Chapter: Bab. 52 Malah NyamanBima berjalan gontai di koridor lantai empat dengan dua kantong plastik penuh berisi kue sus, buah-buahan, dan minuman kaleng. Dasi mewahnya sudah melar entah ke mana, rambutnya agak berantakan, dan wajah mewahnya tampak benar-benar lelah usai dimaki-maki Kakek Bram serta pusing memikirkan tingkah Rania. Cklek! Tanpa mengetuk pintu lebih dulu, Bima mendorong pintu kamar 402. "Bocah! Ini aku bawa makanan enak!" Amira yang sedang asyik melukis di atas ranjang perawatannya sampai tersentak kaget. Ia menoleh, lalu memutar matanya malas begitu melihat sosok pria berjas yang melangkah masuk tanpa sopan santun. "Eh, Om Bima Pemarah!" seru Amira menepuk jidatnya. "Masuk itu ketuk pintu dulu kenapa sih? Kebiasaan banget main selonong kayak Satpol PP mau razia!" "Sembarangan kamu!" Bima mengomel seraya meletakkan dua kantong plastik itu kasar ke atas meja samping ranjang. Pria itu menyandarkan bokongnya di kursi empuk, menghembuskan napas panjang yang amat berat. "Ini aku bawa ku
Last Updated: 2026-10-20
Chapter: Bab. 51 Bocah Aneh"Dasar supir sialan! Istri kurang ajar! Awas kalian berdua, lihat saja nanti apa yang bakal gue lakukan!"Bima mengumpat tiada henti, menyusuri koridor yang mulai sepi dengan hentakan kaki kasar. Baju jas mewahnya agak basah tersiram air hujan, namun panas di dadanya jauh lebih membakar ketimbang dinginnya angin malam. Bayangan wajah Rania yang tersenyum manis saat disuapi Elang, serta kalimat ketagihan yang meluncur dari bibir istrinya, terus berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak yang menyiksa batin."Wah, Om Pemarah lagi!"Langkah Bima seketika terhenti mendadak. Ia menoleh ke arah sudut koridor dekat taman dalam, mendapati seorang gadis remaja bertubuh kurus dengan piyama rumah sakit sedang duduk di atas kursi roda, memegangi tiang infus dengan wajah ceria tanpa dosa.Bima mengernyitkan dahi tebalnya, menatap anak itu dari atas ke bawah dengan pandangan penuh kekesalan. "Ngapain kamu di sini jam segini?! Terus kamu panggil saya apa tadi?! Om?!"Amira terkekeh renyah, mendoro
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Bab. 50 Ketagihan"Suka-suka aku dong, Mas! Memangnya ada undang-undangnya istri tidak boleh disuapi sama pengawalnya sendiri?!" semprot Rania langsung tanpa ragu, menatap Bima dengan pandangan menantang.Bima melotot lebar, mukanya yang tadinya pucat karena capek langsung memerah padam. "Rania! Jaga ucapan kamu ya! Kamu itu makin hari makin tidak sopan sama suami sendiri! Kamu lupa posisi kamu?!"Elang berdehem pelan dengan nada berat dan tenang, menggeser posisinya sedikit untuk menghalangi pandangan Bima ke arah Rania. "Maaf, Pak Bima. Bu Rania tadi mendadak lemas dan tangannya gemetaran karena belum makan malam. Sesuai perintah Kakek Adhitama untuk memastikan kesehatan Bu Rania terjaga dua puluh empat jam, saya ambil tindakan cepat untuk membantu beliau makan.""Alasan! Kamu itu cuma supir, Elang! Jangan sok perhatian sama istri orang! Lupa perjanjian awal kita?" bentak Bima frustrasi, memukul pinggiran pintu mobil dengan telapak tangannya.Bima lalu menatap Rania tajam. "Rania, turun sekarang! K
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Bab. 49 Kamu Istriku!"Huek! Uhuk-uhuk!"Rania berlari kecil menuju wastafel kamar mandi rumah sakit, memegangi perutnya yang mual luar biasa. Kakek Bram yang baru saja tertidur pulas akibat efek obat tidak terbangun, namun Elang yang berjaga di luar pintu kamar langsung sigap mendorong pintu pelan."Rania? Kamu kenapa?" bisik Elang penuh kepanikan, menghampiri Rania yang sedang membasuh wajahnya dengan air dingin.Rania menyandarkan tubuh lemasnya pada dada bidang Elang. Napasnya terengah-engah, matanya berkaca-kaca menatap Elang lewat cermin."Mual banget, Lang. Perutku enek," cicit Rania manja, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Elang yang hangat.Elang membalas pelukan itu, mengelus punggung Rania dengan penuh kelembutan. "Pasti morning sickness bawaan anak kita. Mau aku ambilkan minyak kayu putih atau teh hangat?"Rania menggelengkan kepalanya cepat. Bibir cantiknya mendadak mengerucut maju. "Nggak mau teh. Aku mau makan.""Mau makan apa, Sayang? Biar aku belikan sesuatu di kantin?" tawar Elang
