author-banner
Ardina whina
Author

Novels by Ardina whina

Bukan Pemuas Nafsu Dokter

Bukan Pemuas Nafsu Dokter

Perjodohan akibat wasiat keluarga menyatukan Alan, dokter spesialis bertangan dingin, dengan Luna, gadis polos berusia 19 tahun. Di mata Alan, Luna adalah satu-satunya wanita yang mampu membakar hasratnya. Namun, gengsi tinggi membuat Alan enggan mengungkapkan rasa, hingga melampiaskan gairahnya secara dominan dan kasar. Luna yang merindukan pernikahan hangat hanya bisa pasrah menahan luka batin. Titik balik terjadi saat cemburu buta membakar Alan ketika melihat Luna tersenyum lepas bersama teman prianya. Saat mata Luna meredup hampa akibat sikap kasarnya, sang dokter panik luar biasa. Alan harus menurunkan egonya demi memenangkan kembali hati sang istri.
Read
Chapter: Bab 6
"Foto itu..." Suara Luna gemetar, memandangi foto masa kecilnya sedang di pegang oleh Alan. Alan tersentak hebat. Ia dengan cepat menoleh ke arah pintu ruang kerjanya yang sedikit terbuka. Di ambang pintu, berdiri Luna dengan gaun tidur tipisnya, memeluk kedua tangannya di dada. Wajah gadis itu pucat, dan matanya membelalak lebar saat pandangannya terkunci pada foto berukuran sedang yang dipegang Alan. Mata jernih Luna beralih dari foto tua di tangan suaminya, lalu turun ke arah kotak kayu ukir terbuka di atas meja. Air matanya mendadak merebak kembali tanpa bisa ditahan. "Kenapa... kenapa foto masa kecilku ada di tangan Mas Alan?" bisik Luna parau. Darah Alan mendadak terasa berhenti mengalir. Pria tiga puluh tahun itu berdiri secara refleks, menyembunyikan foto tersebut di balik punggungnya dengan raut panik yang tak pernah Luna lihat sebelumnya. "Luna... kenapa belum tidur?" suara Alan terdengar bergetar tipis, berusaha menguasai suaranya. Luna tidak menjawab. Langk
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: bab 5
"Uuuuuhhhh..." desahan lolos begitu saja dari bibir manis Luna.Alan bergerak semakin cepat. Memperdalam hujamannya. Seolah melalui penyatuan fisik yang kasar ini, Alan berusaha mengikis semua kata benci dan niat pergi dari pikiran istrinya.Luna hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat. menahan desahan yang pecah di antara isak tangis samar dan kepasrahan yang teramat dalam. Tubuhnya bergoyang mengikuti irama menuntut dari sang suami. Luna terbakar oleh gelombang pelepasan yang dipaksakan Alan padanya.Puncak gejolak itu menghantam mereka setelah belasan menit dalam tempo yang semakin menggila. Alan mempercepat temponya, menekan tubuh Luna sedalam mungkin sebelum menggeram keras saat pelepasannya tuntas di dalam rahim sang istri.Keheningan kembali menguasai kabin mobil.Alan masih berbaring di atas tubuh Luna dengan dada tegap yang masih memburu. Bulir keringat membasahi dahi dan lehernya. Pria itu perlahan menarik tubuhnya. Alan merapikan pakaian Luna dengan gerakan yang anehnya men
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: bab 4
Klik "Ada hal yang harus kita lanjutkan." ucapan Alan terus terbayang di ingatannya. Luna tahu persis apa artinya itu. Alan tidak akan bersikap lembut malam ini. Alan pasti masih menyimpan emosinya tadi. Luna yang masih gemetar berlari kecil menuju pintu kayu tebal tersebut. Jemari lentiknya menarik handle pintu dan memutarnya berulang kali. Luna mendorong pintu itu dengan seluruh tenaga. Namun pintu itu tetap kokoh tak berkutik. Pengunci elektronik di bagian luar memerlukan akses kartu spesialis atau bisa juga dengan sidik jari milik Alan. "Tolong... buka..." cicit Luna ketakutan dari dalam ruangan itu. Tidak ada jawaban yang Luna peroleh. Ruangan itu didesain khusus agar tidak menimbulkan suara dari luar. Ia mencoba mencari celah lain. Jendela di ruangan itu dilapisi kaca tebal kedap suara yang menghadap ke arah koridor tertutup. Tidak ada jalan keluar. Selama hampir satu jam, Luna terkurung dalam kesendirian yang mencekik. Ia terduduk di sudut ruangan, memeluk kedua lutu
