Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu
Tatapannya kosong, tapi sakit yang mengeram di dalamnya nyata.
“Keluarga ayahmu … mereka semua jahat,” bisiknya, penuh luka. “Mereka telah membunuh nenekmu. Mereka sudah menghancurkan hidup bunda, Nak.”
Suara tangisnya pecah, bukan tangis bahagia atas kehamilan, melainkan tangisan perang. Tangis seorang wanita yang terlalu lama tersudut, dan kini akhirnya menggenggam senjata.