Chapter: 7- RPTHBab 7 RPTH----Allena menghentakkan kakinya melangkah masuk ke dalam kamar bernomor 9 itu. Suara dentum pintu yang ditutup rapat di belakangnya terdengar seperti ketukan palu hakim yang memutus vonis mati bagi kebebasannya.Bau aroma parfum maskulin beraroma woody khas Gilbert langsung menyergap indra penciumannya, membuat perut Allena makin mual dihantam rasa cemas.Gilbert tak langsung menyentuhnya. Lelaki itu justru berjalan santai menuju sofa di sudut ruangan, menuangkan cairan berwarna keemasan ke dalam dua gelas kristal kecil.Langkahnya tenang, amat percaya diri, menikmati tiap detik ketegangan yang terpancar dari tubuh Allena yang berdiri kaku di tengah ruangan."Minum dulu, Allena. Kamu terlihat sangat tegang," ujar Gilbert seraya mengangsurkan salah satu gelas ke arahnya."Aku ke sini bukan untuk minum-minum," tolak Allena mentah-mentah tanpa menggeser posisi berdirinya sedikit pun.Tangannya terlipat rapat di dada, membentuk benteng pertahanan semu.Gilbert tertawa terkeke
Última atualização: 2026-09-02
Chapter: 6- RPTHBab 6 RPTH----Dada Allena bergemuruh hebat tatkala netranya bersibobok dengan manik mata Mark yang penuh rasa ingin tahu. Kalimat yang sudah tersusun rapi di kepala seketika menguap begitu saja.Bagai memegang bara api, memberi tahu situasi hukum yang sebenarnya kepada Mark terasa begitu membakar jemarinya."Katakan, Allena. Jangan membuatku makin gila dengan keraguanmu," desak Mark. Suaranya ditekan sedemikian rupa, mencoba menahan emosi yang berkecamuk di dalam dada.Allena menghela napas panjang, berusaha menetralkan getar pada suaranya."Mark ... aku sudah bicara dengan pihak terkait. Bukti-bukti yang dipegang Jaksa dan Penggugat terlalu kuat. Laporan pengadaan barang yang kamu manipulasi itu sudah dikunci. Secara teknis hukum, posisi kita sangat tersudut. Kemungkinan kamu divonis belasan tahun itu sangat besar jika kita hanya mengandalkan jalur persidangan normal."Mata Mark membelalak. Wajah lelaki itu merah padam seketika. "Apa maksudmu?! Jadi gunanya kamu dan timmu selama in
Última atualização: 2026-09-02
Chapter: 5- RPTHBab 5 PRTH----Allena termangu mendengar ucapan Gilbert. Mau bagaimana pun dia menyangkal, ucapan Gilbert memang benar.Posisi Mark sangat lemah, lelaki itu tersangka dan sudah terbukti kejahatannya. Jadi, kecil kemungkinan Allena dapat menyelamatkannya.Kecuali, Allena memakai orang dalam. Sogokan atau seperti yang Gilbert minta yakni dengan mengorbankan badan. Namun, Allena masih ragu."Aku takut kamu menipuku," ucap Allena."Terserah, sih. Sekali lagi aku katakan, keputusan ada di tanganmu, dan kalah menangnya dirimu ada di tanganku," jawab Gilbert enteng."Sampai kapan aku harus menjadi teman tidurmu?" tanya Allena tanpa menatap lawan bicaranya."Hmmm, entahlah, sampai aku puas dan bosan mungkin."Bahu Allena semakin melemas, tubuhnya terasa tak bertulang dan hampir saja pingsan. Dalam waktu yang tak ditentukan, Allena harus melayani seorang lelaki yang tak dia cintai.Berat, ini sangat berat. Namun, Allena harus melakukannya. Dia tak punya pilihan lain karena hanya inilah satu-s
Última atualização: 2026-08-13
Chapter: 4- RPTHBab 4 PRTH----Mata Allena terbelalak ketika mendengar tawaran Gilbert yang menurutnya tak masuk akal. Dia menatap Gilbert dari ujung kepala hingga ujung kaki lalu bergidik ngeri mengingat tubuhnya yang tinggi, tegap, dan kekar.Namun, bukan itu yang menjadi alasan Allena ingin menolak tawaran Gilbert. Baginya, ini masalah harga diri yang harus dipertahankan. Gilbert harus tahu kalau dirinya bukanlah wanita gampangan.Masalah semalam, kalau memang benar sungguh itu adalah sebuah ketidaksengajaan dan Allena tentu akan memperbaiki diri. Setiap manusia wajar jika memiliki kesalahan, bukan?"Aku tidak mau, Yang Mulia Hakim Gilbert William Grace, SH!" jawab Allena lengkap dengan menyebut gelar lelaki di hadapannya."Jangan menggunakan kekuasaanmu itu dengan memeras orang lain, ya, kamu adalah hakim, jagalah kehormatanmu!" imbuhnya.Gilbert tertawa lalu menatap Allena seperti dirinya menatap makanan. Haus, lapar, buas. Gilbert nampak menakutkan."Kamu juga seorang Pengacara tapi ternyata s
Última atualização: 2026-08-13
Chapter: 3-RPTHBab 3 RPTH----Pagi ini terlampau kacau bagi Allena yang harus menjadi kuasa hukum bagi Mark, kekasihnya. Semangat untuk membela Mark seketika lenyap, berganti dengan perasaan kesal dan marah.Bukan hanya pada lelaki yang telah tidur bersamanya semalam, tapi juga pada dirinya sendiri yang tak bisa menjaga diri di saat situasi genting seperti ini. Kini, Allena ragu untuk pergi, dia merasa malu menampakkan diri pada siapa pun.Namun, ponselnya berbunyi, Mark menghubunginya untuk mengingatkan bahwa sidang akan dimulai jam 9 pagi. Dengan cepat, Allena pun membersihkan diri dan segera bersiap menuju Pengadilan."Kamu hampir saja terlambat, Allena. Kamu ke mana dulu?" tanya Mark.Allena baru sampai di Pengadilan pada jam 09.40 menit."Aku kesiangan tadi karena ada masalah sedikit. Yang penting tidak terlambat, kan. Kamu sudah sarapan?" "Sudah, cepat masuk, aku gak mau masuk ke sana tanpa kamu," pinta Mark dengan wajah kesal."Padahal pengacaramu bukan aku saja, manja sekali. Ayo!" sahut A
Última atualização: 2026-08-13
Chapter: 2- RPTHBab 2 RPTH----"Oke, Allena, mari kita mulai." Gilbert mulai menyentuh Allena yang tiba-tiba menghindar membuat Golbert terkejut sebab sikap Allena yang tiba-tiba berubah. Namun, ketika Allena menjawab, rasa terkejut itu berganti dengan perasaan tak habis pikir sebab ternyata Allena hanya merasa tak cocok dengan panggilan yang disematkan Gilbert padanya."Aku gak mau dipanggil nama, Mark. Panggil aku sayang atau honey, nyebelin ih," rengek Allena.Gilbert menarik napas dalam dan mengeluarkannya perlahan, dia mengangguk setuju, memanggil Allena dengan panggilan sayang seraya mengelus lengan Allena yang putih dan mulus.Tak cukup sampai di sana, Gilbert juga menyapu seluruh tubuh Allena dengan penuh gairah sebab tak mau menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Dan lebih bagusnya lagi, Allena nampak menikmatinya."Sayang, kamu mulus sekali."Gilbert berbisik di telinga Allena. Kini lelaki itu sudah berada di atas Allena, menindih wanita itu lalu memainkan bibirnya di dua gunung kembar Al
Última atualização: 2026-08-13