author-banner
Nena San
Nena San
Author

Novels by Nena San

Istriku, Rahasia Terbesarku

Istriku, Rahasia Terbesarku

MisteriPOV 3Bos / CEOPewarisProtektifNikah Kontrak
Kalista menikahi Rakael Wiratama melalui sebuah pernikahan kontrak, tanpa tahu bahwa suaminya telah mengetahui rahasia terbesar dalam hidupnya, hubungannya dengan Kalandra, kakaknya yang meninggal secara misterius. Di balik pernikahan yang dibangun atas kepentingan masing-masing, tersimpan penyelidikan tentang Kalandra, Ravian, transaksi mencurigakan, dan rahasia keluarga Wiratama. Ketika keduanya mulai saling mencurigai, mereka justru semakin dekat. Namun semakin banyak kebenaran yang terungkap, semakin jelas bahwa kematian Kalandra bukan sekadar masa lalu yang belum selesai. Dan mungkin, seseorang masih memastikan rahasia itu tetap terkubur.
Read
Chapter: Godaan Kecil
Kalista membaca sekilas daftar vendor tujuh tahun lalu yang baru saja dicetaknya. Aji juga mengirimkan bukti persetujuan pembayaran yang memuat tanda tangan orang yang sama dengan yang tercantum pada tujuh lembar transaksi milik Kalandra. Kalista memasukkan seluruh berkas tersebut ke dalam map. “Belum pulang, Kal?” Kalista mendongak. Gusti, seniornya, berjalan menghampiri seraya menyelempangkan tas di bahunya. Pria itu sudah bersiap untuk pulang. “Habis ini, Mas,” jawab Kalista sembari membawa map menuju kubikelnya. “Aku tungguin kalau mau pulang sekarang,” kata Gusti sambil berhenti di samping kubikel Kalista.“Bentar, Mas. Matikan komputer dulu,” balas Kalista sambil menutup beberapa jendela file yang masih terbuka, lalu mematikan komputernya. Dia merapikan meja kerjanya lalu berdiri sambil menyampirkan tas dan memeluk mapnya. “Yuk!” serunya sambil berjalan mendekati Gusti. Mereka berjalan beriringan memasuki lift. “Dijemput, Kal?” tanya Gusti sambil bersandar di dinding b
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Potongan Kebenaran
Kalista menarik paksa lembar persetujuan dari tangan Rakael. Dia kesal pria itu tak meresponnya. “Kalandra menemukan sesuatu. Ravian juga menemukan hal yang sama. Mereka sedang menelusuri aliran dana yang sama dari dua sisi berbeda,” gerutunya. “Dan Kakak diam saja.”Kalista berjalan melewati Rakael dengan langkah yang dihentakkan.Dia meremas ujung lembar persetujuan tersebut. “Aku tidak diam saja, Kalista,” ucap Rakael. Kalista menghentikan langkahnya. Dia berbalik menatap pria itu. Wajahnya masih tampak kesal. Rakael mengusap wajahnya. “Aku menyelidiki bertahun-tahun tapi tidak menemukan apa-apa.”Rakael menurunkan tangannya. Pandangannya sempat beralih pada lembar persetujuan yang masih diremas Kalista. Ada sesuatu yang tertahan di wajahnya, seolah-olah selama ini dia menyimpan kegagalan yang tidak pernah diceritakannya kepada siapa pun.“Bagaimana mungkin?” tanya Kalista. “Kakak petinggi di sana tapi tidak menemukan apa-apa?” “Karenanya aku membutuhkanmu,” jawab Rakael deng
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Catatan Kalandra
Kalista memeriksa kembali dokumen Kalandra. Dia masih berpikir bahwa kematian Ravian dan Kalandra ada hubungannya. Kalandra memiliki buku catatan terpisah yang mencatat setiap perkembangan kasus yang ditanganinya. Pada catatan yang diberi label Wiratama Group, Kalandra hanya mencatat dua progres. Yang pertama tentang penemuan baru bahwa pembayaran tidak berhenti pada vendor, dan langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencari pos terakhir. Kedua, tentang penemuan baru adanya rekening lain, dan langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencari pos terakhir. Kedua catatan itu hanya berjarak sepuluh hari dan keduanya adalah mencari pos terakhir. Kalista membaca kedua catatan itu sekali lagi, memastikan tidak ada satu pun detail yang terlewat. Sepuluh hari bukan waktu yang singkat untuk sebuah penyelidikan. Kalandra justru menuliskan langkah yang sama pada kedua kesempatan tersebut.Seolah-olah dia terus menemukan jalan buntu setiap kali berusaha mendekati sumber sebe
