Chapter: Perjodohan di Lantai EmpatDinamika di kantor PT Bhaskara berubah menarik setelahinsiden "gudang dan kantin". Lily, yang kini memiliki lingkaranpertemanan berkat skenario rahasia Rofiq, mulai menjadi primadona di divisinya.Namun, ada satu hal yang disadari semua orang: ada chemistryyang tidak biasa antara Pak Manajer yang dingin dan si anak magang yang anggun.Rini, Siska, dan Wiwin, tiga sekawan yang paling getolmengamati mulai melancarkan aksi "perjodohan korporat".Semuanya bermula dari makan siang di pantri. Rofiqyang biasanya makan di ruangannya, akhir-akhir ini lebih sering keluar untukmembuat kopi saat Lily berada di sana."Duh, lihat deh," bisik Siska sambil menyenggollengan Rini. "Pak Rofiq kalau lihat Lily tuh matanya beda, ya. Nggak kayaklihat laporan bulanan. Ini mah lebih kayak... lihat pemandangan gunung yangadem."Wiwin, yang tidak punya rem kalau bicara, langsungmenyeletuk saat Rofiq berdiri di dekat mesin kopi. "Pak Rofiq, mumpunglagi di sini, nih, cobain donat buatan Lily. Katanya
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Jejak Wangi CendanaSejak malam gema surah Ar-Rahman itu memenuhi lorongsepi PT Bhaskara, pikiran Rofiq tidak pernah lepas dari sosok Lily. Adateka-teki yang jauh lebih rumit daripada laporan audit mana pun. Sebagai seorang Gus yang terbiasa membaca karaktermelalui gerak-gerik dan batin, Rofiq tahu Lily bukanlah sekadar mahasiswimagang biasa dari desa.Ketelitian tajwid-nya, cara membawa diri, hinggasorot matanya yang tenang di bawah tekanan menunjukkan didikan kelas tinggi.Rofiq mulai merasa bahwa ia bukan satu-satunya orang yang mengenakan"topeng" di gedung ini.Pagi itu, Rofiq duduk di kursinya, memutar-mutar pulpen,teringat pada kotak teh kayu yang diberikan Lily. Ia mengambil kotak itu darilaci, menghirup aromanya. Cendana dan melati. Itu bukan aroma teh swalayan. Itu aromaspesifik yang biasa ia temui saat berkunjung ke kediaman para sesepuh diYogyakarta atau Solo.Rofiq memanggil Wiwin. "Win, kamu bilang Lily ituasalnya dari mana?"Wiwin yang sedang mengunyah gorengan tampak berpikir.
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Gema Ar - Rahman di Langit BhaskaraGedung PT Bhaskara pada pukul tujuh malam adalah labirinbeton yang sunyi. Lampu sensor di lorong utama meredup, menyisakan pencahayaanminimal yang memantul pada lantai marmer. Kesibukan siang hari telah menguap, menyisakan aromapembersih lantai dan dengung mesin pendingin. Rofiq masih tertahan diruangannya. Baginya, kesunyian kantor adalah waktu terbaik untuk merenung. Namun, malam itu, ada sesuatu yang memecah konsentrasinya.Ia baru saja keluar untuk mengambil botol minum ketika langkahnya terhenti dipersimpangan koridor menuju ruang staf magang.Sebuah suara menyusup ke indranya. Halus, jernih, danmemiliki getaran yang merambat hingga ke tulang rusuk. Itu bukan suara musikatau gumaman telepon. Itu adalah tartil Alquran. Seorang Gus seperti Rofiq, yang telinganya telahdibasuh ribuan lantunan ayat suci sejak kecil, tahu persis bahwa ini adalahbacaan yang lahir dari kedalaman teknik makharijul huruf yang sempurnadan penghayatan yang menyayat hati.Rofiq melangkah tanpa su
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Tangan Tak terlihatGedung PT Bhaskara yang menjulang di pusat kota selaluterasa seperti mesin raksasa yang tak pernah berhenti berputar. Di lantaiempat, ego dan ambisi sering kali beradu lebih kencang daripada suara keyboard.Di tengah hiruk-pikuk itulah, Rofiq menjalankan perannyadengan sempurna. Tidak ada yang tahu bahwa di balik penampilan modernnya, iaadalah seorang Gus. Putra pemilik pesantren besar yang sedang mencicipi dunialuar agar kelak bisa memimpin santrinya dengan wawasan luas. Karena itulah,nuraninya selalu peka terhadap ketidakadilan.Pagi itu, perhatian Rofiq tertuju pada Lily. Gadis ituterlalu tenang, terlalu sopan, dan gerak-geriknya sangat terjaga. Bagi karyawanlain, Lily dianggap "kaku". Namun bagi Rofiq, Lily terlihat kesepian.Rofiq tahu ia tidak bisa langsung menghampiri Lily.Statusnya sebagai manajer akan membuat gadis itu semakin tertekan dan memicugosip. Maka, ia memerlukan strategi tangan tak terlihat.Ia memanggil Wiwin, staf junior dari bagian logistik yangramah
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Pertemuan Dua ArusPukul 08.00, pintu kaca otomatis PT Bhaskara terbuka. Harumparfum sandalwood dan peony yang mahal seketika memenuhi lobi,mengalahkan aroma kopi instan yang biasanya mendominasi. Lily berjalan denganlangkah kecil, perasaannya campur aduk. Di satu sisi, ada kebanggaan sebagai putri ningrat yangingin membuktikan kemandiriannya. Di sisi lain, ada kecemasan hebat karena inipertama kalinya ia keluar dari sangkar emas keluarganya untuk terjun ke duniaprofesional yang dingin.Lily mengenakan setelan yang rapi. Rok batik tulis motif SemenRomo jatuh dengan anggun di bawah lutut, dipadukan dengan blazer putihgading. Rambutnya disanggul modern sederhana. Di tangannya, ia menjinjing tas kecil bermerek yang harganyamungkin setara dengan gaji tiga bulan staf administrasi di sana. Meskipenampilannya elegan, jemari yang menggenggam tas itu tampak bergetar. Lilyberdiri mematung di depan meja resepsionis sampai petugas di sana menyapanya."Mahasiswa magang dari Universitas Buana, ya? Silaka
Last Updated: 2026-08-18