مشاركة

83. PPPN

مؤلف: Callme_Tata
last update تاريخ النشر: 2026-05-06 12:26:27

"Ngomong sama siapa kamu? Dan, siapa yang curiga?"

Degh!

Terkejut Melati mendengar suara Andrean yang berasal dari belakangnya.

Wanita berperut buncit seperti kecebong anyut itu berbalik, menatap Andrean yang melipat kedua tangan di dada dan berdiri di ambang pintu dengan ekspresi wajahnya yang datar.

Wajah Melati seketika memucat, tubuhnya menegang. Bahkan ponsel yang ada di dalam genggaman tangannya nyaris terlepas dan jatuh.

"Ma-ma-mas Andre...." sebut Melati tergagap. Wajahnya yang puc
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   204. PPPN

    Di dalam ruangan VVIP tempat Satria dirawat, Rain duduk di kursi samping ranjang pasien. Dengan setia, wanita hamil itu menemani calon suaminya yang mengalami koma, bahkan tak henti mengajak pemuda itu berbicara, berharap Satria bangun dan merespons perkataannya."Kalau kamu gak kecelakaan, harusnya besok hari pernikahan kita. Tapi sekarang, kamu malah tiduran di sini," ucap Rain. Suaranya pelan dan bergetar, menunjukkan jika ia begitu sedih melihat keadaan calon suaminya.Bibir wanita hamil itu berbicara, sedangkan tangannya bergerak mengusap lembut lengan Satria yang terasa begitu dingin.Wajah pucat Satria yang penuh luka, dibalut perban di bagian kening dan kepala, membuat perasaan Rain terasa begitu sakit. Dalam waktu beberapa bulan terakhir, sudah berapa kali Satria masuk rumah sakit tersebut. Dan kali ini adalah yang terparah."Kamu tahu gak, Sayang? Semalam aku tidurnya gak nyenyak, selalu kepikiran kamu," kata Rain, mengadu jika ia tak dapat beristirahat dengan tenang lantara

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   203. PPPN

    Andrean yang tak sengaja melihat Rain mendatangi rumah sakit di pagi hari tersebut, memutuskan untuk membuntuti lantaran merasa penasaran.Pria itu ingin tahu, siapa orang yang dikunjungi oleh mantan istrinya di pagi buta tersebut."Rain, ngapain lagi dia ke sini? Kemarin pulang malam dan sekarang pagi-pagi banget udah datang lagi ke rumah sakit ini," gumam Andrean yang begitu penasaran.Saking penasarannya, Andrean mengikuti langkah Rain sampai ke depan ruangan VVIP.Melihat Rain berhenti di depan ruangan tersebut dan berbincang-bincang dengan Tuan Arya dan orang tua angkatnya, kening pria itu berkerut."Bukannya orang itu Arya Mandala, pemimpin Mandala Prima Grup. Kenapa bisa deket sama Rain?" kata Andrean yang bersembunyi.Rasa penasaran pria itu semakin meletup-letup. Ia menjadi kepo dengan segala urusan mantan istrinya.Penyesalan karena bercerai dari Rain kini semakin besar dan membuatnya bersikeras ingin memiliki wanita itu lagi."Ada hubungan apa Rain sama Tuan Arya Mandala da

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   202. PPPN

    Pagi-pagi sekali, Rain yang sudah membersihkan diri dan berpakaian rapi, melangkah menuju kamar Tasya. Ia membangunkan sahabat sekaligus saudaranya yang terlelap di balik selimut tebal."Sya, bangun. Anterin aku ke rumah sakit," kata Rain. Tangannya bergerak menarik selimut yang menutupi tubuh Tasya yang agak bulat seperti bola sepak yang agak kempes.Tasya yang benar-benar masih terlelap, menggeliat kecil tanpa membuka matanya sedikit pun. Bahkan, tubuh gadis tua itu semakin meringkuk di atas tempat tidur."Sya, buruan bangun! Atau aku pergi sendiri, biar kamu dimarahin Ayah dan Bunda!"Berulang kali membangunkan Tasya, tetapi wanita itu tak juga membuka mata, hingga Rain menjadi kesal dibuatnya.Di pinggiran tempat tidur tersebut, Rain menghela napas kasar. Lalu kembali menutupi tubuh Tasya yang tidur dengan posisi meringkuk.Setelah itu, ia pun memesan taksi online dan minta diantarkan ke rumah sakit. Menunggu Tasya bangun, yang ada tengah hari baru berangkat."Emang bener-bener si

