Stetoskop Hati
“I have no excuse for what happened and saying 'I'm sorry' hardly seems adequate. Tapi aku akan terus minta maaf, sampai kamu memaafkanku.”
“Minta maaf, dan diulangi lagi? Satu hal yang sia-sia. Dan memaafkan kesalahan Mas Galih pun satu hal yang sia-sia buatku,” katanya dengan nada suara rendah dan dingin.
Menangkup wajahnya, walaupun dia berontak. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak karena tangannya masih kuat mencengkeram kemban. Gue menelisik wajahnya, bertukar pandang dengannya. Gue melihat hidungnya yang merah, pipinya yang basah, dan matanya yang bengkak dan merah. Gue gagal menjadi suami di hari pertama gue nikah.
Hot Chapters