Chapter: bab 50 : Calon pengantin Jendral jiao Yu? Arumi bersiap-siap menunggu jemputan dari Jendral Jiao. Setelah ditinggalkan Kai begitu saja, dia merasa sebatang kara, dan bingung harus kemana. Beruntung Jendral Jiao menawarkan solusi untuk menetap di kediamannya sementara sampai Arumi lebih sehat sambil memikirkan arah tujuannya. Awalnya dia berniat tinggal di penginapan Niu, namun kepingan uangnya menipis. Tawaran yang diajukan Jendral Jiao sangat menarik. Dia akan merasa aman bersama petugas pemerintah itu, selain itu tentu dia tidak perlu repot mengeluarkan uang untuk membayar penginapan dan makanan. Ini sangat luar biasa, hanya orang bodoh yang akan menolaknya."Nona, jemputan anda sudah datang." Suara laki-laki terdengar setelah ketukan pintu. Rupanya orang yang akan membawanya ke kediaman Jendral Jiao sudah tiba. Memang tadi dia meminta izin kepada Jendral Jiao untuk mengambil pakaian dan Barang-barangnya dari wisma Niu sebelum mereka berangkat ke kediaman Jendral Jiao. Jendral Jiao mengiyakan dan berkata akan mengatur or
Terakhir Diperbarui: 2023-10-20
Chapter: bab 49. Penyesalan. Tubuh itu terbungkuk, dahi dan pipinya mengernyit, darah tersembur dari mulut, namun kedua tangannnya masih mengontrol gelembung udara yang menyelimuti Qui dan Chyou. melihat musuhnya tak bergeming, She Xian kembali mencungkil perut Yeye, menusukkan kelima jari runcing ke dalam perut Yeye dan mengeruk darah dari lubang itu.Air mata menetes dari pelupuk mata Qui, hatinya terasa tertusuk ribuan jarum melihat Yuze yang berjuang sekuat tenaga, mengobarkan nyawa demi melindungi mereka. Mata itu terpejam, tak sanggup melihat ketiadaan Yuze yang sangat menyakitkan.Balon udara terangkat dan terbang menjauh, melindungi mereka dari serangan Hei An. Setelah menerbangkan gelembung udara, lutut pria tua itu terjatuh, nafasnya tersengal, tangannya lunglai se lunglai tubuhnya yang kehabisan tenaga, darah membanjiri tubuh bagian bawah. Dia tidak mati sia-sia karena berhasil menyelamatkan Amethyst, kedua saudaranya dan Lien Hua. Dia sudah menang. Senyum terukir dari bibirnya yang dipenuhi darah,
Terakhir Diperbarui: 2023-10-06
Chapter: bab 48 Di ambang maut"Di mana Amethystku." Hawa tiba-tiba terasa panas, mereka sontak menoleh, pria besar berambut merah menatap garang. Bola mata berwarna merah darah itu menguliti satu persatu wajah kelelahan di hadapannya. "Siapa kau?" tanya Qui menatap tak kalah tajam, tubuhnya bersiaga, hawa panas yang menyertai kedatangan pria bermata merah itu membawa kesuraman.Ujung matanya melihat dedaunan yang menguning lalu layu seketika, bahkan kuncup bunga menghitam dan kering. "Aku pemilik Amethyst, cepat serahkan padaku, dan jadilah hambaku. Maka kalian akan kuampuni" Dia mengangkat telapak tangan, percikan api muncul yang kelamaan membentuk gumpalan bola api. Sambil menyeringai memperlihatkan giginya yang runcing, Hei An mempermainkan bola api di telapak tangannya memantul dan berputar-putar mengelilingi mereka satu persatu. Bola api pecah dan menyebar ke segala penjuru saat Hei An menjentikkan jemari. Percikan menghantam dan membakar segala sesuatu yang mengenainya. "Lien Hua, cepat pergi." Yeye men
Terakhir Diperbarui: 2023-10-03
Chapter: Bab. 47: Hari yang sulit"Ayah,ini calon istriku." Tiba-tiba Chen Yu datang memperkenalkan seorang wanita cantik, menurutnya, meskipun perkenalan mereka singkat namun sudah membuatnya mantap menjadikan Li Wei sebagai wanita yang akan mendampinginya sampai akhir usia. 'Apa kau yakin dengan keputusanmu Chen-chen?" tanya Yuze setelah Li Wei pulang. Meski sudah dewasa dia tetap memanggil anak semata wayangnya itu dengan nama Chen-Chen, Nama panggilan yang diberikan mending istrinya."Kenapa Ayah berkata seperti itu? Apa karena dia terlalu cantik?"Yuze tertawa spontan, "Apa yang kau katakan," tanyanya merasa geli. "Ayah tidak menyukainya karena dia terlalu cantik dari Ibu," rajuk anak itu kesal. "Kau ini." Yuze menepak bahu anaknya ringan. "Tidak ada yang lebih cantik dari Ibumu.""Kalau begitu apa karena dia bangsa siluman? bukankan aku juga setengah siluman?" Pria bermata sipit dengan alis tegas itu menatap Yuze penasaran. "Bukan seperti itu, Ayah tidak pernah mempermasalahkan soal status dan lain sebagainy
