author-banner
Dualismdiary
Dualismdiary
Author

Novels by Dualismdiary

Terjerat Hasrat Liar Mantan Selingkuhan

Terjerat Hasrat Liar Mantan Selingkuhan

(Cerita bisa mengandung 21+) Meira selalu dikenal sebagai gadis jenius—IQ superior, cantik, dan berprestasi. Namun hidupnya tak berjalan sesuai jalur emas yang diimpikan banyak orang. Di masa SMA, ia pernah menerima cinta seorang adik kelas, Hastan, hanya untuk membalas sakit hati dari pacar lamanya, Octavian. Hubungan itu singkat, terhenti di antara liburan dan aturan keluarga yang ketat. Meira bahkan memutuskan Hastan lewat pesan singkat… dan menghilang. Bertahun-tahun kemudian, Meira bukan lagi gadis piala olimpiade itu. Ia adalah istri yang kehilangan mimpi, ibu dari seorang anak, dan perempuan yang bertahan di pernikahan retak. Saat kembali bekerja sebagai Project Manager di perusahaan instalasi elektronik medis, sebuah proyek membawanya ke rumah sakit militer—dan ke pelukan masa lalu. Hastan kini seorang Letnan Kolonel muda Divisi Siber. Tatapannya tetap sama, namun kali ini lebih berbahaya. Di balik senyum tenangnya, ia memegang rahasia: ponsel Meira sudah ia retas, setiap pesan, panggilan, bahkan momen paling pribadi dalam rumah tangganya ada di genggamannya. Ia tahu kelemahan Meira. Ia tahu apa yang membuatnya menyerah. Dan ia tahu… Meira belum benar-benar lepas darinya. Di antara ikatan pernikahan yang belum resmi berakhir, obsesi yang semakin dalam, dan masa lalu yang tak pernah ditutup, Meira terjebak dalam permainan berbahaya antara cinta, dendam, dan hasrat yang tak pernah padam.
Read
Chapter: 96 - Gelombang yang Menghantam
“Ra… gawat banget ini,” kata Aira tergesa-gesa, hampir terengah. “Beberapa pengiriman alat medis dari vendor macet, jadwal produksi bisa terganggu. Tim logistik panik, dan aku nggak ngerti kenapa bisa begini.” Meira menelan ludah. Baru saja ia mulai merasa lega karena Octavian pergi, tapi kini bayangan masalah baru sudah menempel di pundaknya. Aliran udara di ruangannya terasa tiba-tiba berat. Ia menatap Aira, mata mereka bertemu—dan keduanya sama-sama sadar: sesuatu tidak beres, tapi belum tahu apa yang terjadi. “Baik,” ucap Meira akhirnya dengan suara yang berusaha ia buat tegas. “Kita lihat langsung ke bawah.” Tanpa menunggu, ia melangkah cepat meninggalkan ruangannya, Aira mengekor di belakang. Sepatu haknya berdetak keras di lantai koridor, seolah mengikuti ritme detak jantungnya yang mulai memburu. Sesampainya di ruang tim logistik, suasana benar-benar kacau. Beberapa staf terlihat sibuk menelpon, sebagian lain menunduk di depan laptop dengan wajah tegang. Tumpukan dokumen p
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: 95 - Badai Baru
Meira menatap layar laptopnya, jari-jari tangannya bergerak cepat mengetik laporan proyek. Ruang kerjanya di Medinova Technosurgica dipenuhi tumpukan dokumen, blueprint alat medis, dan layar monitor yang menampilkan grafik perkembangan produksi. Dua bulan telah berlalu sejak perayaan anniversary yang membekas di hatinya—sejak momen itu, ia bekerja tanpa henti, menenggelamkan perasaan dalam kesibukan. Namun hati Meira tetap tak tenang. Perceraian resmi dengan Octavian tinggal sebulan lagi, dan rasa tidak sabar itu makin membesar. Setiap kali melihat Dio bermain, Meira merasakan percampuran lega dan cemas: lega karena sebentar lagi mereka bisa benar-benar bebas, cemas karena masa depan Dio tetap bergantung pada keputusan orang dewasa di sekitarnya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Octavian muncul di layar. Meira menelan ludah, menahan napas sejenak sebelum mengangkat telepon. “Halo?” suaranya terdengar biasa saja, tapi hatinya sedikit berdebar. “Hai, Meira… aku dapat pekerjaa
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: 94 - Clarissa
