author-banner
DewaRa
DewaRa
Author

Novels by DewaRa

Kesayangan Janda Dan Gadis Desa

Kesayangan Janda Dan Gadis Desa

Aku direndahkan, tapi tak ada yang tahu bahwa aku mewarisi ilmu pijat sensual dari leluhur. Tak ada satu pun wanita yang sanggup menolak gairah dari sentuhanku.
Read
Chapter: Pulang Dan Menikah
Sena menuntaskan semua tugas medisnya di ibu kota dengan sempurna. Luruhnya penyakit kronis para pejabat VIP serta kukuhnya benteng dukungan politik dari Bu Mawar dan Bu Jasmin membuat nama Sena menjelma menjadi legenda hidup di Rumah Sakit Kepresidenan. Namun, kemewahan dan riuk-pikuk Jakarta tak pernah sanggup mengikat hatinya. Rindu pada heningnya desa dan sosok Ayu—wanita lembut yang menjadi penambat jiwanya—kian membuncah di dalam dada.​Di ruang tamu rumah dinas, Bu Mawar, Bu Jasmin, dan Dokter Vera berkumpul untuk mengantar kepulangan Sena.​"Sena, apa kamu yakin tidak ingin menetap di Jakarta?" tanya Bu Mawar dengan nada berat melepas. "Fasilitas rumah dinas ini, posisi di rumah sakit, hingga perlindungan politik... semuanya sudah kami siapkan untukmu."​Bu Jasmin ikut mengangguk pelan, menatap Sena dengan binar penuh rasa terima kasih dan keterikatan yang mendalam. "Benar, Sena. Pintu rumah kami selalu terbuka lebar untukmu. Kehadiranmu di sini sangat berarti bagi kami."​Sen
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Terima Kasih Sena.
Pikiran Sena berdesir pelan. De javu. Sungguh sebuah pola takdir yang sangat sempurna. Dokter Vera yang tegas namun penuh perhatian persis seperti Mbak Irma, Bu Mawar yang anggun dan berkelas seperti Nyonya Sarah, Bu Jasmin yang lembut dan penuh kehangatan seperti Nyonya Widya, serta Ina yang sigap melayani seperti Elsa. Kota besar ini ternyata menyimpan cerminan persis dari wanita-wanita yang membantunya membangun pilar kekuatan di desa.​Sena menatap Bu Jasmin yang berdiri penuh harap di hadapannya.​"Bisa, Bu. Kalau Bu Jasmin berkenan, kita bisa lakukan terapinya sekarang di kamar terapi," tutur Sena ramah.​"Sekarang, Sena? Apa tidak merepotkanmu?" tanya Bu Jasmin, matanya berbinar gembira meski nada suaranya tertahan sopan.​"Tidak sama sekali, Bu. Lebih cepat ditangani, tidur Bu Jasmin malam ini akan jauh lebih nyenyak," sahut Sena seraya melangkah membimbingnya menuju koridor dalam.​Bu Mawar tersenyum tipis, melempar pandangan penuh arti pada Bu Jasmin. "Masuklah, Jasmin. Perc
Last Updated: 2026-09-14
Chapter: Bu Mawar Dan Bu Jasmin Seperti Dejavu
Bu Mawar melangkah mendekati ranjang terapi kayu. Dengan penuh keanggunan, wanita berpengaruh itu merebahkan tubuhnya menelungkup di atas kasur empuk. Gaun sutra mewahnya sedikit tersingkap di bagian punggung atas, menyingkapkan kulit mulus nan kencang yang memancarkan aroma cendana.​Sena mengatur napasnya, memusatkan Hawa Murni dari pusat dada ke kedua telapak tangannya hingga pendar keemasan hangat memancar samar dari jemarinya.​"Saya mulai ya, Bu Mawar. Rileks dan bernapaslah teratur," bisik Sena halus.​"Baik, Sena... lakukan saja," pukas Bu Mawar dengan nada bergetar gugup bercampur harap.​Sena menempelkan kedua telapak tangannya di belikat belakang Bu Mawar. Sentuhan itu seketika memicu letupan energi. Aliran Hawa Murni yang hangat dan perkasa menerobos masuk melintasi pori-pori kulit punggungnya, merayap cepat menghantam penyumbatan pembuluh darah kronis di belikat dan rongga dada.​"Aahhh..."​Desahan halus lolos dari bibir Bu Mawar. Tubuhnya mendadak lemas seketika. Sensas