Terakhir Diperbarui: 2023-09-09
Chapter: bab 46 ; Patah hati terbesar"Ada apa?"tanya Arumi saat gadis itu tampak kebingungan. Dia terlihat tidak fokus dan selalu menoleh ke samping."Sepertinya, ada sesuatu. Sebentar."Lien Hua berdiri dan membawa serta cermin hingga Arumi ikut melihat. " Paman, siapa mereka?""Wanita tidak tahu diri," jawab paman Li dengan suara dingin. Arumi sempat terkejut mendengar jawaban itu karena paman Li menurutnya adalah orang yang paling sabar di Wangliang. "Arumi apa kau penasaran siapa wanita itu?" bisik Lien Hua dengan muka jahil seperti biasa. "Aku penasaran," sahut Arumi cekikikan. Suara tawa itu memaksa Zhan An, Jiao Yu dan Ming Hao memberinya tatapan heran. "Apa yang membuatmu gembira?" Zhan An mendekat dan melihat apa yang mereka bicarakan. "Wanita tidak tahu diri." "Wanita tidak tahu diri?" Zhan An mengamati wajah sesorang wanita yang tampak lewat cermin ajaib, seketika wajahnya mengeras. Secara kasar dia merampas cermin dan melemparkannya hingga berkeping. Sontak Arumi melongo dan merasa aneh dengan tindakan
Terakhir Diperbarui: 2023-09-05
Chapter: Bab 45 : Srigala dan pria berambut perakArumi terdesak, tubuhnya jatuh terduduk dan terpojok di dinding. Pria bercadar itu menarik tombak lantas menekannya pada leher Arumi. Gadis itu meringis, ujung tombak yang tajam menggores kulit dan menimbulkan sensasi nyeri. "Kau tidak bisa membunuhku," ujarnya menantang, balas menatap tajam, "Aku tidak mau mati di sini."Tubuh tegap itu berhenti, seakan kalimat yang keluar dari mulut Arumi mengusiknya. Melihat hal itu Arumi mengedarkan pandangan, dia harus mencari sesuatu untuk melepaskan diri. Tiba-tiba seekor srigala berjalan dari arah sel, matanya memantau Arumi yang tampak sangat terkejut. Srigala itu mendekat lalu terbang melompat ke arah mereka. "Dibelakangmu!" seru Arumi dengan mata melotot, sontak Yongshen melepaskannya dan menahan serangan srigala dengan tombaknya. Tubuh Yongshen terjepit, dia mengumpulkan kekuatan di kaki dan menghantam perut binatang buas itu, lalu berputar dan melepaskan diri. Matanya mencari keberadaan Arumi namun gadis itu telah menghilang. Gadis ya
Terakhir Diperbarui: 2023-09-02
Chapter: 22Nigel sedang memeriksa tali kekang kudanya ketika sebuah celukan terdengar.“Wah, Marchiones sampai mengantar keberangkatan Tuan!”Ia mengangkat kepala, mengikuti arah pandangan para prajurit.Seorang gadis berdiri di balkon kediaman dengan gaun biru muda dan selendang yang melingkari lehernya. Rambutnya bergerak pelan tertiup angin pagi, dari kejauhan gadis itu tampak anggun, bahkan sedikit rapuh.Alis Nigel berkerut.“Marchioness? Apa yang dilakukannya?!”“Marchiones memang cantik, pantas saja Tuan tidak rela meninggalkannya.”Tawa kecil terdengar dari beberapa prajurit. Nigel tidak tertawa, tatapannya justru beralih pada Aiden yang menoleh ke arah balkon dan menyadari setelah beberapa saat Aiden masih belum juga mengalihkan pandangan.Rahang Nigel mengeras.Rumor itu sudah menyebar ke mana-mana. Tuan mereka, yang selama ini tidak pernah tunduk pada kehendak siapa pun, kini dikabarkan bersedia menuruti permintaan seorang wanita. Bahkan, hal itu mulai menjadi bahan candaan di antara
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: 21Pagi itu cahaya menyusup melalui jendela-jendela tinggi kamar Hazel. Menerobos tirai tipis berwarna pucat dan menerangi ruangan dengan kehangatan yang lembut.Udara pagi terasa sejuk sementara aroma bunga dari vas di atas meja samar-samar memenuhi kamar.Hazel duduk di depan meja rias, sementara Lily menyisir rambut panjangnya dengan hati-hati.Sisir itu bergerak berlahan mengurai setiap kusut, hingga setiap helaian rambur Hazel jatuh lurus dan lembut di punggungnya.“Rambut Nona semakin panjang. Warna rambut asli Nona mulai terlihat di bagian akarnya, apakah perlu menyurati Baron agar mengirimkan pewarna rambut lagi?” bisiknya berhati-hati.Hazel mengamati pantulan dirinya di cermin,“Apa rambut barunya sudah tumbuh banyak?”“Iya, warnanya sudah mulai terlihat jelas.”“Kalau begitu tulislah surat, hati-hati, jangan sampai ada yang mengetahuinya.”“Baik, Nona.”Setelah memastikan rambutnya tidak lagi kusut,Lily mengambil botol kaca kecil dari atas meja. Ia menuangkan sedikit minyak be