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Bab. 48 Niat Buruk"Sebenarnya cucu Kakek itu aku atau Elang sih?!" protes Bima tak terima. Amarah yang dipendamnya sejak tadi akhirnya meledak. Bima menunjuk-nunjuk Elang, mukanya merah padam ditatap semua orang."Kakek selalu saja membela Elang! Dari kemarin Elang terus yang dipuji-puji, seolah-olah dia itu cucu kandung Kakek dan Bima cuma orang asing!" lanjut Bima histeris.Kakek Bram menghentikan gerakanya, mengunyah sup dengan santai lalu mengelap bibirnya memakai tisu. Matanya menatap Bima dingin tanpa rasa bersalah sedikit pun."Kamu mau tahu jawabannya?" sahut Kakek Bram santai namun menohok. "Pikir saja sendiri! Kalau Rania dulu nikahnya sama Elang, pasti Rania sudah hamil sekarang! Nggak seperti kamu, tiga tahun cuma bisa kasih alasan!"Uhuk! Rania yang sedang berdiri di samping ranjang seketika tersedak air liurnya sendiri. Napasnya tersengal, wajah cantiknya langsung memerah seperti buah tomat akibat kalimat spontan dari Kakek Bram yang begitu tepat sasaran.Bima mengernyitkan dahinya penu
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Bab. 47 Serba SalahDion melangkah masuk lebih dulu, disusul Rania dan Elang . Begitu pintu berderit, Bima yang sedang duduk cemberut di sofa sudut ruangan langsung melonjak berdiri. Matanya yang merah menyala menatap tajam ke arah Elang yang berjalan sangat dekat di samping Rania."Dari mana saja kamu, Rania?!" bentak Bima tanpa tedeng aling-aling, mukanya merah padam. "Ditelepon berulang kali tidak diangkat! Malah jalan berduaan sama supir ini!"Tanpa membuang waktu, Bima merangsek maju dan melayangkan tangannya, hendak menarik kasar pergelangan tangan Rania. "Sini kamu!"Sebelum jemari Bima sempat menyentuh kulit Rania, sebuah tangan kekar bergerak secepat kilat. Elang mencengkeram pergelangan tangan Bima di udara dengan kekuatan kokoh yang tak tertahankan."A-aduh! Lepas!" ringis Bima serta-merta, matanya mendelik kesakitan mendapati pergelangan tangannya terkunci rapat bagaikan dijepit tang besi.Elang menatap Bima dengan pandangan dingin dan menusuk, suaranya terdengar begitu berwibawa di dalam
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: Bab 9 TerpojokSetelah hampir satu jam tidak sadarkan diri, Zoya akhirnya sadar dan memeluk Utami yang saat ini ada di sampingnya.“Kau baik-baik saja 'kan, sayang? Apa kau sakit? Kenapa bisa pingsan seperti ini? Apa semalam dia sudah berbuat kasar padamu? Ayo katakan pada Ibu, biar Ibu hukum dia!” Utami bicara panjang lebar sampai membuat Zoya bingung harus menjawab pertanyaannya yang mana.“Bisakah Ibu bertanya satu-satu? Kasihan Zoya,” sahut Melisa yang sejak tadi berada di antara adik dan ibunya itu.“Sudah kau jangan membela adikmu Melisa. Diam dan tidak usah ikut campur!” ucap Utami.Wanita itu masih marah jika mengingat kejadian semalam dimana dia memergoki Zoya sedang tidur berpelukan bersama seorang pria.“Aku tidak mau menikah Bu, please jangan memaksaku,” pinta Zoya dengan wajah memelas. “Aku juga masih ingin melanjutkan sekolah, Ibu tahu 'kan kalau aku ingin menjadi seorang pengusaha sukses dan membuat Ibu bahagia?”Ya, Zoya mempuny
Last Updated: 2023-07-04
Chapter: Nab 8 Kalian Harus Menikah!Mereka berdua sudah berada di ruang tengah, dimana Utami sudah menunggu sejak tadi.“Duduk!” ucap Utami.Orion langsung duduk, sedangkan Zoya masih diam menunduk dan memainkan jari-jari tangannya. Jujur saja gadis itu sangat ketakutan mendengar suara Utami yang penuh amarah.“Kenapa diam, duduklah di sampingku Zoya!” pinta Orion yang langsung menarik pergelangan tangan Zoya agar gadis itu duduk di sampingnya. Ia tahu kalau saat ini Zoya sedang gugup dan khawatir jika di usir dari tempat ini.“Maaf Tuan, anda siapa? Dan kenapa anda bisa berada di kamar putri saya?” tanya Utami.Wanita itu mengamati Orion, terlihat sekali kalau dia adalah pria kaya yang berpendidikan. Namun, kenapa bisa melakukan perbuatan memalukan seperti itu pada Zoya.“Dia bos di tempat kerja ku yang baru Bu. Pak Orion tidak sengaja tertidur semalam. padahal aku sudah berusaha untuk membangunkannya,” bukan Orion yang menjawab melainkan Zoya.“Karena in
