Yuk, Nikah!
Hmm, dasar.
Aku mengangguk tanpa berniat mengeluarkan suara, ditambah perutku sedari tadi sudah keroncongan saja. Malu-maluin. Pantas, sih udah lapar lagi, ini udah jam makan siang.
“Masuk, gih.”
Vivi menggeleng.
“Masih pengen sama Abang.”
Yaelah si bocah satu ini kenapa, sih nempel-nempel terus? Aku mulai sebal. Ya ampun.