di era yang terobsesi dengan pencitraan sempurna ini.

Yang menarik, kisah ini juga menyentuh tema kehilangan dan bagaimana kita belajar berdamai dengan luka. Bukan dengan melupakannya, tapi dengan membiarkannya menjadi bagian dari identitas kita. Ada keindahan dalam proses itu, meski terkadang terasa pahit.

Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status