Koridor markas militer terasa dingin, walau lampu neon menyala terang. Langkah Hastan bergema pelan di lantai marmer, setiap denting sepatunya seperti menabuh irama jantung yang menegangkan. Ia menahan napas, menyiapkan diri menghadapi satu pertemuan yang ia tahu akan menjadi salah satu momen paling sulit dalam hidupnya. Di depan ruang kerja, ia berdiri sejenak, menyesap udara, mencoba menenangkan diri. Sebentar lagi, ia akan menghadap atasannya—bukan sekadar sebagai letkol yang sedang mengajukan pengunduran diri, tapi sebagai seorang prajurit yang menanggung luka hati, rasa kecewa, dan rahasia yang tak pernah terungkap. Pintu terbuka, dan tatapan mata atasannya langsung menempel pada Hastan. Mata itu bukan hanya penuh kewibawaan, tapi juga hangat—mata yang telah menyaksikan setiap pencapaian Hastan sejak pertama kali masuk divisi cyber. “Hastan…,” kata atasannya perlahan, raut wajahnya campur bingung dan khawatir. “Aku tidak percaya ini… Kau serius ingin mengundurkan diri?” H
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: 93 - Dibalik Senyum Ibu
Langkah Meira terhenti seketika ketika merasakan sesuatu yang hangat menetes di pundaknya. Ia mendongak, hanya untuk menemukan darah segar mengalir dari hidung ibunya. “Ibu!” seru Meira panik, suaranya bergetar. Ia buru-buru meraih tisu di atas meja dan menekan lembut hidung sang ibu, sementara tangannya yang lain meraih segelas air mineral. Dibimbingnya ibunya untuk duduk di sofa, meski detak jantungnya sendiri terasa seakan pecah oleh rasa takut. “Bu, kenapa bisa begini? Ini… ini tidak normal.” Suaranya serak, nyaris pecah. Namun sang ibu hanya tersenyum samar, meski wajahnya jelas pucat. Senyum yang seolah memaksa ketenangan. “Jangan takut, Nak. Kadang tubuh ini memang suka lelah, seperti hati yang memikul beban terlalu berat.” Kata-kata itu membuat dada Meira sesak. Ia merasa tertohok—karena tahu, sebagian dari beban itu bersumber dari dirinya. Dari kisah cintanya yang berantakan, dari luka yang ia bawa pulang dalam setiap tangis diam-diam. “Ibu jangan bicara begitu,
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: 92 - Hantaman yang Membunuh dari Dalam
Langit sore di kediaman Maheswara berwarna kelabu. Angin berhembus pelan, namun udara di dalam rumah begitu berat seakan dipenuhi kabut gelap. Sejak kedatangannya yang tiba-tiba, Hastan tidak pernah benar-benar berbicara dengan siapa pun. Ia hanya melewati ruang tamu dengan wajah dingin, naik ke lantai dua, lalu mengurung diri. Ruangan yang paling sering didatanginya adalah gym pribadi keluarga. Samsak tinju di pojok ruangan itu kini penuh dengan bercak darah, sobek di beberapa sisi, seperti tubuhnya sendiri yang terkoyak dari dalam. “DUK! DUK! DUK! DUK!” Tinju demi tinju meluncur. Begitu keras hingga sendi tangannya berdenyut, kulitnya robek, darah menetes ke lantai kayu. Tapi ia tidak berhenti. Semakin perih, semakin keras ia menghantam. Setiap pukulan adalah teriakan dalam hati: Ciuman itu. Tatapan itu. Senyum itu. Kenapa harus aku yang melihatnya? Kenapa aku yang harus jadi saksi? Nafasnya tersengal, keringat menetes deras. Tapi yang keluar dari matanya bukan hanya keringat—
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: 91 - Air Mata dan Darah
Udara malam rooftop hotel itu masih menempel di kulit Meira. Angin dingin menusuk tulang, namun yang lebih menusuk adalah rasa getir yang menggenang di dadanya. Lampu-lampu kota Selaras berkelap-kelip di kejauhan, tapi hatinya justru gelap. Seusai perayaan semu itu, Octavian pergi lebih dulu. Ia sibuk menenteng ponselnya, memastikan setiap potongan video live yang ia ambil tadi benar-benar tersimpan rapi di arsip media sosialnya. Seolah-olah, ia baru saja memenangkan sebuah panggung besar. Sementara Meira tertinggal, duduk di kursi restoran yang kini hampir kosong, hanya ditemani sisa lilin yang meredup. Meira menatap meja, seakan bekas gelas wine dan bunga yang sudah mulai layu bisa memberi jawaban. Dadanya terasa sesak. Bukan hanya karena ia tadi menuruti permintaan Octavian untuk berciuman di depan kamera, tapi karena sekelebat bayangan muncul di sudut matanya—seorang pria tinggi, dengan tatapan yang ia kenal luar dalam, berdiri di pintu masuk sebelum akhirnya berbalik dan pergi
Last Updated: 2025-08-28
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status