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   201. PPPN

    "Rain, ngapain malem-malem di sini? Kamu sakit?!"Rain dan Tasya yang berjalan pelan menyusuri lorong rumah sakit, seketika menghentikan langkah mereka dan menatap ke arah sumber suara.Melihat wajah orang yang menyapa dan bertanya padanya, Rain menghela napas pelan dan membuang muka, tak mau melihat orang itu lebih lama.Sedangkan Tasya, seketika mencebikkan bibirnya. Menunjukkan jika ia tak suka dan sangat malas melihat wajah menyebalkan orang tersebut.Andrean yang baru keluar dari ruangan rawat ibunya, tersenyum kecil saat melihat wajah Rain yang dirindukannya beberapa minggu terakhir."Rain, kamu sakit?"Tak dipedulikan oleh Rain dan Tasya, Andrean kembali bertanya sembari melangkah mendekati mantan istrinya tersebut.Namun, baru saja mendekat, Tasya sudah lebih dulu menghalangi. Wanita bertubuh agak pendek itu menarik tubuh Rain, tak membiarkan Andrean mengganggunya."Rain lagi gak enak badan, jadi gak usah deket-deket," kata Tasya dengan mode julid on.Sepasang mata gadis tua i

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   200. PPPN

    "Akhirnya... aku dapet donor darah buat Satria!"Suara heboh Tasya yang katanya menemukan pendonor untuk Satria membuat Pak Anjas, Bu Karina, Rain, dan Bu Yohana langsung menatap ke arahnya.Mereka semua menatap serempak, hingga Tasya yang menyadari jika saat ini berada di rumah sakit langsung menutup mulutnya dan menyengir kuda."Hee, maaf. Aku dapet donor darah buat Satria ini," kata Tasya sambil menunjuk layar ponselnya yang menyala."Kamu serius, Sya? Gak lagi bercanda, kan?" tanya Rain memastikan. Matanya yang memerah dan sembab menatap serius wajah sahabatnya.Ditanya, Tasya yang memang sedang serius dan tidak bercanda itu pun menganggukkan kepalanya dengan cepat."Hmm, aku serius. Ini ada dua bersaudara yang punya golongan darah O negatif dan bersedia donor. Tapi ada syaratnya, mereka minta bayarin semua biaya rumah sakit ibu mereka yang menderita gagal ginjal dan dirawat di Rumah Sakit Sido Mulyo!""Setujui, cepat setujui. Bukan cuma biaya rumah sakit yang akan kulunasi, ibuny

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   199. PPPN

    Tuan Seno yang berada di atas ranjang dengan tubuh nyaris polos, menyunggingkan sudut bibirnya saat melihat sang istri keluar dari kamar mandi. Tubuh polosnya yang sedikit bulat, dibalut dengan handuk singkat terlihat begitu menggoda dan menggairahkan."Udah bener-bener selesai datang bulannya?" tanya Tuan Seno, sepasang matanya menatap lekukan tubuh istrinya tanpa berkedip.Sudah seminggu tidak melakukan hubungan intim dan menikmati kemontokan istrinya. Kini pria paruh baya itu sudah tidak tahan ingin memuaskan hasratnya dan juga menyenangkan sang istri yang memang selalu tergila-gila dengan keperkasaannya.Diana, istri dari Tuan Seno yang posesif dan pencemburu, mengangguk sembari melangkah pelan mendekati sang suami yang duduk bersandar di kepala ranjang.Di pinggiran ranjang, wanita paruh baya yang masih cukup cantik dengan tubuh montok itu melepaskan handuk yang melilit tubuh polosnya. Lalu melemparkan handuk tersebut secara asal ke lantai.Selanjutnya, dengan tubuh telanjang bul

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   160. PPPN

    "Beneran mau tidur di sini? Gak pulang ke apartemen atau minta jemput sama Tasya?"Satria yang saat ini duduk di pinggiran kasur kamar tidurnya, bertanya pada Rain yang berada di sampingnya. Pemuda itu ragu pada sang kekasih yang ingin tinggal di rumahnya yang sempit, tidak ber-AC dan lumayan jauh

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   157. PPPN

    "Apa? Kamu udah pernah menikah?" Perkataan bernada sedikit tinggi itu lolos begitu saja dari mulut Bu Yohana. Mata wanita separuh baya itu melotot, menunjukkan ekspresi kaget alami setelah mendengar pengakuan Rain yang katanya sudah pernah menikah. Rain yang duduk di sofa bersama Satria itu pun m

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   156. PPPN

    "Sat, dia hamil?" Degh! Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Bu Yohana, tubuh Satria membeku. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, sedangkan wajahnya yang babak belur terlihat tegang. Cemas pada keadaan Rain yang mengalami mual, pemuda gigolo privat itu sampai tidak sadar jika seja

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   152. PPPN

    Di sisi lain, Andrean yang dicurigai sebagai dalang penganiayaan terhadap Satria, masih berada di apartemen Dewi. Sejak tadi, pria itu bergumul di atas ranjang bersama Dewi yang memiliki tubuh seksi dan payudara brutal. Di atas tubuh Andrean yang telanjang bulat, Dewi bergerak maju mundur memompa

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status