author-banner
Hendra Irawan
Author

روايات بقلم Hendra Irawan

Crush Sang Kapten Basket

Crush Sang Kapten Basket

Alina siswi SMA pindahan dari Bandung yang kini harus tinggal di Jakarta ikut orang tuanya. Di sekolah baru nya ia mengagumi seorang kapten basket bernama Kevin. Sosok kapten yang dingin, tampan, dan gagah juga disegani para siswa juga selalu diperhatikan oleh setiap siswi. Ikuti terus cerita Alina mengejar cinta sang kapten..
قراءة
Chapter: Maaf Yang Tak Pernah Tersampaikan
Sore itu langit Jakarta diselimuti awan kelabu. Alina pulang dari sekolah dengan langkah yang jauh lebih lambat daripada biasanya. Sejak bertemu Helena di depan gerbang sekolah tadi siang, pikirannya seolah berhenti bekerja. Kata-kata gadis itu terus berputar di kepalanya."Om Kevin sudah berangkat ke Amerika...""Om Kevin sebenarnya ingin berpamitan..."Kalimat-kalimat itu menusuk hatinya berkali-kali.Seruni yang berjalan di sampingnya beberapa kali mencoba menghibur, tetapi Alina hanya membalas dengan senyum tipis yang dipaksakan."Lin... kamu yakin nggak apa-apa pulang sendiri?"Alina mengangguk pelan."Aku cuma pengen sendiri dulu, Run."Seruni menghela napas."Kalau butuh teman, telepon aku kapan aja.""Makasih..."Mobil ayah Alina sudah menunggu di seberang jalan. Seperti biasa, ayahnya turun membuka pintu untuk putrinya."Capek, Lin?"Alina hanya mengangguk sambil masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan pulang, tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ayahnya sesekal
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: Kepergian Kevin Tanpa Pamit
Hari-hari setelah pertengkaran itu berjalan begitu lambat bagi Alina. Sudah lebih dari seminggu sejak ia mengabaikan semua telepon dan pesan dari Kevin. Sejak hari itu pula, Kevin seolah benar-benar menghilang dari kehidupannya. Tak ada lagi sosok tinggi yang berdiri di depan kelas juga di gerbang sekolah sambil menunggunya datang. Tak ada lagi langkah kaki yang sengaja menghampirinya saat jam istirahat. Tak ada lagi pesan singkat berisi ucapan selamat pagi ataupun pertanyaan sederhana seperti, "Sudah sarapan?" Bahkan akun media sosial Kevin pun mendadak sepi tak ada unggahan baru, tak ada story, dan tak ada aktivitas sama sekali. Semuanya terasa membeku. Awalnya Alina berpikir Kevin hanya sedang menghormati permintaannya agar tidak mengganggunya untuk sementara waktu. Namun hari demi hari berlalu, Kevin benar-benar lenyap. Di sekolah, suasana pun terasa berbeda. Lapangan basket masih ramai seperti biasa. Suara bola memantul masih terdengar setiap sore. Tetapi tak ada lagi suara la
آخر تحديث: 2026-07-23
Chapter: Libur Yang Usai dan Hati Yang Hancur
Hari berlibur keluarga Alina nampaknya telah usai. Senja di Puncak perlahan memudar, menyisakan cahaya jingga di balik perkebunan teh yang terhampar luas. Mobil keluarga Alina meluncur pelan melewati jalan menurun yang berliku, sesekali terjebak macet panjang. Klakson bersahut-sahutan, lampu-lampu kendaraan menyalakan jalur gelap yang makin sesak.Di kursi belakang, Alina duduk bersandar di jendela dengan earphone terpasang, tapi lagu yang ia putar sama sekali tak menenangkan hatinya. Pikirannya masih penuh dengan satu wajah yaitu Kevin. Sosok itu muncul berkali-kali, silih berganti dengan bayangan Kevin yang tersenyum sambil merangkul seorang perempuan di pinggir lapangan basket, sebagaimana ia lihat di story WhatsApp senior OSIS kemarin.“Lin, kamu lapar? Mau kita cari makan dulu sebelum sampai Jakarta?” suara ayahnya terdengar dari kursi depan, memecah lamunan.Alina melepas salah satu earphone-nya. “Nggak, Yah. Alina nggak lapar,” jawabnya singkat.Ibu nya yang duduk di samping ay
آخر تحديث: 2025-09-16
Chapter: Kevin Bersama Siapa
