Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Desember Ke-30

Desember Ke-30

"Oh, jadi ini penulis muda berbakat dari Indonesia yang membuat keponakanku sering melamun sambil mengelap gelas setiap sore?" Wajah Aroon kontan memerah hingga ke pangkal telinganya. "Bibi, kumohon, jangan mulai." Aku tersenyum tipis, merasakan ketegangan di antara aku dan Aroon mendadak cair oleh kehadiran wanita paruh baya tersebut. Aku berdiri, membungkuk sedikit memberikan salam hormat ala tradisi lokal. "Salam kenal, Bibi. Saya Kana."
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
Aku ADA

Aku ADA

"Ada apa dengan Kenya?" tanya Anita pada Akila. "Entahlah, Kak. Sepertinya Kak Kenya tampak bingung, Aku akan menghampirinya." Akila datang menghampiriku, Dia menepuk pundakku sehingga Aku tersadar dari lamunanku. "Akila," Aku bicara dengan gugup. "Ada apa, Kak? Kau terlihat gelisah," ucap Akila, Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Dalam hati, terus merapalkan do'a, meminta kekuatan dan kelapangan hati menghadapi semuanya. "Sekarang saya tinggal di sini, Bu —" Asih terdiam sesaat, tak mungkin dia mengatakan bahwa anak yang dikandungnya adalah anak Aryo, wanita itu tak akan percaya. Namun, alasan apa yang harus dikatakan? Di saat seperti itu, muncullah Akung dengan senyum lebar. Dia mengulurkan tangan ke arah Yatmi, "Bu Yatmi, apa kabar? Lama tidak bertemu."
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Sentuhan kecil yang seolah tak disengaja, namun sarat makna. “Namanya?” Tanya Naya. “Zea, ka.” Jawab Zea. “Siapa? Zea? Gea?” “Zea ka, pake Z.” “Ooh.. pake Z.” Ia mengangguk-angguk. Rahang Arkan mengeras. “Salam kenal yaa,” lanjut Naya. Zea mengangguk, tersenyum canggung. Arkan, jangan di tanya, lelaki itu cuma bisa berdiri pasrah.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
Simpanan Ayah Angkat

Simpanan Ayah Angkat

"Aku udah maafin Mama." Mata Arumi membesar, air mata hampir jatuh. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Kenan, benarkah?" tanya Arumi sembari mengernyitkan kening, suaranya bergetar. Kenan mengangguk. "Aku marah, kecewa, tapi aku juga sadar kalo aku anak Mama. Kata Kak Naya sama Papa aku nggak boleh terus benci sama Mama. Kenan nggak mau banyak dosa."
1065.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
Kontrak Pemikat CEO Dingin

Kontrak Pemikat CEO Dingin

"Kau ...membuat aku tak bisa bernapas," Ken menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Naira. Untuk pertama kalinya, ia mendengar Naira menyebut dirinya 'aku' di hadapannya. Seolah ucapan itu keluar dari perasaannya. "Aku justru menyukai kau sampai sesak napas, Nai," balas Ken cepat, mulai bermain-main dengan ucapannya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK

AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK

tanya wanita itu antusia "Hanya sedang mencari-cari sesuatu," terang Rey dan menoleh ke arah Ica yang tadi sengaja menjauh darinya. "Apa kamu juga tinggal di kawasan ini? Di cluster mana?" "Ya. Saya malah lupa Cluster apa. Maaf, aku baru datang beberapa minggu lalu, jadi tidak terlalu hapal nama-nama cluster di sini." "Oh, ya, kamu sama siapa tinggal disini? Orang tuakah?"
632 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
Ternyata Aku Tak Mengenal Suamiku

Ternyata Aku Tak Mengenal Suamiku

Menatap cangkir di atas meja dengan wajah pucat. Aku merasa tubuh ini mengejang kaku dan panas dingin. Ekspresi Ummi terlihat tak seperti yang aku harapkan. "U-Ummi bukannya mau menyingkir kan Kak Sina? Karena Kak Sina bukanlah anak Ummi, kan? Na-Nabila mendengar semuanya malam itu." Aku mulai ketakutan. Jangan-jangan aku salah langkah? "Ini racun?" tanya Ummi dengan suara bergetar.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
Aku Tak Membencimu

Aku Tak Membencimu

"Sebaiknya kamu mengaca lebih dulu, sebelum mengatakan seseorang jelek." "Aku sudah sering mengaca. Tapi wajahku tidak pernah berubah. Aku masih tetap sangat tampan. Sampai aku bosan melihat ketampananku sendiri." Ayyara menghela nafas, tak percaya dengan ucapan Kieran barusan. Ini pertama kalinya dia melihat orang penuh percaya diri membanggakan ketampanannya. Entah sejak kapan Kieran mempunyai sifat seperti itu. Atau ini hanya efek karena Kieran baru bangun tidur, dan nyawanya belum sepenuhnya terkumpul?
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

kata Shinta "Bblllaaaarr!" "Bblllaaarr!" Akeno yui dan Shinta saling meningkatkan KI dan Aura divine nya. Di tempat Armagedon Kenji kira "Cih kemana Akeno mengapa dia belum kembali," kata Kenji kira. "Blaaarr!" "Blaaarrr!" "Blaaarrr!" "Blaaarr!" Akeno dan Shinta saling bertarung mengeluarkan seluruh kekuatan tempur mereka.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai kena aku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status