Last Updated: 2023-07-01
Chapter: Bab 7 Pertumpahan DarahTerlihat sepasang manusia yang sedang tidur dengan begitu lelapnya. Mereka tidak sadar jika posisinya saat ini begitu intim.Entah sejak kapan Orion dan Zoya sudah dalam posisi memeluk satu sama lain.Orion menarik pinggang Zoya agar semakin mendekat lalu mengeratkan pelukannya. Sedangkan Zoya, gadis itu tanpa ragu membenamkan wajahnya di dada bidang Orion.Nyaman, itulah yang mungkin saat ini keduanya rasakan. Sampai-sampai mereka tidak mendengar suara pintu yang terus di ketuk dari luar.Ceklek!Pintu tersebut terbuka, membuat wanita paruh baya yang sejak tadi mengetuknya terkejut dan membelalakan matanya tak percaya.“Astaga Zoya Elisabeth! Apa yang kau lakukan sayang?!” teriak wanita itu yang tak lain adalah Utami, pemilik panti asuhan dimana Zoya di besarkan selama ini.Ia baru saja kembali dari rumah sakit dan langsung menuju ke kamar Zoya karena sangat merindukan gadis itu.Orion maupun Zoya yang kaget me
Last Updated: 2023-06-28
Chapter: Bab 6 Tidur Satu KamarDan di sinilah mereka berada, di sebuah pusat perbelanjaan. Zoya mengikuti kemana langkah kaki bosnya itu membawanya.Bahkan ia tidak peduli dengan tatapan mata yang menatap iri padanya. Karena saat ini Orion tengah menggandeng tangannya seakan mereka adalah sepasang kekasih."Bisakah anda melepaskan tangan saya, Pak?" ucap Zoya, membuat Orion menghentikan langkahnya. "Aw!" Zoya meringis saat keningnya menabrak punggung Orion.Zoya mengusap keningnya. Untuk kesekian kalinya Orion berhenti tiba-tiba dan membuat jidatnya membentur punggungnya hingga sedikit memerah."Panggil aku seperti saat pertama kita bertemu dan satu lagi, jangan gunakan bahasa formal. Kita berada di luar jam kantor. Kuping ku panas mendengar mu memanggil namaku dengan sebutan Pak. Kau pikir aku ini Bapakmu!" ketus Orion lalu dengan cepat menarik tangan Zoya masuk ke suatu tempat."Selamat datang Tuan, ada yang bisa saya bantu.""Berikan bocah ini beberapa pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Jangan terlalu t
Last Updated: 2023-06-24
Chapter: Bab 5 Pertanyaan aneh"Apa kau masih perawan?""What?!" Bak tersambar petir di siang bolong, pertanyaan Orion membuat Zoya tercengang sekaligus menahan amarah. Bagaimana seorang bos menanyakan hal konyol seperti ini?Zoya memang gadis polos tapi ia tidak bodoh tentang hal yang berbau se-ks. Ia tahu sedikit mengenai hal itu dari sahabatnya. Tapi hanya sebatas ciuman bukan yang lain."Apa pertanyaan anda perlu saya jawab?" tanya Zoya dengan tangan terkepal.Melihat ekspresi wajah Zoya yang terlihat bingung dan juga gugup, Orion yakin kalau gadis yang berada di depannya ini sudah tidak perawan. Bukankah sekarang banyak yang rela menjual dirinya hanya demi uang?"Lupakan saja! Tak masalah jika kau masih perawan atau tidak!" Orion menarik sedikit sudut bibirnya dan terus menatap Zoya tajam. Tatapan yang membuat Zoya ingin sekali mencongkel kedua bola mata bos nya itu.Andai saja Zoya tidak membutuhkan uang, ia lebih memilih mundur daripada harus bekerja dengan orang yang tidak waras. Tapi, uang membuatnya kemba
Last Updated: 2023-06-22
Chapter: Bab 4 Sama-sama terkejut"Kau!" pekik Zoya dan Orion bersamaan.Zoya dan Orion saling menunjuk satu sama lain dengan tatapan yang sulit diartikan. Apalagi jika mengingat kejadian pagi tadi di dalam mobil bus..Dimana Orion memanggilnya bocah. Sungguh membuat Zoya semakin kesal dibuatnya."Turunkan tanganmu bocah!""Siapa yang Om panggil bocah? Aku bukan bocah! Aku sudamphh--" belum selesai Zoya bicara, Orion sudah membungkam bibir gadis itu. Suara teriakannya membuat telinga Orion sakit."Berisik! Apa kau bisa mengecilkan suaramu yang cempreng itu?!" ucap Orion.Zoya terdiam, apalagi saat Leon mengedipkan matanya untuk tidak meladeni ucapan Orion. "Sepertinya kalian sudah saling mengenal ya?" tanya Leon menaikan satu alisnya.Tidak mungkin kan selera Orion berubah drastis, yang tadinya menyukai wanita seksi dan mon-tok, sekarang berganti dengan seorang gadis kecil yang notabennya masih 19 tahun."Tidak! Ya!" lagi-lagi mereka berdua menjawab bersamaan. Membuat Leon semakin bertambah curiga kalau di antara mere
Last Updated: 2023-06-22