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: 20Sore itu taman kediaman terasa tenang. Cahaya matahari mulai condong ke barat, menyusup diantara dedaunan dan meninggalkan bayangan panjang di atas jalan setapak. Angin berhembus ringan, membawa aroma bunga yang sedang bermekaran.Hazel duduk di bangku batu di dekat hamparan mawar. Ia tampak sehat, sesekali Hazel memetik kelopak bunga sambil berbicara kepada Lily, wajahnya tenang bahkan sedikit ceria.Sampai suara langkah kaki terdengar dari belakang.Hazel menoleh, Aiden berjalan mendekat.Hazel segera berdiri, “Tuan.”Aiden berhenti di depannya.‘Lady menikmati sore ini?”Hazel menggangguk. “Ya.”Aiden melirik taman di sekeliling mereka.“Bagus.”Ia kemudian terdiam sebentar,“Aku datang untuk memberitahu sesuatu.”Hazel menatapnya,“Ya?”“Aku akan berangkat besok pagi.”Hazel membeku, hanya sesaat, namun Aiden melihatnya. Wajah hazel yang semula tenang langsung berubah.“Apa?!””Pasukan akan bergerak besok.” Aiden menegaskan.Wajah hazel pucat, bukan berpura-pura, kali ini karen
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: 19“Sudah dengar belum?” Garry si tukang gosip menepuk bahu Phillip lalu merangkulnya. Ia. Saat ini mereka sedang istirahat setelah makan siang.“Tentang?” tanya Phillip“Tertundanya keberangkatan ke perbatasan.” Ia merendahkan suaranya seolah hendak membagikan rahasia besar“Apa yang kau dengar?” kata Rowan mulai tertarik. “Marchioness sakit dan meminta Tuan menemaninya.”Garry mengatakan dengan wajah serius, meskipun sudut bibirnya tampak menahan senyum. Ia sendiri tidak mengetahui seluruh kejadian sebenarnya, tetapi kabar yang di dengarnya dari pelayan sudah cukup untuk membuatnya membuat cerita sendiri.“Tidak mungkin,” bantah Rowan.“Apanya yang tidak mungkin.”“Tuan menunda keberangkatan karena itu.”“Buktinya?” Garry mengangkat tangan dari bahu Phillip.“Kita masih di sini.”“Apa Marchioness begitu menakutkan sehingga Tuan menurut padanya,” tanya Phillip polos.“Tutup mulutmu Phillip,´ Garry bergerak cepat menutup mulut Phillip sambil melihat sekeliling, kalau-kalau ada yang men
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: 18Aiden keheranan mendapati Hazel lemas di hujung kursi, Ia duduk bersandar dengan mata terpejam. Wajahnya tampak begitu pucat, bibirnya bahkan tak lagi berwarna, begitu polos seperti rusa yang membeku di tengah salju. Bahunya merosot turun, nafasnya turun naik, sesekali dia terbatuk karena kesulitan untuk bernafas.Lily pelayannya tampak sibuk memijit pundak dan menggosok punggungnya dengan raut sedih.Seorang pelayan di utus untuk menyampaikan pesan kepada Raymond yang mendampingi Aiden saat memberikan pengarahan di lapangan. Saat diberitahukan tentang keberadaan Hazel di kantornya Aiden bergegas datang.Teko berisi teh hangat masih tampak penuh, cangkir berisi teh pun masih tak tersentuh, Lady mengaku tidak bisa minum karena merasa kesulitan untuk meneguknya.Aiden menatap Raymond yang menggeleng ragu dalam artian ‘ saya tidak tahu.’ Sebelum duduk di kursinya, Cukup membingungkan melihat Lady bersusah payah berangkat untuk menemuinya dengan keadaan yang sangat menghawatirkan itu.
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: 17Ketika malam makin pekat dan benar-benar sunyi, Hazel turun dari kasurnya dengan sangat perlahan. Gadis itu berjingkat menuju jendela setelah memastikan Lily masih terpejam.“Nona, Mau ke mana?”Suara itu membuat tangannya menggantung di udara, membuatnya berhenti untuk membuka jendela.Hazel meringis, Bulu kuduknya meremang, hawa dingin seakan menusuk leher belakang. Dia ketahuan.“Lily, kau bangun?” dia memasang wajah polos setelah berbalik. Gadis itu; Lily, menatapnya dengan mata melotot, melihatnya tajam dari ujung kaki sampai ujung kepala. Hazel menciut.“Nona mau kabur?”“Tidak!” jawabnya cepat sambil menyilangkan tangan.“Mau melakukan apa tengah malam begini,” selidiknya mengamati tubuh Hazel yang berbalut blouse lebar dan celana panjang yang dibawanya dari Willowbrook.“Nona tidak khawatir, penjaga akan menemukan Nona seperti ini dan melaporkannya padaTuan Marquess.”Hazel tercenung, situasi memang belum aman, tapi selama dia berhati-hati, dia tidak akan ketahuan. “Lilyy
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11