Keesokan harinya, mereka kembali menelusuri kebun teh yang menghampar luas. Kali ini ke arah yang berbeda dari hari kemarin. Udara pagi menjelang siang di Puncak terasa segar, semilir angin membawa aroma daun teh yang baru dipetik. Alina berjalan di samping ibunya, sementara ayahnya seperti kemarin sibuk mengambil foto pemandangan dengan ponselnya. Mereka bertiga menapaki jalan setapak di antara kebun teh, matahari menyinari lembah hijau yang seakan tak berujung. “Indah banget ya, Yah,” kata Alina sambil menatap hamparan daun hijau yang berbaris rapi. “Iya, Lin. Ini tempat yang paling Ayah suka kalau mau menenangkan pikiran,” jawab ayahnya, senyum lega menghiasi wajahnya. Setelah cukup jauh berjalan, mereka menemukan sebuah saung kayu kecil di pinggir kebun. Mereka duduk berteduh di sana, menikmati hembusan angin yang menyejukkan. Ibunya mengeluarkan bekal camilan, sementara ayahnya merebahkan diri sambil menutup mata. Alina duduk sedikit menjauh, ponsel di tangannya ia nyalakan.
آخر تحديث: 2025-09-07
Chapter: Liburan Ke Puncak
Setelah makan malam selesai dan meja dirapikan, Kevin berdiri sambil membawa tas ranselnya. “Om, Tante, terima kasih banyak sudah mengizinkan saya makan malam di sini. Maaf merepotkan.” Ia menunduk dengan sopan. Ibunya Alina tersenyum ramah. “Ah, nggak usah sungkan begitu, Vin. Datang lagi aja kapan-kapan, rumah ini selalu terbuka buat kamu.” Kevin mengangguk. “Siap, Tante.” Alina yang berdiri di sampingnya, hanya bisa menatap canggung. Pipinya masih merah, apalagi sejak tadi Kevin terus mendapat pujian dari ayahnya. Kevin lalu menyalami ayah Alina. “Terima kasih juga, Om.” Ayah Alina menggenggam tangan Kevin erat, sambil menatapnya serius. “Vin… saya seneng ada teman yang bisa nemenin Alina. Jaga dia baik-baik ya kalau lagi di luar.” Kevin sempat terkejut dengan tatapan ayahnya yang hangat tapi tegas. Ia mengangguk mantap. “Siap, Om. Saya akan jaga Alina.” Mendengar itu, Alina hampir tersedak napasnya sendiri. “Yaah! Ayah…” protesnya dengan wajah memerah, tangannya mencub
آخر تحديث: 2025-08-28
Chapter: Kevin Semakin Dekat Dengan Keluarga Alina
Sore itu motor Kevin berhenti tepat di depan rumah Alina. Suara mesin yang pelan membuat ibunya Alina keluar dari teras, beliau tersenyum ramah begitu melihat siapa yang datang. “Eh, Kevin… pulang bareng lagi sama Alina?” sapa ibu dengan nada hangat. Kevin segera turun dari motor, melepas helm dan sedikit membungkukkan badan. “Iya, Tante. Habis latihan basket, saya ngajak Alina nonton sebentar. Semoga nggak apa-apa ya, Tan.” Alina langsung menyela dengan wajah setengah kesal. “Mama, jangan terlalu percaya. Dia itu sebenarnya ngajak aku ke suatu kantin yang rame banget. Masa disebut nonton?” Ibunya tertawa kecil. “Ya namanya juga anak muda, Lin. Jalan bareng itu udah bikin hati seneng kan?” Alina mendengus sambil masuk ke rumah, meninggalkan Kevin dan ibunya di teras. Kevin berdiri kikuk sejenak, tapi ibunya menepuk bahunya dengan lembut. “Kevin, masuk dulu yuk. Kamu kan pasti capek habis main. Minum dulu di dalam ya.” “Wah, boleh banget Tante. Makasih ya.” Kevin pun melangkah
آخر تحديث: 2025-08-26
قد تعجبك أيضًا
Jenazah Suamiku
Jenazah Suamiku
Romansa · Naffa Aisha
261.1K وجهات النظر
DIKIRA MISKIN SAAT REUNI
DIKIRA MISKIN SAAT REUNI
Romansa · Evie Yuzuma
260.6K وجهات النظر
Dijodohkan dengan Ipar Posesifku
Dijodohkan dengan Ipar Posesifku
Romansa · Rahmi Aziza
259.9K وجهات النظر
GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU
GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU
Romansa · Hielmy Muthia
259.4K وجهات النظر
MENIKAH DENGAN SULTAN
MENIKAH DENGAN SULTAN
Romansa · Evie Yuzuma
259.3K وجهات النظر
Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku
Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku
Romansa · Miana
259.2K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status