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Sena Bisa Pijat Aku
Malam kian larut di kompleks perumahan dinas Rumah Sakit Pusat Kepresidenan. Suasana di sekitar kediaman Sena tampak tenang, hanya diselingi gesekan dedaunan yang ditiup angin malam. Sena baru saja selesai membersihkan diri dan mengenakan kaos polos serta celana kain santai saat ketukan halus terdengar di pintu depan.​Ina, sang ART yang selalu sigap, bergegas membukakan pintu. Tak lama kemudian, gadis itu melangkah menuju ruang tengah tempat Sena sedang duduk menikmati teh hangat.​"Mas Sena, ada Bu Mawar di depan. Beliau membawakan hantaran camilan untuk Mas," pukas Ina dengan nada sopan dan sigap.​Belum sempat Sena menjawab, sosok wanita bertubuh jenjang berkelas itu sudah melangkah masuk. Bu Mawar tampak sangat anggun dengan gaun malam berbahan sutra yang jatuh pas di lekuk tubuhnya. Aromanya yang mewah dan tegas—perpaduan wangi mawar dan kayu cendana—langsung memenuhi ruangan, membuat Sena teringat total pada keanggunan Nyonya Sarah di desa.​"Malam, Sena. Maaf ya kalau Mawar me
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Ada Apa?
Sena melipat kedua kakinya di atas ranjang, bersila dalam posisi meditasi sempurna. Ia memejamkan mata rapat-rapt, mencoba memusatkan pikiran untuk mengamati sirkulasi Hawa Murni di dalam meridian tubuhnya.​Biasanya, arus energinya terasa tenang dan stabil—terkunci rapat sejak ia mengikat ikrar batin dengan Ayu di desa. Namun malam ini, ada getaran asing yang bergejolak hebat di pusat dadanya.​Pendar keemasan merembes keluar dari pori-pori kulitnya, menerangi kamar rumah dinas yang remang. Sena dapat merasakan dengan sangat jelas bagaimana energi kehidupan milik Dokter Vera yang baru saja ia sentuh meninggalkan jejak halus, menyatu, dan membuka pilar energi baru di dalam dirinya.​"Kenapa bisa seperti ini...?" gumam Sena pelan. Solilokui itu bergetar di keheningan malam. "Energi yang seharusnya terkunci rapat bersama Ayu... tiba-tiba merekah kembali. Sensasi ini... persis saat pertama kali aku membantu Bidan Irma."​Pertanyaan itu terus berputar di benaknya. Apakah penyembuhan yang
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Lega Sekali Sena
Desahan lega yang lolos dari bibir Dokter Vera tadi bukanlah sekadar reaksi atas hilangnya rasa pening. Saat Hawa Murni hangat dari telapak tangan Sena meresap menembus pangkal tengkoraknya, sensasi itu meletup lembut, mengalir terus ke bawah melintasi tulang belakangnya.​Aliran hangat itu meluncur deras menuju area bawah perutnya, memicu denyut halus yang begitu nikmat hingga membuat otot-otot tubuhnya lemas seketika. Sebuah sensasi asing namun sangat membuai, membuat dadanya berdesir hebat.​Sena menarik pelan kedua tangannya, memutus pendar keemasan yang samar-samar menyelimuti jemarinya. Ia melangkah ke samping, menatap wanita di hadapannya dengan raut tenang.​"Bagaimana, Dokter Vera? Sudah enakan?" tanya Sena seraya menyodorkan segelas air hangat.​Dokter Vera menarik napas panjang, mencoba menguasai degup jantungnya yang masih berdebar kambar. Sensasi nikmat di bawah perutnya bertahap surut, menyisakan kebugaran luar biasa yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.​"Sudah.