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Korban Berikutnya
Kalista berjalan menuruni anak tangga dengan pakaian kerja yang sudah rapi. Dia telah bersiap untuk berangkat bekerja. “Selamat pagi, Bu!” sapa seorang asisten rumah tangga yang sedang membersihkan area dekat tangga. Kalista mengangguk sambil tersenyum. “Bapak sudah menunggu di meja makan,” lanjut asisten tersebut. Kalista berhenti. “Rakael?” tanyanya sambil mengerutkan dahi. “Betul, Bu. Pak Rakael,” jawab asisten tersebut mengangguk sopan. “Oh, dia belum berangkat,” gumam Kalista sambil menoleh ke arah ruang makan. “Belum, Bu,” ujar asisten itu sambil tersenyum. Kalista mengangguk. “Baiklah, terima kasih, Mbak… “ Kalista menggantung kalimatnya sambil menatap asisten tersebut. “Saya Nuri, Bu.” Asisten itu menyebut namanya sambil menundukkan kepalanya sedikit. “Ya, Mbak Nuri, terima kasih,” kata Kalista sambil tersenyum dan menepuk bahu Nuri pelan. Dia melangkah menuju ruang makan. Benar kata Nuri, Rakael telah duduk di salah satu kursi sambil membaca sesuatu di tabletnya.
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: Helena Wiratama
Terhitung sudah enam hari Kalista tinggal di mansion Rakael, dan enam hari pula kegiatan Kalista hanya seputar meja makan dan kamarnya. Siang ini, salah seorang pelayan menghampirinya saat dia sedang duduk di taman samping mansion. "Bu Kalista, Nyonya Helena sudah tiba," katanya sedikit membungkukkan badan. "Helena?" Kalista meletakkan majalah yang dibacanya., “Siapa dia?”"Ibu dari Pak Rakael, Bu," jawab pelayan itu dengan sopan. "Ibu mertua saya?" Kalista memastikan. Pelayan itu mengangguk. "Betul, Bu. Beliau meminta bertemu dengan Ibu."Kalista menarik napas pelan. "Di mana?" Dia berdiri. Sejak menikah, dia memang belum pernah bertemu dengan kedua orang tua Rakael, dan dia juga tidak menanyakannya kepada Rakael. Mungkin ini waktunya. "Di ruang tamu, Bu," jawab pelayan itu. Kalista merapikan pakaiannya sebelum berjalan menuju ruang tamu.Begitu memasuki ruangan, Kalista langsung melihat seorang wanita berdiri di dekat jendela.Usianya sekitar akhir lima puluhan. Rambutnya di
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Mansion
Mansion Rakael jauh lebih besar dari yang Kalista bayangkan.Bahkan setelah mobil melewati gerbang utama, perjalanan menuju pintu depan masih terasa panjang. Taman luas terbentang di kedua sisi jalan, dengan pepohonan yang dipangkas rapi dan lampu-lampu kecil yang tetap menyala meski hari belum gelap.Kalista menatap keluar jendela. "Dia tinggal sendirian di rumah sebesar ini?" Kalista bergumam pelan. Rakael yang duduk di sebelahnya mendengar gumaman Kalista. "Ya," jawab Rakael santai. Kalista menoleh kaget, tetapi tetap berusaha memperbaiki ekspresi wajahnya. "Sendirian?""Bersama beberapa asisten rumah," jawab Rakael. Mobil berhenti di depan tangga utama.Seorang pria paruh baya sudah menunggu di sana bersama dua orang yang memakai seragam maid. Begitu Rakael dan Kalista turun, mereka memberi salam singkat.“Selamat datang di kediaman keluarga Bimantara, Nyonya,” sambutnya dengan tersenyum tipis. “Perkenalkan, saya Santoso. Saya kepala pelayan di kediaman ini. Ini Irma dan Nur
Last Updated: 2026-09-08
You May Also Like
BERBAGI HATI DENGAN BOSMU
BERBAGI HATI DENGAN BOSMU
Romansa · Jemyadam
444.6K views
Gairah Liar Keponakanku
Gairah Liar Keponakanku
Romansa · Chocoberry pie
444.6K views
Dinikahi Suami Majikan
Dinikahi Suami Majikan
Romansa · Diganti Mawaddah
441.7K views
Istri Perawan Disangka Janda
Istri Perawan Disangka Janda
Romansa · kamiya san
439.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status