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: bab 3
"Sungguh menarik! Wanita kecil ini ternyata berani kesini." Maya membaca nama yang tertera di layar komputer Ny. Luna. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat tipis.Maya mengenali wajah ini. Sangat mengenalnya. Sebagai wanita yang bertahun-tahun menaruh rasa dan terobsesi pada Alan Raditya. Maya telah menggali setiap detail kehidupan dokter bedah dingin itu. Ia tahu tentang latar belakang keluarga Alan.Tidak terkecuali fakta menyakitkan bahwa Alan telah menikahi seorang gadis sembilan belas tahun secara diam-diam akibat wasiat keluarga beberapa bulan lalu."Ny. Luna..." panggil Maya dengan nada suara manis yang dibuat-buat. Ia meletakkan pulpennya dan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya."Atau... harus saya panggil dengan nama lengkapmu, Luna Aurora? Istri dari dr. Alan Raditya?"Langkah Luna mendadak terkunci di tengah ruangan. Jantungnya berdesir hebat. Keberanian nekat yang dibawanya sejak dari ruma
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: bab 2
"Boleh aku ikut ke rumah sakit hari ini, Mas? Aku mau berkenalan dengan rekan dokter yang lain, terlebih lagi Dokter Maya."Suara Luna mengalun begitu bening. Ia meletakkan secangkir kopi hitam yang masih berasap di hadapan Alan dengan gerakan sangat tenang. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis lengkap dengan binar polos di mata jernihnya.Alan yang sedang merapikan lengan kemejanya mendadak menghentikan pergerakan jemarinya. Pria tiga puluh tahun itu mendongak, memicingkan mata tajamnya ke arah sang istri.Semalam ia melampiaskan seluruh ketegangan dan rasa lelahnya pada tubuh mungil ini tanpa ampun. Ia mengeksekusi haknya sebagai suami dengan dominasi tinggi di kamar mandi. Ia menuntut kepatuhan Luna tanpa memberikan ruang sedikit pun untuk bernegosiasi. Biasanya, setelah perlakuan semacam itu. Luna akan bersikap canggung, malu-malu, atau bahkan tidak berani berbicara padanya.Namun pagi ini, wanita sembilan belas tahun di hadapannya justru tampil sempurna.
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: bab 1
BRAKK "Ada apa mas?" Tiba-tiba, suara pintu depan yang terhempas cukup keras memecah keheningan rumah. Pintu kamar terdorong kasar. Alan Raditya berdiri di ambang pintu. Dokter spesialis bedah berusia tiga puluh tahun itu tampak sangat lelah. Jas dokternya sudah hilang menyisakan kemeja putihnya yang kusut dengan dua kancing atas yang terbuka. Dasinyapun sudah tergantung longgar di leher. Namun, tatapan matanya yang tajam dan gelap langsung mengunci keberadaan Luna di dekat lemari. Tidak ada jabawan dari pertanyaan Luna yang terkejut. "Mas Alan...? Apa yang terjadi?" tanya Luna lembut, mencoba menyunggingkan senyum hangat. "Mas mau mandi dulu? Aku baru saja mau siapkan... " Ucapan Luna terputus seketika. Tanpa mengeluar kata sepatah pun, Alan melangkah lebar mendekatinya. Wajah tegasnya memancarkan aura dominansi yang begitu pekat. Luna tidak sempat mengatur nafasnya dan beradaptasi dengan keadaan itu. Tang
Last Updated: 2026-07-30
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status