Last Updated: 2026-09-03
Tuan Perkasa, Aku Kecanduan

Tuan Perkasa, Aku Kecanduan

Dijual seperti barang oleh pria yang ia percayai, dunia Lily runtuh dalam satu malam. Hutang miliaran rupiah milik sang kekasih membuat Lily terpaksa menjadi jaminan bagi Gray, seorang pemimpin mafia kejam yang tak mengenal belas kasihan. ​Bagi Gray, Lily hanyalah pion dalam permainan kekuasaannya. Namun, sebuah pengakuan pilu tentang masa lalu Lily yang yatim piatu dan berjuang sendirian demi pendidikan, tanpa sadar merobohkan tembok pertahanan sang mafia. Gray menunggu Lily mau melayaninya, hingga cinta hinggap dan tubuh Lily menjadi candu bagi Gray. ​Lantas bagaimana endingnya, jika ternyata Lily bukan yatim piatu melainkan anak rival Gray yang juga Mafia.
Read
Chapter: Jangan Lupa Traktirannya
"Lily, di sini aku dosennya, bukan kamu! Aku perintahkan kamu untuk wawancara ulang, ya wawancara ulang! Atau kalau tidak, nilaimu akan langsung aku beri C!" ancam dosen paruh baya itu tegas, sama sekali tak memberi celah untuk protes.​Lily mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan gejolak amarah dan kekecewaan yang membakar dadanya. Dengan hati yang remuk, ia menarik kembali lembar laporan wawancaranya lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut. Ia sungguh tak menyangka ada dosen yang sepicik dan tak adil ini. Jelas-jelas hasil wawancaranya sangat sempurna dan valid langsung dari mulut sang bos besar, tapi malah ditolak mentah-mentah hanya demi membela Bianca yang merupakan anak rektor.​Setibanya di dalam kelas, Lily menghempaskan tubuhnya dan duduk dengan kasar di kursinya. Raut wajahnya terlipat sedih.​Mia yang menyadari ekspresi bersungut-sungut sahabatnya langsung berjalan mendekat. "Kenapa, Li? Ada masalah apa di ruang dosen?" tanyanya cemas.​"Pak dosen benar-benar pilih kas
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Harga Diri Mafia Dingin Dikuliti Habis Tanpa Sisa
"Apa perlu kita kembali, Tuan? Mumpung mobilnya masih belum terlalu jauh," tanya Jack dari balik kemudi, melirik ragu lewat kaca spion.​Gray menghela napas panjang, melirik sekilas ke arah Lily yang masih sesenggukan menatap keluar jendela. Harga diri seorang mafia besar memang tinggi, tapi melihat air mata wanitanya jauh lebih menyiksa.​"Ya sudah, putar arah. Kita kembali saja," sahut Gray akhirnya mengalah.​Jack langsung memutar balik mobil mewah itu. Tak butuh waktu lama, mereka kembali tiba di depan food truck penjual burger tersebut. Jack turun atas perintah Gray, lalu tak lama kemudian kembali dengan membawa bungkusan pesanan hangat yang tadi sempat ditinggalkan.​"Coba kamu makan dulu untuk memastikan makanan ini aman dikonsumsi," ujar Gray dingin kepada asistennya.​Tanpa pikir panjang, Jack langsung membuka bungkusan itu dan menggigit satu porsi burger di tangan. Seketika itu juga, mata Jack membelalak lebar.​"Tuan... Ini ternyata sangat lezat!" seru Jack takjub.​Selama
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Kenapa Anda Tidak Mengerti!
"Maaf, Tuan..." cicit Jack pelan sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam, berusaha menyelamatkan nyawanya dari tatapan tajam sang bos.​"Sudahlah. Ayo kita keluar," ajak Gray seraya berdiri dari kursi kebesarannya dan merapikan kemeja mewahnya.​Jack mengernyit bingung. "Ke mana, Tuan? Bukankah jadwal hari ini sudah kosong dan tidak ada meeting dengan siapa pun?"​"Jemput Lily," jawab Gray singkat sambil melangkah menuju pintu.​"Jemput Nona Lily?" ulang Jack terperanjat, melirik jam tangannya. "Tapi Tuan... jam pulang kuliah Nona Lily masih dua jam lagi."​"Kita berkeliling saja dulu," balas Gray santai.​Jack semakin tak mengerti dengan jalan pikiran bosnya akhir-akhir ini. Biasanya, Gray adalah sosok pebisnis yang sangat menghargai waktu secara efisien. Pria itu jauh lebih senang ditunggu daripada harus menunggu orang lain. Bahkan untuk pertemuan bisnis yang sangat penting sekalipun, Gray selalu berangkat pas di menit-menit terakhir. Namun sekarang, demi menjemput gadis kecilnya,
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Apa Kamu Sudah Tidak Sayang Dengan Nyawamu!
Melihat Lily yang terus menundukkan kepala, Gray sadar bahwa gadis kecilnya merasa tidak nyaman dan malu dengan kehadirannya di tengah koridor kampus. Gray menyunggingkan senyum tipis yang tak terlihat, lalu berbalik menatap Pak Rektor.​"Aku harus segera kembali ke kantor. Ada urusan mendesak yang harus diselesaikan," ujar Gray dingin.​"Baik, Pak Gray. Terima kasih banyak atas kunjungannya hari ini," sahut Pak Rektor dengan tawa semringah. "Mari, saya antar sampai ke area parkiran."​Gray dan Jack melangkah lebih dulu di depan, sementara Pak Rektor berjalan mengikut di belakang. Begitu rombongan itu menghilang di ujung koridor, Lily seketika bernapas lega. Ia mengelus dadanya yang tadi berdegup kencang.​"Syukurlah... dia akhirnya pergi juga," gumam Lily penuh rasa lega.​"Siapa yang kamu maksud, Li?" sahut Mia yang duduk di sampingnya, menoleh bingung.​"Tuh... si—eh, maksudku Tuan Gray," potong Lily cepat, hampir saja keceplosan memanggil pria itu dengan sebutan lain.​Di dalam ha
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Berkeliling Kampus
Jam istirahat akhirnya tiba. Di ruang rektorat, perbincangan antara Gray dan Pak Rektor baru saja usai. Namun, bukannya langsung pergi meninggalkan area kampus bersama Jack, Gray justru berdiri dan meluruskan kemejanya. Pria itu punya misi tersendiri: ia ingin melihat keberadaan gadis kecilnya.​"Aku ingin berkeliling kampus ini sebentar. Aku ingin melihat-lihat fasilitasnya," ujar Gray dingin dengan raut wajah tanpa ekspresi.​Pak Rektor seketika terperangah kaget. Ia tak menyangka sosok bos besar yang biasanya sangat sibuk dan tak tersentuh itu mendadak berminat menyusuri koridor kampus. Sesaat kemudian, asumsi liar mendadak melintas di benak Pak Rektor.​Apakah ini ada hubungannya dengan Bianca? Apa Pak Gray tadi diam-diam tertarik saat melihat putriku? batin Pak Rektor kegirangan.​Dengan senyum merekah penuh percaya diri, Pak Rektor langsung membungkuk hormat. "Tentu saja, Tuan Gray! Merupakan suatu kehormatan. Mari, saya sendiri yang akan mendampingi Anda berkeliling."​Gray han
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Heboh
"Guys! Kalian mau tahu tidak aku mau mewawancarai siapa?!" teriak Bianca dengan suara melengking begitu melangkah masuk ke dalam ruang kelas, menarik perhatian seluruh mahasiswa yang sedang bersantai.​Teman-teman gengnya saling pandang sejenak lalu menggelengkan kepala bersamaan.​"Tidak tahu, Bi. Memangnya kamu mau mewawancarai siapa?" tanya salah satu anggota gengnya penasaran.​Bianca menyunggingkan senyum sombong, melipat kedua tangannya di dada dengan gaya paling anggun. "Mr. Gray," jawabnya singkat namun penuh penekanan.​Seketika itu juga, semua mata di dalam kelas membelalak tak percaya. Suasana kelas yang tadinya riuh mendadak hening sejenak sebelum berubah gempar.​"Mr. Gray?!" seru temannya kaget. "Maksudmu... pebisnis misterius itu?"​"Benar! Mr. Gray, pemilik kampus kita tercinta ini! Kalian sudah tahu atau belum, sih?" tanya Bianca menyipitkan mata.​Teman-temannya di kelas kembali merespons. Uniknya, mereka menggelengkan kepala bersamaan, namun detik berikutnya mereka
Last Updated: 2026-10-12
You May Also Like
Roh Dewa Perang
Roh Dewa Perang
Fantasi · Rosa Rasyidin
29.0K views
Tabib Cantik Milik Pangeran
Tabib Cantik Milik Pangeran
Fantasi · Donat Mblondo
28.7K views
NEWBORN
NEWBORN
Fantasi · Ally Jane
28.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status